
" TOLOOOOOONG.....! " seorang gadis berlari sambil sesekali terhuyung huyung, telapak kakinya yang tidak beralas apapun tampak mengeluarkan darah, menimbulkan jejak tak beraturan ditanah yang dipijaknya.
Hari itu di sebuah tempat ditengah kota, suasana yang tadinya tenang dengan banyak orang yang lalu lalang, tiba tiba dikejutkan dengan keributan dari beberapa laki laki dengan wajah kaku yang terlihat seram berlari mengejar seorang gadis.
" Mas..mas..tolong saya mas..,, pak..bu..tolong saya...." putus asa dia berlari sambil tangannya sesekali menepuk siapapun yang dia lihat ada di hadapannya. Air matanya berderai diantara debu yang menempel diwajahnya. Raut mukanya tidak terlihat jelas. Rambutnya berantakan dan kotor, bajunya pun sama, sedikit basah dan kecoklatan akibat debu yang menempel. Seolah dia baru saja tercebur dalam kubangan air dan bergulung gulung diatas jalan yang berdebu.
Tak seorangpun yang menghiraukan teriakan dan keberadaannya. Wajah wajah takut dan tegang terlihat di semua sudut. Tidak ada yang berani mendekat.
Gadis itu terus berlari sampai akhirnya jatuh tersungkur ditanah, nafasnya memburu, tangannya meraba kaki kanannya yang terluka.
" Mau lari kemana lagi kamu haahh..?!" tiba tiba seorang pria berwajah seram datang dan mencengkeram tangannya.
Gadis itu semakin ketakutan, dia berteriak namun suaranya tidak terdengar.
" habislah aku...." dia pun terjatuh lunglai dalam cengkeraman pria itu, di iringi gelak tawa di sekeliling mereka. Beberapa lelaki tegap berpakaian santai, celana jeans belel warna hitam dan jaket bomber berwarna senada telah berdiri mengelilingi mereka.
Gadis itu terdiam, tubuhnya gemetar, pandangan matanya seketika memburam. Tetesan darah di sudut bibirnya yang bengkak terasa asin dilidahnya.
" Ayah....aku harus bagaimana..., tolonglah aku ayah....., aku seperti mau mati saja...maafkan aku yang belum bisa memenuhi keinginanmu selama ini... Aku tak berdaya ayah..., tolong sampaikan kepada Tuhan..dari tempatmu berada saat ini...bahwa aku benar benar tidak sanggup..aku lelah..jika memang sudah waktuku...biarlah Dia ambil nyawaku saat ini juga...agar aku bisa bertemu denganmu ayah...,, ayaaaahhh...." Suara ceracauan dan tangisan dalam hati gadis itu, hatinya benar benar sedih dan tertekan. Dan akhirnya dia pun seketika pingsan.
" Bikin repot saja..! Hei kau..cepat bawa perempuan ini ke markas.! " Lelaki yang mencengkeram gadis itu memberi perintah ke salah satu orang disebelahnya.
Orang yang disuruh pun segera menjalankan perintah, dia menggendong gadis itu dan di bawanya ke salah satu mobil yang terparkir di pinggir jalan raya.
" Tolong turunkan gadis itu.." seorang pemuda tiba tiba menahan langkahnya. Serta merta dia memandang pemuda itu.
__ADS_1
" Siapa kau..?? Jangan lancang mencampuri urusan kami..!! "
" Tidak penting siapa aku.., aku hanya memintamu dengan sopan untuk menurunkan wanita itu. Sepertinya dia pingsan..dan butuh pertolongan." pemuda itupun tetap berdiri di tempatnya menghadang lelaki itu.
" Kau tidak lihat ya,, wanita ini akan kubawa untuk kuberi pertolongan..hhaahhaahhaaa...MINGGIR KAU..!! " lelaki itu nekat menabraknya dan tetap melanjutkan langkahnya, tetapi kaki kirinya sedikit menendang tulang kering sebelah kiri pemuda itu.
" HEEIIIiiiiii..., kau sudah menyentuhku..jangan pergi begitu saja..! " pemuda itu berteriak sambil berjalan menyusul.
Saat sudah berada di belakangnya, pemuda itupun menendang belakang tumit orang itu dengan keras yang membuatnya jatuh bersujud dengan gadis yang masih dalam gendongannya. Wajahnya memerah karena marah, tubuh gadis itupun diletakkan begitu saja di tanah dan lalu sekonyong konyong berdiri dan melayangkan pukulan ke wajah sang pemuda. Perkelahian pun tak dapat dihindari.
