
" Katakan..bagaimana idemu.. " kata Zicko kepada Axel setelah mereka berlima sudah berkumpul di ruang kerjanya.
" Laras.., apakah yang tadi sudah di tempat yang aman..? " lanjutnya.
" Sudah paman. Ku letakkan di suatu tempat. Aku beri mereka kejutan.. " Laras tersenyum sinis membayangkan hasil dari usahanya.
" Kejutan..? " tanya Sonya ingin tahu.
" Yups.." Laras mengedipkan sebelah matanya. Tersenyum jahil.
" Apa kejutan itu..? "
" Aku menaruhnya di depan speaker yang kupasang suara dengungan dengan frekuensi sangat tinggi. Sudah pasti telinga mereka akan sakit kalau mendengarnya. Hehhee.. " jawab Laras sumringah.
Pak Ben dan Sonya pun terkikik geli mendengar perkataan Laras.
Zicko hanya menggelengkan kepalanya. Sudah hapal dengan kelakuan Laras. " Awas..jangan sampai bertindak ceroboh.." memperingatkan Laras. Yang dijawab dengan anggukan kepala dan acungan kedua ibu jari tangan Laras.
" Apa yang kau lakukan..? " Zicko melongokkan kepalanya melihat yang di lakukan Axel di sudut meja kerjanya. Axel sedang sibuk mencorat coret di selembar kertas. Seperti denah ruangan.
" Ini perkiraan bentuk ruangan rahasia yang kita temukan tadi Tuan. " diam sesaat. Mengetuk - ngetuk kan pena di atas meja.
" Kita butuh beberapa orang untuk membantu rencana kita Tuan. " sambungnya.
" Kenapa begitu..? "
" Saya berfikir bagaimana kalau seandainya kita tetap berada di rumah ini tapi kita juga terlihat keluar dan pergi dari rumah ini. "
" Hmmmm.. " Zicko mengerutkan kedua alisnya. Begitupun dengan Laras dan yang lainnya. Mereka mendengarkan dengan seksama setiap hal yang di sampaikan oleh Axel.
" Jadi.. Ehm..sebentar Tuan.. " Axel tidak melanjutkan bicaranya. Dengan hati - hati dia sedikit membungkukkan badannya dan menyisir permukaan bawah meja kerja Zicko dengan tangannya.
" Apa yang kau lakukan..? "
Axel diam dan hanya mengacungkan jari telunjuk di depan mulutnya. Meminta semuanya untuk diam terlebih dahulu.
Setelah dari meja kerja Zicko, Axel pun menyisir dan memeriksa di seluruh ruangan itu di bantu dengan pak Ben.
" Aman Tuan.. Saya hanya berjaga saja kalau - kalau mereka menaruh alat penyadap di ruangan ini. "
" Bagus.. Terima kasih Axel. "
" Jadi begini Tuan, kita butuh beberapa orang sebagai penyamaran dan mengalihkan perhatian BadBoy. " lanjutnya.
" Mereka nantinya akan menyamar seperti kita. Memakai wajah dan pakaian kita. "
" Maksudmu mereka nantinya memakai topeng dengan wajah kita..? " potong Zicko.
__ADS_1
" Iya Tuan. "
" Darimana kita bisa dapatkan topeng yang seperti itu..? " tanya Sonya.
" Saya ada kenalan yang keahliannya khusus membuat topeng meniru wajah seseorang. Dia bisa di panggil kesini untuk membuatnya.. "
" Wow.. Ide yang sangat bagus. Lanjutkan Xel.. " Zicko tersenyum kagum.
" Sementara nanti orang - orang itu menyamar seperti kita dan keluar dari tempat ini, kita langsung pergi ke ruang rahasia secepatnya. "
" Bagaimana jika mereka ternyata menghadang orang - orang kita saat pergi dari sini di tengah perjalanan.. ? " Pak Ben yang sedari tadi hanya diam menyimak tiba - tiba bersuara.
" Para penjaga di pintu gerbang yang akan ikut mereka. "
" Kenapa bisa begitu..? " tanya Zicko.
" Jika ada anggota BadBoy yang mungkin mengawasi rumah ini sudah pasti mereka akan hapal dengan wajah penjaga gerbang. Dan itu akan mengurangi kecurigaan mereka terhadap kita. "
" Oke.. aku paham maksudmu. Tugas mereka adalah meyakinkan anggota BadBoy bahwa seolah - olah kita memang pergi dari rumah ini. "
" Betul sekali Tuan. "
" Baik. Aku setuju. Bagaimana dengan pak Ben dan yang lain..? "
" Pak Ben dan sebagian dari anggotanya akan tetap bersama kita. Sebagian yang lain ikut pergi bersama rombongan. "
" Sebentar.., tentang si pembuat topeng, apakah dia aman..? " tanya Zicko memastikan.
" Seratus persen aman Tuan. Dia anggota khusus dari kepolisian. " jawab Axel dengan tersenyum bangga.
