Something Wrong With...

Something Wrong With...
# Pergi dari rumah


__ADS_3

" Aku sudah gak sabar mau ketemu Sonya " seru seorang wanita cantik berkulit putih dengan rambut pirang memakai kaca mata hitam lebar dan sebuah schoolboy hat atau Newsboy hat berwarna merah marun di kepalanya.


Schoolboy hat atau biasa disebut dengan newsboy hat ini memiliki bentuk yang mirip dengan topi baret. Memiliki tepi yang kecil dan crown yang menempel di bagian tepinya. Disebut dengan newsboy hat karena identik dengan loper koran di negara barat. Walaupun memiliki kata boy, tapi topi ini cocok dipakai dengan outfit kasual, sebagai mana yang di pakai oleh wanita itu.


Terlihat sekali kalau dia berasal dari negara lain. Senandung lagu terdengar dari bibirnya yang merah. Di sebelahnya sedang menyetir seorang pria dengan usia yang terlihat tak jauh berbeda dari wanita itu. Sama - sama berkulit putih, berwajah ke barat baratan tetapi pria ini berambut hitam dengan kumis dan jambang menghiasi wajahnya.


Sementara di jok belakang terlihat dua orang remaja laki - laki seusia Laras. Berwajah kembar dan sama sama berkulit putih, rambut hitam dan hidung yang mancung. Memakai outfit casual dengan model yang sama, kaos hitam dan celana jeans biru. Pandangan netra keduanya menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan yang mereka lalui. Dengan tangan masing masing memegang sebuah ponsel.


" C' mon beib, cepatlah sedikit.. Aku sudah tidak sabar memberikan kejutan padanya. " kata wanita itu.


" Sabar honey.. Kayak dikejar setan aja kamu ini. Ingat pepatah, biar lambat asal selamat.." selorohnya.


" Dad.., kenapa daddy pelan banget nyetirnya. Gak seru. " seru salah satu anak lelaki yang duduk di jok belakang yang ternyata adalah anak kedua orang itu.


" Tuh kaan.. mereka aja sampe jenuh. " kata wanita itu.


" Sabar son.. Daddy sambil menikmati pemandangan. "


" Ck.. Mestinya tadi mommy aja yang nyetir. " seru salah satu anak yang lain.


" Oke.. okay.. Daddy tambah kecepatan. "


Mercedes Benz seri terbaru berwana hitam itu pun melaju dengan cepat di iringi sorak sorai semua penumpangnya.


*****


" Boss. Mereka terlihat keluar dari kediaman Zicko. " seorang pria yang menyamar sebagai seorang pemulung berpura pura jongkok memutar sebuah botol kosong di depannya sambil berbicara dengan pelan melalui head set bluetooth yang menempel di sisi kiri telinganya menghubungi seseorang yang di panggilnya boss.


[[ " Mereka ? " ]] tanya suara yang di panggil boss itu.

__ADS_1


" Iya boss. Zicko dan seluruh anggota keluarganya beserta semua anak buahnya. " jelasnya sambil tetap memilah milah sampah kertas.


[[ " Termasuk kelinci itu..? " ]]


" Sepertinya iya boss. Tadi di barisan mobil yang kedua saya lihat gadis itu membuka jendela dan melambaikan tangannya ke arah rumah. Di sampingnya ada istri Zicko. Zicko sendiri duduk di depan bersama sopir. "


[[ " Hmm.. Si garang ? " ]]


" Si garang sudah mendahului di mobil yang paling depan bersama beberapa anak buahnya. "


[[ " Kamu yakin ? " ]]


" Iya boss. Saya sempat mengambil gambarnya tadi. Saya kirim ke Anda boss. "


[[ " Oke, cepatlah. " ]]


KLUNTING


[[ " Sepuluh menit lagi pastikan di rumah itu kosong atau masih ada penghuninya. " ]]


" Baik boss. Sepertinya sudah kosong, karena tadi ada mobil pengangkut barang juga di barisan belakang. "


[[ " Kamu ini dari tadi sepertinya sepertinya.. Pastikan..! " ]]


" B..baik boss. "


[[ " Devil satu, bersiaplah ! Tunggu komando, hadang mereka di suatu tempat. Kino, atur posisi drone dan ikuti kemana arah mereka pergi ! " ]] perintah boss itu.


*****

__ADS_1


Iring - iringan mobil yang keluar dari kediaman Zicko berjalan dengan tenang. Setidaknya ada dua mercedes hitam berada di barisan terdepan dan tiga mobil mitsubishi xpander berwarna senada berada di belakangnya. Sementara terakhir ada dua baris pick up mengangkut barang - barang yang sudah di packing rapi di dalam kardus. Terlihat seperti rombongan keluarga yang sedang berpindah tempat tinggal.


Sebuah drone terbang di atas iring - iringan itu, berjalan mengikuti mereka.


Setelah sepuluh menit berlalu, pemulung berjalan ke arah kediaman Zicko. Dengan membawa karung besar di bahu kirinya dan tongkat besi yang berfungsi sebagai kait di tangan kanannya. Memilah milah sampah di depan kediaman Zicko. Sambil menunduk matanya memperhatikan kondisi rumah Zicko. Menoleh dan memindai lingkungan sekitarnya setelah di rasa aman dia berjalan mendekati pos penjagaan utama di gerbang depan. Kosong. Dia pun berjalan mendekati pintu gerbang dan melihat gerbang itu telah terkunci dan di pasang gembok besar di luar.


Pemulung itu kembali melihat sekitar dan berusaha memanjat gerbang. Karung dan pengait di tinggalkan di sebelah tempat sampah.


Setelah berhasil melompati gerbang pemulung itu berjalan mengelilingi halaman depan dan berlanjut ke arah taman samping kemudian berjalan kembali ke halaman depan. Memastikan bahwa tempat itu kosong. Memandang ke arah atas di setiap tempat dan meneriksa setiap cctv yang terpasang. Dilihatnya lampu cctv tidak ada yang menyala, hanya satu yang menyala, yang terletak di samping menghadap ke taman.


Pemulung itu mengambil ponsel dan nengetikkan sesuatu.


" Halaman depan dan taman kosong. Cctv hanya satu yang terlihat berfungsi, menghadap ka arah taman. "


******


Mercedes Benz hitam keluaran baru melesat cepat membelah jalan kota. Semua penumpang bernyanyi bersahut sahutan menunjukkan keceriaan mereka.


Sampailah mereka di dekat arah tujuan.


" Beib, di depan itu belok kiri. Lurus aja ntar sampai ke rumah Sonya. " kata wanita itu kepada suaminya.


" Okay honey, aku masih ingat jalannya. Jangan khawatir.. "


Belum lagi sampai di belokan itu mereka melihat iring - iringan kendaraan. Barisan terdepan ada dua mobil yang sama dengan yang mereka tumpangi.


" Beib.. itu mobil sonya dan pengawalnya bukan ? " wanita itu bertanya sambil tetap memperhatikan barisan depan.


" Ben.. Stop ! Berhenti dulu.. " katanya lagi.

__ADS_1


******


》 Bersambung


__ADS_2