Something Wrong With...

Something Wrong With...
# Tamu yang tiba - tiba


__ADS_3

" Ben.. stop ! Berhenti dulu.. " katanya lagi.


Suaminya pun menurut dan menghentikan mobilnya di tepi jalan. Mereka menunggu iring iringan itu lewat.


" Betul itu Sonya Michie.. " seru pria yang di panggil Ben, suami wanita itu saat di lihatnya jendela mobil di urutan kedua terbuka dan menampakkan wajah para penumpangnya.


" That's right beib.. "


Mobil pertama melewati mereka. Saat mobil kedua lewat, wanita itu segera membuka pintu mobil dan keluar sambil melambaikan tangannya memanggil.


" Sonya, ini aku.. ! " teriaknya yang hanya di jawab dengan lambaian tangan pula oleh sosok wanita dalam mobil itu.


" Sonya.. ! " panggilnya lagi saat mobil itu tetap melajukan jalannya.


" Sudahlah Michie.. " kata suaminya tidak tega melihat istrinya seperti itu. Sementara wanita itu tetap berteriak memanggil.


" Michelle..! Masuk.. " serunya lagi.


" Kenapa mereka melewatiku begitu saja ? Apa jangan jangan kita salah lihat beib..? " kembali masuk ke dalam mobil.


" Iya mommy, mungkin kita salah lihat. " sahut salah satu putranya.


" Oke, kita kerumahnya saja memastikan. "


******


Pemulung itu berjalan mendekati pintu utama, mengambil sesuatu dari kantong celananya dan memasukkan ke dalam lubang kunci. Mengutak atik sebentar dan pintu itu pun berhasil terbuka.


Orang itu pun melongokkan kepalanya memperhatikan kondisi di dalam rumah setelah merasa aman dia pun berjalan masuk setelah menutup pintu perlahan. Pandangan matanya memindai ke seluruh penjuru ruangan. Dilihatnya hanya satu kamera cctv yang terpasang dan tidak terlihat kedip lampu.


Dia pun melanjutkan memeriksa ke setiap ruangan. Kosong. Berjalan menuju ke halaman belakang, sepi. Berjalan ke lantai dua rumah itu dan mendapatkan hasil yang sama. Hanya ada beberapa perabot yang mungkin sengaja di tinggalkan oleh penghuninya.


Dan akhirnya dia pun berjalan keluar serta menutup pintu utama. Mengambil ponsel dari dalam sakunya, menekan sebuah nomor dan melakukan panggilan.


" Boss.. rumahnya kosong. " lapornya.


[[ " Kurang ajar. Berani - beraninya mereka diam diam pergi. " ]] suara di seberang sana terdengar marah dan menggeram.


[[ " Segera pergi dari tempat itu ! " ]]


******

__ADS_1


Michelle terdiam dalam perjalanan setelah berpapasan dengan iring - iringan tadi yang dia yakini adalah Sonya. Merasa kecewa karena sahabatnya itu seperti tidak mengindahkan kehadirannya.


" Sudahlah honey.. Kita lihat dulu di rumahnya. "


Mobil itupun berhenti di tepi jalan agak jauh dari kediaman Zicko.


" Kita sudah sampai. " kata Ruben, suami Michelle.


" Kenapa berhenti disini ? " tanya Michelle heran.


" Ak..aku kurang yakin honey.. " jawab Ruben meringis sambil menggaruk kepalanya.


" Rumah itu sudah banyak berubah. " lanjutnya.


" Benar beib itu rumah Sonya. " kata Michelle yakin. Sementara kedua putra kembar mereka memajukan tubuhnya ikut melihat rumah Zicko.


Tiba - tiba mereka melihat seorang pria melompat keluar dari rumah Zicko. Ruben pun segera melajukan mobilnya mendekati orang itu dan berhenti tepat di depan rumah Zicko.


" Siapa kamu ? " Michelle membuka jendela mobilnya. Kedua putranya segera keluar dari mobil dan berjalan menghampiri pria itu yang berdiri membeku melihat kedatangan mereka.


" Tian.., Josh.. mundur. " titah Ruben kepada dua putranya. Dia pun berjalan menghampiri pria itu.


" Kenapa kamu melompati pagar ? " tanya Ruben penuh selidik. Sementara Michelle berjalan dan memeriksa pintu gerbang yang masih di gembok dari luar.