" Oke. baiklah kalau begitu. "
" Paman Axel benar - benar cerdas..! " sahut Laras sambil tersenyum.
" Kita harus secepatnya jalankan rencana ini. Axel, kapan kau akan menghubungi sang pembuat topeng..? "
" Saat ini juga Tuan. " Axel langsung saja bergerak dan mengambil ponsel dari dalam sakunya. Menekan tombol panggilan seraya pergi dari tempat itu.
" Pak Ben, ajaklah beberapa orang yang bisa di percaya. Bantu aku memindahkan semua berkas dan senjata ke ruang rahasia.
" Baik Tuan. " Pak Ben pun segera berlalu dari tempat itu untuk menjalankan tugasnya. Sementara Laras dan Sonya segera pergi ke kamar mereka untuk berkemas.
******
" Ada beberapa ruangan di tempat ini. Kita bisa membagi dan menempatinya untuk beberapa hari ke depan sampai kondisi sudah aman. " Zicko menjelaskan kepada beberapa orang yang berkumpul di ruang rahasia setelah di bersihkan, memasang penerangan yang cukup dan segala sesuatu yang dibutuhkan agar tempat itu layak untuk dihuni.
" Ruang 1 dan 2 yang agak luas di tempati Pak Ben dan tiga belas anak buahnya. Ruang 3 Axel. Ruang 4 Laras. Ruang 5 saya dan Sonya. Ruang 6 yang juga agak luas untuk enam asisten rumah tangga dan ruangan yang terakhir untuk gudang senjata. Hanya Axel dan pak Ben yang boleh keluar masuk tempat itu selain kami bertiga. Untuk dapur dan kamar mandi seperti biasanya.. " Zicko berhenti sebentar mengatur nafasnya.
__ADS_1
" Ingat, hanya kita saja yang mengetahui tempat ini. Jika ada selain kita yang juga mengetahui maka siapapun dia yang membocorkan.. akan berurusan langsung dengan saya.. ! "
" Baik Tuan. " Jawab mereka serempak.
" Semua barang kebutuhan sudah di atur rapi dalam setiap ruangan. Usahakan untuk tetap hening saat kita melakukan aktifitas. Setiap tiga jam sekali, pak Ben akan mengatur dua orang untuk berjaga di pintu rahasia. Masing - masing dua orang, bergantian. Paham..? "
" Paham Tuan. " jawab mereka lagi dengan serempak.
" Kapan kita akan pindah ke tempat ini.. tunggu aba - aba dari Axel. "
" Baik Tuan. "
******
" Berapa orang yang harus di duplikat wajahnya..? " tanya sang pembuat topeng.
" Lima orang. Tuan Zicko dan istrinya, nona Laras, saya dan pak Ben. " jawab Axel merinci.
" Baik. Saya segera siapkan peralatannya. "
" Tuan O, apakah ada sesuatu yang lain yang mungkin Anda butuhkan..? " tanya Axel. Yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Tuan O, sang pembuat topeng.
Tuan O berkonsentrasi penuh mengoleskan cairan semacam gel berwarna bening ke seluruh permukaan wajah Zicko dengan hati - hati dan teliti. Setiap lekukan tidak lepas dari perhatiannya. Membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit untuk melakukannya. Dan setelah itu Zicko diminta untuk duduk dan diam dengan menyandarkan kepalanya. Menunggu sekitar sepuluh menit juga sampai olesan itu sedikit mengering dan kaku.
Setelah selesai dengan Zicko, Tuan O melanjutkan tugasnya bergantian kepada empat orang lainnya. Dia tidak melupakan setiap detil dari wajah, seperti lubang hidung, bentuk alis dan juga tahi lalat yang mungkin ada di setiap wajah mereka.
Sekitar empat jam mereka lalui untuk proses pembuatan topeng wajah. Tuan O menghela nafas lega karena tugasnya sudah selesai. Tinggal proses pewarnaan dan detil wajah.
" Terima kasih banyak Tuan O. Anda sudah bekerja dengan sangat profesional. " Zicko menyalami Tuan O dan berterima kasih.
" Tenang saja Tuan. Itu sudah menjadi tugas saya. " Tuan O tersenyum.
" Berapa lama waktu yang Anda butuhkan agar semuanya bisa jadi sempurna.. ? " tanya Zicko.
" Sekitar tiga hari saja Tuan. "
" Baiklah. Saya tunggu kabar dari Anda. "
" Siap Tuan. Kalau begitu saya permisi. Ijinkan saya untuk segera melanjutkan tugas ini di tempat saya. " Tuan O berpamitan. Sembari merapikan semua barang - barang bawaannya.
" Silahkan Tuan.. Sekali lagi terima kasih. " Zicko tersenyum dan sedikit membungkukkan badannya memberi hormat.
" Sama - sama Tuan. " Sembari tersenyum. Tuan O pun segera berlalu pergi.
" Mari saya antar Tuan.. " Axel menyusul dan menemani langkah Tuan O.
******
__ADS_1
》》 Bersambung