SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
TERISAK


__ADS_3

❄SNOW FLOWER❄


EPISODE 24


Kaisar mulai menginjakkan kakinya, masuk ke dalam kamar tidur permaisuri.


Dengan tatapan hangatnya kaisar menghampiri permaisuri namun permaisuri malah menyambutnya dengan tatapan kosong.


"Ada apa dengannya?"Tanya kaisar dalam hati.


Kaisar menatap ke arah permaisuri dan melangkahkan kakinya ke arahnya juga.


"Apa kau sakit?"Tanya kaisar memangkas rambut permaisuri.


Permaisuri menggelengkan kepalanya menatap sekilas ke arah sang kaisar dan tiba-tiba ....


"Aku diam karna berharap kau percaya namun, tidak aku terlalu berharap kepadamu"


"Pada akhirnya aku hancur karna terlalu percaya dan terlalu berharap"


"Aku sudah berdiri sampai titik akhirku hanya untukmu!"


"Iya, untukmu!"


"Aku benci, namun rasa cintaku lebih besar daripada kebencian ku kepadamu!"


"Tidak, aku tidak bisa berpaling"


"Tapi cintamu begitu menyiksaku, rasa sakit yang merasuk hingga ke tulang-tulang"


"Penyesalan tiada habisnya, hingga membuatku terisak"


"Aku bodoh, sangat bodoh, masih tak percaya kau yang telah membunuhku"


"Serasa dibunuh namun tak mati"


"Aku hanya bisa berharap kau bahagia"


"Aku mencintaimu tapi aku juga membencimu!"


Suara itu berdengung di telinga permaisuri membuatnya spontan terkejut.


Suara itu terus berdengung di telinga permaisuri membuatnya berteriak histeris menutup telinganya dengan kedua tangannya yang gemetaran.


"CUKUP!!"Teriak permaisuri hingga membuatnya terisak-isak.


Kaisar yang tengah panik langsung saja memeluk permaisuri, menenangkannya yang hampir tak bisa bernapas karna begitu terisak.


Permaisuri masih saja menutup telinganya dan menggelengkan kepalanya.


"Hentikan!"Rintih permaisuri.


"Kumohon hentikan!"


Permaisuri mulai terlelap matanya memberat membuatnya tak kuasa menahannya lagi.


Pandangannya mulai mengabur dan ia terlelap di dekapan sang kaisar.


Kaisar tersenyum pahit.


Melihat keadaan permaisurinya yang semakin memburuk saja.


Tanpa sadar air mata nya mulai menetes.


Ia terus mengutuk dirinya sendiri.Ia sanggup menyejahterakan rakyat nya namun tak sanggup membuat orang yang ia cintai merasakan rasa aman.


Tak lama kemudian ....


"Hong Lian bagaimana keadaannya akhir-akhir ini?"Tanya kaisar menatap permaisurinya yang tengah tertidur pulas.


Kaisar menatap permaisurinya dengan tatapan sendu.


Sedangkan Hong Lian menatap kaisar dengan tatapan tak suka.

__ADS_1


"Beliau sudah biasa seperti ini, namun menyuruh hamba tidak memberitahukan ini kepada siapapun!"Kata Hong Lian menjelaskan.


Hong Lian tampak tengah menyembunyikan sesuatu.Ia menatap permaisurinya dengan tatapan sendu membuat kaisar yang berpikir tidak-tidak merasa dia tidak akan mencelakai permaisuri.


"Kau pergilah!"Kata kaisar membalikkan badannya


Hong Lian sekilas membungkukkan badannya lantas lalu pergi meninggalkan mereka berdua setelahnya.


Kaisar menatap Hong Lian yang berjalan meninggalkan mereka dengan tatapan menyidik.


Sesaat kaisar begitu terlelap hingga pergerakan dari permaisuri menyadarkan nya.


Kaisar lantas mengalihkan pandangannya ke arah permaisuri.


Menatap nya dengan rasa iba.


Ingin rasanya menangis namun tak sanggup mengutarakan perasaan nya kaisar hanya bisa diam tak berkata-kata.


Sedangkan permaisuri ia bangun dari duduknya berjalan menjauh dari sang kaisar.


Membuka sekat jendela lebar-lebar membiarkan sinar bulan yang menyilaukan menyinarinya dan angin malam yang dingin berhembus menerbangkan rambut dan menyibakkan pakaiannya yang longgar itu.


Membuat tubuhnya yang ramping nan jakung


hampir terbang karna hembusan angin.


Begitu cantik ....


Kulitnya yang bersinar, bulu matanya yang panjang dan bibir mungil yang merona bagai bunga persik membuat dirinya lebih indah dari sang rembulan.


"Lan'er!"Sahut kaisar bernada lirih.


Permaisuri membalikkan badannya ia tampak bak seorang dewi yang menutupi silau cahaya bulan darinya.


Tubuhnya seakan memancarkan cahaya.


Membuat siapapun terbuai akan keelokannya.