" Bu..bukan tuan. Saya hanya seorang pemulung. " jawabnya gugup. Tangannya meraih karung dan pengungkit di sebelah tempat sampah.


Ruben memperhatikan penampilan orang itu dengan intens.


" Kenapa nekat masuk rumah ini ? "


" Oh.., ini rumah anda tuan..? Maaf saya lancang nekat masuk. Saya berfikir rumah ini akan di tinggal lama oleh pemiliknya, dan saya mencari kalau kalau ada barang bekas atau apa yan bisa saya ambil. Ternyata tuan kembali kesini.." jelasnya panjang lebar dengan tenang.


Michelle menatap curiga pria itu. Terlihat kalau dia tidak percaya begitu saja dengan perkataannya.


" Baik. Pergilah ! Jangan pernah lagi masuk rumah ini seperti pencuri. " kata Ruben akhirnya setelah melihat pria itu tidak membawa apa - apa dari rumah Zicko.


" Baik tuan. Permisi. "


******


" Idemu sangat brilian Laras. " Zicko tersenyum puas sambil mengacak rambut Laras. Baru saja mereka mendengarkan laporan dari anak buah musuh yang telah menyusup ke rumah Zicko.

__ADS_1


" Siapa dulu dong.. " Laras memukulkan tangannya di depan dada, bangga. Sonya hanya menatapnya sambil tersenyum kagum.


DDrrrrrttttt.. Drrrrttttt !


Ponsel Sonya bergetar dari dalam sakunya. Masih dalam mode silent. Sonya mengambil ponsel itu dan melihat nomor tak di kenal lalu menempelkan ponsel ke telinga kirinya setelah menggeser ikon terima panggilan.


[[ " Hello.. " ]] suara wanita menyapa terlebih dahulu. Sonya hanya diam menunggu.


[[ " Sonya, ini aku Michie.. " ]] lanjutnya. Sonya pun terlonjak kegirangan.


" Haiy Michie.. Apa kabar ? " serunya, yang di sambut dengan jari telunjuk yang di tempelkan pada bibir dari setiap orang di tempat itu. Sonya pun memperkecil suaranya.


[[ " Kamu pindah rumah gak bilang - bilang sih. Aku sia - sia dong kesini. " ]]


" Lhoo.. kamu dimana sekarang ? "


[[ " Di depan rumahmu dan gerbangnya sudah dipasang gembok besar. " ]]


" Yaahh maaf Michie, aku gak tau kalau kamu mau ke rumah. " sesal Sonya.


[[ " It's okay. Tapi kenapa kamu tadi sombong dan tidak menjawab panggilanku saat melewatiku tadi di jalan..? " ]]


Sonya ternganga dan menyadari bahwa yang dilihat sahabatnya itu adalah orang lain yang sedang menyamar menjadi dirinya.


" Maaf aku tadi sedang terburu - buru. " jawabnya menemukan jawaban.


[[ " Btw Sonya, kami tadi melihat ada orang mencurigakan melompat keluar dari gerbang rumahmu. Penampilannya seperti pemulung. Tapi aku gak yakin sich.. karena tangannya bersih dan dia memakai sepatu karet yang mahal. " ]]


" Iya Michie, akhir - akhir ini keluarga kami sedang di ganggu oleh beberapa orang. "


[[ " Why darling ?? Apakah masih berkaitan dengan putri almarhum Handoko.. ? " ]] tanyanya ikut panik.


" Aku tidak tahu. Kalau ada waktu akan ku ceritakan. Kamu disini berapa lama ? "


[[ " Emm..mungkin sekitar tiga bulanan lah. Hubby ku sedang ada tugas di daerah sini. Okay darling.. kita sambung lagi nanti ya. Hubby ku sudah bersiap di mobil. Kami berencana tinggal di villa kami yang tidak jauh dari sini. " ]]


" Okay Michie, kabari ya.. "


Setelah ber basa basi sebentar sebagai penutup pembicaraan Sonya pun menekan ikon merah di kayar ponsel dan meletakkannya di atas meja.


" Pemulung yang mereka lihat itu anak buah Yudha, yang baru kita dengar suaranya dari alat penyadap. " kata Zicko pelan setelah mendengar peecakapan Michie dan Sonya.

__ADS_1


******


》 Bersambung


__ADS_2