Something Wrong With...

Something Wrong With...
# Tawaran Bantuan


__ADS_3

Brrrrtttttttt..bbbrrrrssstttt..!


Suara itu terdengar lagi. Semua mata tertuju pada sebuah ponsel yang berkedap kedip lampu indikatornya. Sebuah ponsel yang sudah di rakit sedemikian rupa oleh tangan dingin Axel.


Laras segera berlari dan mengambil ponsel itu. Menekan tombol menambah volume. Berharap mendapatkan suara yang lebih jelas.


" Saya ketahuan tuan. Tadi saya kepergok seorang wanita saat keluar dari ruang itu hendak keluar menyusul Anda. "


Semuanya langsung menahan nafas saat terdengar percakapan di dalamnya.


[" Bodoh ! Kamu tahu dia siapa ? " ]


" Tidak tuan. Dia memakai topi dan masker. "


[" Bodoh ! Tidak becus ! Harusnya tadi kamu langsung pergi dari situ. " ]


" Maksud saya sebelumnya juga begitu. Tapi begitu melihat bekas pecahan kaca akibat perbuatan anda, maka saya bersihkan dulu semuanya. Saya khawatir jika suatu saat mereka datang dan menemui hal ini pasti akan mencurigai kita. "


[ " Tapi pada akhirnya malah ketahuan juga ! Apakah tadi dia tahu dan melihat wajahmu ? " ]


" M-mestinya tuan. Karena saya tidak memakai penutup wajah. "


[ " Benar - benar bodoh dan ceroboh ! Kalau memang wanita itu masih keluarga mereka pastinya tahu kalau kamu anak buahku. Sial ! " ]


" Maafkan saya tuan. Tadi juga datang seorang pria membantunya. "


[ " Apa katamu ? Membantunya ? " ]


" Betul tuan. Tadi saya sempat hampir membunuh wanita itu karena saya berfikir dia sudah melihat wajah saya. Tapi sayang, pria itu datang dan menggagalkan rencana saya. "


[ " Siapa dia ? " ] tanya suara di seberang sana terdengar sangat geram dan gusar.


" Saya tidak tahu tuan. Pria itu memakai kaca mata hitam, bajunya berkerah tinggi menutup bagian bawah wajahnya. Saya tidak begitu jelas. Yang pasti perawakannya tinggi dan tegap. "


" Hampir saja dia menangkap saya kalau tadi saya tidak melempar bom asap dan pergi. "


[ " **** ! **** !! " ] terdengar umpatan kesal berkali - kali.


Sunyi beberapa saat.


[ " Saat ini kamu dimana ? " ]


" Di gerbang depan. Saya ingin mengawasi jika sewaktu - waktu mereka keluar. Saya heran mereka masuk dari mana. "


[ " Sudah pasti mereka lewat jalan lain. Kami tadi tidak berpapasan dengan siapapun saat keluar. " ]


" Betul juga tuan. "


[ " Memang. Bukankah di rumah itu ada dua pintu gerbang dan juga dua jalan dari halaman samping ? " ]


[ " Sudahlah. Cepat pergi dari situ ! Usahamu pasti sia - sia karena mereka tidak bodoh. Apalagi setelah tadi melihatmu ada di tempat mereka. " ]

__ADS_1


" Baik tuan. "


Setelah itu tidak terdengar apapun. Hanya sekali terdengar deru mesin mobil dari kejauhan.


" Kino sudah pergi. " desis Zicko.


" Paling tidak mereka tidak berfikir tentang jalan rahasia. " Axel menimpali.


" Sampai kapan kita bersembunyi di tempat ini ? " Laras menggumam pelan.


Semuanya pun ikut berfikiran sama. Sampai kapan.


" Jika kita tetap diam saja tanpa melakukan apa - apa, suatu saat pasti kita akan membusuk di tempat ini. " Laras menambahi.


Semuanya makin tertunduk membenarkan ucapan Laras.


" Kita tunggu kabar dari pak Ben. Setelah markas kita yang baru telah sampai 90 prosen selesai kita akan keluar dari tempat ini. " Kata Zicko menumbuhkan harapan untuk Sonya dan Laras.


" Betul. Pak Ben saat ini sedang melakukan persiapan dan mencari anggota tambahan untuk melengkapi keamanan disana. " Axel menimpali.


*******


Kediaman Michelle dan Ruben


" Sepertinya Sonya berada dalam masalah pelik. Sampai - sampai mereka menunggu waktu untuk berkunjung ke tempat ini. "


" Apa kau ingin aku melakukan sesuatu untuk mereka Michie ? "


Ruben terdiam sesaat.


" Bukankah ayahmu mempunyai banyak anak buah ? Apa tidak bisa kita meminta bantuan beliau ? " Ruben mempunyai ide.


