SNOW FLOWER

SNOW FLOWER
XIAO YUN


__ADS_3

❄️ SNOW FLOWER❄️


EPISODE 57


Seminggu telah berlalu sejak Tian Lan siuman, kini ia semakin menekankan tenaga dan pikirannya untuk memperkuat posisinya sebagai permaisuri.Dampak mulai terlihat, bahkan Selir Kehormatan Yun pun sudah tak dapat bertindak tanpa persetujuan darinya.Ia seolah menjadi pion dari lawannya sendiri karena ketidak berdayaannya.


Tian Lan berjalan menelusuri taman istana barat, tempat para selir dengan tingkatan biasa(selir tak bergelar).Ia sekedar melihat-lihat, ini pertama kalinya wanita itu menginjakkan kakinya di sana.Tampaklah para selir yang tengah berbincang di bangku taman bundar dengan teh hangat juga beberapa cemilan.Tak luput para pelayan yang berdiri tak jauh dari posisi majikannya masing-masing.


Tian Lan yang hanya di temani oleh Nu Shen, menuju ke keramaian tersebut.Canda gurauan mereka agaknya membuat wanita itu penasaran.Namun sebelum kakinya melangkah maju ... PLAAKKK


Tangan seorang gadis mendarat di pipi salah seorang selir di sana, selir itu mendongak menghadap ke arah gadis itu dan ...


"Berani sekali kau membicarakan kakak sepupu di belakangnya, kau sudah tak ingin hidup ya?" dengan bertolak pinggang gadis itu memarahi selir yang dengan santainya membicarakan dan menertawakan kemalangan kakak sepupunya itu.


Tian Lan mengerutkan alisnya, tanda mulai gusar.Di tambah para selir yang lain malah bangun dan memberikan salamnya kepada gadis itu"Salam Selir Xiao" para selir itu memberikan salamnya dengan begitu saja.


Kali pertama yang terbesit di pikiran permaisuri adalah"Selir Xiao?, adik sepupu Selir Kehormatan Yun?" Kini ia menatap kembali ke arah para selir, gadis itu memukuli selir yang salah menyebutkan gelarnya.


"Panggil aku Selir Resmi Xiao!" bentaknya membenarkan.


Melihat para selir yang gemetaran, Tian Lan melanjutkan niatannya untuk menghampiri mereka.Kini pandangan mata semua orang tertuju ke arahnya.


"Kenapa ribut sekali" Tian Lan bertanya-tanya dengan niatan mempermainkan wanita yang mengaku selir kekaisaran itu.


Gadis itu melirik ke pakaian yang di kenakan Tian Lan, yang pastinya jauh lebih sederhana daripada pakaian mewah yang melekat di tubuhnya."Ck, wanita rendahan darimana kau?" gadis itu berdecak remeh, dengan tampang arogannya ia mendorong bahu Tian Lan.


Nu Shen tak tinggal diam mendengar junjungannya itu di pandang sebelah mata oleh gadis itu, suaranya hampir ia buka untuk membela majikannya itu namun ...


"Sudah jangan ribut, aku kesini tidak untuk mencari masalah denganmu tapi ... sekedar jalan-jalan dan menikmati pemandangan di sini"


Gadis itu tertawa mendengar penjelasan Tian Lan, ia memegangi perutnya sembari mengatakan"Cih, orang miskin darimana kau ini?"


Semua orang terkejut tidak main, ada di antara mereka yang mengenali wajah sang ibu negara itu, namun kebanyakan dari mereka tak pernah melihat secara langsung wajah rupawan sang permaisuri.Mengingat posisi mereka yang selalu berada di barisan belakang saat memberikan salam di pagi hari.

__ADS_1


"Aku baru sadar kalau aku orang miskin, ku pikir kau jauh lebih miskin dariku," Tian Lan memulai permainan tarik ulurnya.Sepertinya mempermainkan rekan lawannya adalah hiburan terbaik untuk melepaskan rasa jenuh yang melandanya.


"Sialan, berani kau berdebat denganku?"


"Apa kau tahu siapa aku?, hah?"


Tian Lan melipat tangannya memalingkan pandangannya seolah tak mau tahu, ia menjawab dengan ketus."Aku tidak tahu, dan sama sekali tidak tertarik untuk mengetahuinya!"


"Cih, sombong sekali kau."