" WOOIIIYYY..kau apakan anak buahku bang***..?!! " suara teriakan dan derap langkah kaki terdengar mendekat. Pemuda itupun bergegas melayangkan pukulan telak ke ulu hati lelaki tadi dengan keras.
"AARRRGGGKKKHHH...,," tak ayal lelaki itupun terjerembab jatuh tak berdaya. Dengan terburu buru pemuda itu mendekati sang gadis, menggendongnya dan membawanya ke arah sebuah taman di sudut tempat itu.
" Kurang ajarr..kemana dia..?? " Lelaki seram itu berlari menyusul sambil sesekali berhenti dan melihat sekitar kalau kalau mereka terlihat bersembunyi.
" HHAAARRRGGHHH bang*** ...!!! Cepat sekali mereka menghilang..." Terengah engah dia menghentikan langkahnya, kedua tangannya meremas remas rambutnya.
*****
" RUUDD..cepat..!!! " pemuda itu berteriak memanggil seseorang yang berdiri bersandar di salah satu mobil. Seolah paham dengan maksud panggilan itu, diapun masuk ke dalam mobil dan menghampiri pemuda itu.
" Siapa dia Bas..? Kenapa bisa begitu kondisinya..?" terheran heran dia bertanya sambil menunggu pemuda itu masuk dan duduk di jok bagian belakang bersama gadis yang sudah ditidurkan di sampingnya.
" Sudahlah...jangan banyak tanya dulu. Sekarang buruan kita pergi dari sini.. Ayoooo cepat..cepat...!!! " panik pemuda itu berbicara, tangannya memukul mukul pelan sandaran kursi sang sopir dari belakang, sementara pandangan matanya tak lepas dari arah yang telah dia dilalui sebelumnya.
__ADS_1
" Oke..kita pergi."
Mobil itu pun melaju dengan kecepatan penuh, membelah jalanan kota yang kebetulan tidak terlalu ramai.
*****
" Uuhh....aduh.., dimana aku..? " Gadis itu tersadar dan berusaha pelan pelan duduk dari tempatnya rebah, samar dilihatnya dinding bercat warna putih, dengan satu jendela ditengah yang terbuka, memberikan sedikit hawa sejuk dari angin yang berhembus masuk. Tangan kanannya memegang kepala, sementara yg kiri meraba kakinya yang terasa sakit.
" Kau sudah sadar...? " tiba tiba suara barito mengagetkannya. Dia menoleh dan melihat sosok pemuda yang duduk santai di tepi tempat tidurnya, kepalanya menunduk, sementara tangannya sibuk mengutak atik arloji.
" hmmm..siapa dia ini..., benarkah tadi itu suaranya yang menyapaku, tapi dia acuh sekali..tidak melihat sedikitpun ke arahku.. Apa aku yang salah dengar..? " Gadis itu menatapnya dengan heran. Diperhatikannya wajah dengan kulit yang bersih, pakaiannya juga bersih, kemeja biru muda dipadu dengan celana kerja berwarna abu abu gelap, lumayan keren juga dimatanya.
" Sudah puas melihat wajahku..? " Tiba tiba pemuda itu memandangnya sambil tersenyum lembut, seraya memakai arloji yang barusan diutak atik itu ke tangan kirinya. Membuatnya jengah dan tertunduk malu.
" Um..kenalkan, namaku Sebastian.." pemuda itu lagi lagi tersenyum dan mengulurkan tangannya ke arah gadis itu yang serta merta disambut dengan malu malu.
" Em..aku Vieesha..,, aaahhhh..kepalaku pusing.." tiba tiba pandangan matanya kabur, dunia seolah olah berputar di hadapannya dan tak lama pun tubuhnya kembali terkulai tak sadarkan diri. Sebastian segera mendekat dan membetulkan letak bantal agar gadis itu nyaman.
" Dia begitu shock dan letih pak Bastian.. Saya heran, ternyata di dalam tubuhnya yang ramping seperti ini dia menyimpan kekuatan yang luar biasa...,, dia masih bisa bertahan dengan kondisi luka yang seperti ini di kakinya... Lukanya ini...seperti pernah dipukul dengan benda keras.. Tapi ah..saya berharap itu hanya luka benturan saja.." Sebastian mengingat penuturan dari Dokter pribadinya setelah memeriksa dan mengobati Vieesha.
" Sebenarnya apa yang terjadi denganmu nona..? Dan laki laki tadi.......ah..semoga saja apa yang kufikirkan ini salah..."
.............. ♡♡♡ ..............
》》 Bersambung...
__ADS_1