Permaisuri sekilas tersenyum sendu, ia ingin sekali menangis namun juga ingin tersenyum untuk menutupi kesedihannya.


Kaisar langsung saja menyusul langkah permaisurinya memeluk dan mencium keningnya.


"Aku sangat takut"


"Jika sesuatu yang buruk terjadi kepadamu aku harus apa?"Tanya kaisar berlinang air mata.


Permaisuri yang melihat itu lantas saja terkejut.


Apa ini sifat asli kaisar?


Di balik tampang nya yang dingin dan bengis ia adalah seorang yang berhati hangat.


"Di dia menghawatirkan ku?"Tanya permaisuri dalam hati.


Permaisuri menatap kaisar sesaat menyeka air matanya dan menciumnya.


Permaisuri kala itu berusaha menguatkan hatinya.


Air mata mulai membasahi bulu mata bawahnya hingga tak bisa tertahan.


Air matanya bercucuran selagi mereka berciuman.


"Andai aku memang Lan'er mu!"


"Aku tak tau apa yang harus aku lakukan, kau mungkin tak akan menerima bahwa lan'er yang begitu kau cintai ....."


"Kau sendiri yang membuatnya hancur"


"Kau yang membuatnya menderita"


"Secara tak langsung kau adalah alasan kenapa dia mengakhiri hidupnya!"


Begitu banyak ungkapan hati permaisuri yang ingin ia bagi bersama sang kaisar namun ....

__ADS_1


Permaisuri hanya bisa bicara pada dirinya sendiri.


Merintih dan menangis tanpa mengeluarkan suara .


Apa jadinya jika kaisar tahu bahwa permaisuri yang sesungguhnya sudah meninggalkannya jauh di atas sana?


Apa jadinya jika ia tahu yang sebenarnya?


Begitu banyak pertanyaan di benak permaisuri namun ia tak berani


bertanya langsung.


Hanya bisa diam untuk menyembunyikan kebenaran.


"Maaf, maafkan aku Lan"Rintih permaisuri dalam hati.


Ia memejamkan matanya melepaskan ciumannya lalu menyeka air matanya.


Lantas tersenyum sendu ke arah sang kaisar.


"Aku merindukanmu Phoenix!"Kata permaisuri memeluk sang kaisar.


Kaisar tersenyum pahit lalu ia balas lah pelukan dari permaisuri.


"Sangat hangat!"Permaisuri menggesek-gesekkan wajahnya di dada sang kaisar membuat mukanya memerah bagai kepiting rebus.


Permaisuri tetap menggesekan wajahnya di dada kaisar hingga sang kaisar menarik permaisuri agar sedikit menjauh darinya.


"Aku ini pria normal jangan menggodaku jika kau tidak ingin aku bertindak lebih jauh lagi"Ucap kaisar mengingatkan.


Mata permaisuri tiba-tiba terbelalak.


Kaisar sedikit membungkuk mendekatkan wajahnya ke arah permaisuri membuat wajah permaisuri memerah.


"Apa yang kau lakukan?"Tanya permaisuri membuang mukanya.


Permaisuri mengerucutkan bibirnya membuat kaisar makin gemas akan tingkahnya.


Kaisar lantas menggendong permaisurinya dan ia bawanya menuju ranjang.


Permaisuri begitu terkejut bukan main, apa yang ia lakukan?


Hal itu yang pertamakali terpikirkan selagi kaisar menggendongnya.


Tanpa berkata apapun sang kaisar menidurkan permaisuri di ranjangnya dengan hati-hati.


"Ia sangat ringan, apa ia tak makan dengan benar?"Tanya kaisar dalam hati.


Kaisar lantas menaiki badan permaisuri namun tak menindihnya menahan berat tubuhnya dengan tangan yang ia tegakkan


di kasur.Permaisuri hanya bisa diam, ia sudah tak bisa kemana-mana lagi.


"Phoenix!"Lirih permaisuri.


Kaisar menatap permaisuri sekilas lalu tersenyum nakal, membuat permaisuri menelan ludahnya.


Tanpa basa-basi lagi kaisar langsung menautkan bibirnya di antara bibir mungil permaisuri.Menciumnya hingga membuatnya hampir kehabisan napasnya.


"Ummmh"


Kaisar yang merasa permaisuri hampir kehabisan napasnya lantas langsung saja melepaskan ciumannya.


Permaisuri memukul pelan dada kaisar lalu memalingkan mukanya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Kenapa?"Tanya kaisar memaku pergelangan tangan permaisuri ke kasur dengan tangannya.


"Apa kau mal ...."Lanjut kaisar tergantung.


"Tidak, hanya sedikit terkejut"Lirih permaisuri.


Permaisuri menatap sang kaisar begitu lama lalu mencium pipinya.


Ia pikir seharusnya ini yang Lan inginkan.

__ADS_1


"Lan ingin burung phoenix nya bahagia!"Pikir permaisuri.


BERSAMBUNG ....


__ADS_2