"Hah, bukannya situ yang sombong ya.Cih dasar orang gila"


"Jika kau berlutut dan meminta maaf kepadaku, aku akan meringankan hukumanmu, karna bersikap tak sopan padaku," Xiao Yun kini beralih tawar menawar dengan Tian Lan, namun tawarannya terbalaskan oleh seringai wanita itu yang begitu mencekam.


"Kau hanya seorang selir yang tak berkedudukan"


"Atas dasar apa menyuruhku berlutut padamu?" Tian Lan malah memanasi gadis itu.


"Bahkan jika kau telah resmi dilantik, kaulah yang akan berlutut di hadapanku!" Tian Lan memainkan ujung rambutnya wajahnya di hiasi senyum seringainya.Agaknya ia berusaha memancing Xiao Yun agar bersikap tak sopan dihadapannya untuk menyingkirkan batu yang akan di gunakan Selir Kehormatan Yun untuk menjatuhkan dirinya.


"Kau ..."


"Salam Yang Mulia!" Min Ru memberikan salamnya.Keringat bercucuran membasahi pojok keningnya.


"Ada apa?" tanya Tian Lan tanpa beralih memandang ke arah Min Ru, matanya masih tertaut lengket kepada Xiao Yun.


Para selir mulai berbisik, "Bukankah itu pelayan ibu suri yang secara khusus di letakkan disisi permaisuri?"


Para selir ribut sendiri, sedangkan Xiao Yun masih tak kehabisan kata."Sebaiknya kau pergilah, jangan sampai aku berubah pikiran!"


Min Ru yang mendapati majikannya di perlakukan semena-mena pun angkat bicara"Siapa kau?, beraninya menyela saat permaisuri berbicara?"


Sontak semuanya terdiam, hingga tak lama kemudian tawa lantang keluar dari mulut Xiao Yun.Ia berpikir mereka sedang membuat lelucon.

__ADS_1


"Permaisuri?, hahahaha yang benar saja, lebih baik pulang dan mengaca lah!"


"Wanita yang hanya bisa mengandalkan paras untuk masuk ke istana sepertimu hanya akan bisa menjadi seorang pelayan!"


"Apa apaan ini!" suara berat pria membuyarkan segalanya. kini setiap pasang mata tertuju ke arah sang kaisar yang tengah melangkahkan kakinya mendekat ke arah mereka.


Semua orang membungkuk menyambut kedatangan sang kaisar, agaknya wanita yang bertahtakan permaisuri itu geram dengan kedatangan kaisar yang mengacaukan pertunjukannya.


Tian Lan yang masih berdiri tegak melipat tangannya memalingkan wajahnya ke samping.Xiao Yun yang mendapatinya pun berniat memojokkannya."Yang Mulia, wanita ini datang kemari tanpa di undang dan membuat keributan," ia mulai mengarang cerita sampah yang membuat kaisar mengangkat alisnya tanda penasaran.


"Dia berdebat dengan hamba dan memukuli hamba pula, Anda harus memberikan keadilan Yang Mulia!" seru Xiao Yun berlutut.


"Menegakkan keadilan memang baik, tapi aku punya alasan kenapa aku bersikap seperti itu!" pungkas Tian Lan mengangkat bahunya.


"Apa?" tanya Feng Huang singkat.


"Apa kau tahu, aku tidak suka jika dia di angkat menjadi salah seorang selirmu."


Xiao Yun terkejut mendengar perkataan Tian Lan, ia sekaligus marah mendengar wanita itu merendahkan dirinya dengan perkataannya."Sungguh wanita tak tahu malu, begitukah caramu berbicara kepada Kaisar?"


Tian Lan tersenyum sinis, ia menggosok-gosok dagunya dan mendekatkan wajahnya memenuhi pandangan Xiao Yun."Maka kau juga tak tahu malu, kau berani menaikkan nada bicaramu di depannya," ia berhenti sejenak.


"Benarkah, Feng Huang?" tanyanya setelah menghentikan perkataannya sesaat.


"Kau bahkan ..." gadis itu hendak melemparkan umpatannya untuk kesekian kalinya namun kaisar dengan tegas menyela perkataannya mengingat dia sudah kelewatan.


"Jika kau masih punya sopan santun, berlutut dan minta maaflah kepada permaisuri!" kaisar langsung saja memberikan kesempatan terakhir, ia tak ingin gadis itu makin menjadi-jadi.


"Per ... per ... permaisuri?" dengan terbata-bata Xiao Yun memandang ke arah Tian Lan.


"Iya, aku adalah permaisuri, dan apa kau tahu hukuman telah menyinggungku?


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


......~❄️我爱你❄️~......


__ADS_2