Ayah Michelle adalah seorang pemimpin salah satu klub Muay Thai yang mempunyai anggota dan anak buah yang tersebar di Indonesia dan Singapura serta beberapa tempat di Australia tempat Michelle menetap, untuk menjaga keamanan putri satu - satunya itu.


" Aku takut ayah marah kalau tahu masalah ini menyangkut tentang Yudha. Ayah masih belum bisa mengampuninya sejak tahu Yudha telah membunuh kakaknya karena masalah pekerjaan. Menyebut namanya pun ayah sangat enggan. "


" Justru mungkin ayahmu akan dengan senang hati membantumu honey. Jika memang alasannya sama, menghancurkan Yudha. Bukankah ayahmu juga bekerja sama dengan kepolisian selama ini ? "


" Hmmm.., kamu benar beib. "


" Cari tahu saja dulu, apa sebenarnya masalah yang Sonya hadapi. Jangan gegabah. Kalau memang benar ada sangkut pautnya dengan Yudha kita bisa langsung bicara dengan ayah. "


" Oke beib. Aku coba hubungi Sonya dulu. "


Michelle menggulir beberapa aplikasi di layar ponselnya mencari aplikasi whatsapp untuk menghubungi Sonya.


Sonya dulu pernah cerita kalau ayah dari anak angkatnya telah di bunuh Yudha. Mungkin Rubenku benar, latar belakang ayah dan Sonya sama tentang Yudha. Dan mungkin juga ayah mau membantunya.


Panggilan audio dari Michelle tidak terjawab. Akhirnya dia mengirim pesan menanyakan kabar kepada Sonya.


[[ *Onya kami khawatir sekali dengan keadaan kalian disana. Jika memerlukan bantuan jangan segan untuk memintanya. ]]

__ADS_1


[[ Kami siap dengan segala kemampuan kami. Bahkan jika diperlukan, kami siap untuk turun tangan langsung. ]]


[[ Apakah ini ada sangkut pautnya dengan Yudha seperti yang pernah kamu ceritakan waktu itu ? ]]


[[ Aku tunggu balasan darimu. Jangan buang - buang waktu. Mumpung kami ada di sini. ]]


βœ‰πŸ“²* ~ Sending massage ~


*******


Sonya sedang membantu Laras membuka dan memeriksa semua rekaman cctv dari halaman depan di laptop Laras ketika ponselnya bergetar berkali - kali. Dia masih lupa mematikan mode silent saat berada di pintu masuk lorong rahasia.


Saat Zicko masuk dan menanyakan tentang rekaman percakapan dari alat penyadap yang sudah di salin ke ponsel Sonya barulah dia menyadari ada beberapa panggilan dan pesan dari Michelle sahabatnya.


Ah lagi - lagi Michie menghubungiku dan aku terlambat mengetahuinya. Aku lupa kalau ponselku masih dalam mode silent.


Sonya membaca semua pesan Michelle dan berfikir beberapa saat lalu beranjak keluar untuk menemui Zicko.


" Zii, Michie menanyakan tentang masalah kita apakah berkaitan dengan Yudha. Bolehkan aku jawab dengan jujur ? "


" Selama tidak memberatkannya tidak masalah. Aku khawatir kalau mereka ikut cemas juga memikirkan keadaan kita. "


" Michie menawarkan bantuan jika memang menyangkut nama Yudha. "


Zicko menghentikan pekerjaannya di depan laptop dan langsung menatap Sonya dengan heran.


" Memangnya kenapa jika menyangkut nama Yudha ? "


" Keluarga Michie juga ada yang di bunuh oleh Yudha beberapa tahun yang lalu. " jelas Sonya.


Zicko menggeram kesal. Selama ini keluarga Michie dan keluarga Sonya mempunyai hubungan yang sangat dekat dan sudah seperti layaknya saudara dekat. Maka dari itu Zicko sangat marah jika terjadi sesuatu diantara anggota keluarganya.


" Baiklah katakan saja semuanya. Dan jika memang Michie mau membantu tunggu sampai ada informasi dari pak Ben atau nanti kita hubungi sendiri. "


" Oke Zii.. "


Sonya mengetikkan pssan balasan kepada Michelle.


[[ Michie maaf lagi - lagi aku terlambat tahu saat kamu menghubungiku. ]]


[[ Benar, semua masalah kami berkenaan dengan Yudha. Mereka hendak menculik Laras putri angkat kami. Entah apa yang mereka cari, tapi mungkin saja karena ingin merampas harta peninggalan mendiang ayah Laras. ]]


[[ Terima kasih kamu mau membantu kami. Aku sudah minta ijin ke suamiku dan dia sudah memperbolehkan.]]


[[ Tunggu sampai ada kabar selanjutnya ya.. Karena kita tidak bisa sembarangan menyerang Yudha. ]]


βœ‰πŸ“² ~ Sending massage ~


*************


》 Bersambung

__ADS_1


__ADS_2