Suami Biadab

Suami Biadab
Kisah Syal Merah


__ADS_3

David yang telah selesai dengan dokter kembali masuk ke dalam ruang UGD, melihat Rara yang merintih kesakitan membuat David sungguh tak tega. Apa yang bisa dia lakukan?


Tangan David tergerak untuk memegangi tangan Rara, dia mencoba menguatkan Rara yang sedang kesakitan.


"Kamu pasti kuat Ra, janin kamu terselamatkan," bisik David.


"Saya hamil?" tanyanya.


"Iya Ra, sudah sejalan tiga Minggu," jawab David.


Bukannya bahagia Rara malah menangis, bukannya dia tidak bersyukur karena sudah diberikan anak namun Rara takut kalau Sean akan menyakiti anaknya.


"Kenapa saya harus hamil disaat seperti ini?" Rara membuang pandangannya.


"Kamu tidak boleh bicara seperti itu Ra, anak adalah titipan dari Tuhan jadi jangan bicara seperti itu," hibur David.


Sebenarnya David bisa merasakan apa yang Rara rasakan, selama Sean tidak menyudahi dendamnya dia tidak akan bisa menerima Rara dan anak dalam kandungan Rara.


Daffa yang kebetulan merawat orang di UGD tak sengaja melihat Rara dan David, nampak Rara menangis dan ini membuat Daffa mendekatinya.


"Pak David, Rara," sapa Daffa.


David dan Rara menoleh, baik Rara maupun David nampak kaget melihat Daffa.


"Kamu anak pelayan pak Sean kan?" tanya David.


"Iya Pak David, saya yang biasanya membuatkan kopi untuk anda," jawab Daffa.


David tak menyangka kalau Daffa menjadi dokter di rumah sakit yang cukup besar di ibukota.


"Oh ya kenapa Nona Rara disini?" tanyanya kemudian.


David akhrinya menjelaskan semua, kalau Rara hampir saja keguguran dan Daffa sudah menduga kalau Ini adalah perbuatan Sean.

__ADS_1


Melihat keadaan Rara kedua pria ini saling pandang lalu mereka memutuskan untuk bicara empat mata diluar.


Entah apa yang mereka bicarakan hingga teriakan dokter membuat mereka bergegas masuk ke dalam.


"Ada apa Dok?" tanya David dan Daffa barengan.


Dokter memerintahkan suster untuk cepat bertindak sebelum keduanya tidak bisa diselamatkan.


"Daffa aku titip Rara, kalau ada apa-apa hubungi aku jangan hubungi suaminya," pesan David.


Entah kemana David pergi, dia hanya berharap semua baik-baik saja. Dia tidak ingin Sean terlalu jauh yang bisa berakibat fatal untuk Rara maupun anak yang dikandungnya.


***********


Kisah syal merah.


flashback


"Kak, apa benar perusahan itu memerlukan karyawan?" tanya Rara pada kakak sepupunya.


Rea adalah anak dari paman dan bibi Rara, dia telah menikah dengan teman kuliahnya. Saat menjalin hubungan dengan kekasihnya Rea pernah bermain api dengan seorang pria kaya, yang tak lain adalah Seon. Rea yang suka keglamoran tentu memanfaatkan Seon untuk memenuhi kebutuhannya dengan sang kekasih, inilah alasan kenapa Sean tidak pernah tau siapa kekasih adiknya. Seon diminta Rea untuk tidak mempublish hubungan mereka.


Seon yang sangat mencintai Rea melakukan apapun demi kekasihnya, hubungan mereka sudah sangat jauh bahkan mereka sudah sering tidur bersama.


Rea yang sudah sangat nyaman dengan Seon ingin memutuskan hubungannya dengan kekasihnya namun kekasihnya mengancam akan memberi tahu semua pada Seon hingga malam itu Rea menerima tawaran kekasihnya untuk memutuskan hubungannya dengan Seon meski Rea kini sangat mencintai Seon.


Tanpa di sangka saat Rea menghubungi Seon, kekasihnya malah merebut ponsel Rea dan memberitahu kalau selama ini Rea hanya memanfaatkanya saja, inilah penyebab Seon yang ingin menemui Rea untuk meminta Klarifikasi namun takdir berkata lain, Seon malah mendapatkan kecelakaan di jalan.


Untuk syal merah itu adalah pemberian Seon, syal itu khusus dia beli di Belanda dan Sean lah yang memilihkan syal itu.


Rea yang sangat ketakutan mencoba sembunyi, dia juga memutuskan hubungan dengan kekasihnya namun kelihatannya tak sampai disitu, Sean yang murka akan kematian adiknya terus mencari keberadaan kekasih adiknya.


Rea terus dihantui rasa bersalah sehingga ingin mengambinghitamkan Rara, Rara gadis lugu yang jauh-jauh dari kampung untuk mencari pekerjaan di kota.

__ADS_1


Rea yang tau kalau perusahan Sean memerlukan staf membujuk Rara supaya bekerja disana, saat itulah Rea memberikan syal merahnya untuk Rara, kondisi Rara yang kurang fit membuat skenario Rea berjalan dengan lancar.


"Pakailah syal ini, aku lihat kamu kurang enak badan," bujuk Rea.


Tanpa curiga Rara menerima syal merah tersebut lalu memakainya.


Hati Rara sangat senang karena dia diterima kerja di kantor Sean sebagai sekretaris, Rea tidak menduga kalau Sean malah menerima Rara sebagai sekretarisnya, apa Sean sudah melupakan semuanya? dan tidak ingin mencari kekasih Seon lagi?


Keesokannya Sean sendiri yang mengantar Rara pulang, Sean sangat perhatian terhadap Rara, Rara bak ratu, mulai memakai sabuk pengaman hingga membukakan pintu mobil semua Sean yang melakukan, dia benar-benar melayani Rara nampak terlihat kalau Sean sangat menyayangi Rara.


Di kantor Sean terus ingin dekat dengan Rara, dia memulai memikat Rara dengan kelembutan-kelembutan serta rayuan gombal maut yang membuat Rara semakin klepek-klepek.


Akting Sean sungguh memukau, dalam hitungan hari Rara sudah benar-benar jatuh hati pada Sean, hingga hari dimana Sean melamarnya.


Tanpa pikir panjang Rara langsung menerima lamaran Sean, banyak yang Sean janjikan untuk Rara sehingga membuat wanita polos ini terbuai akan janji-janji manis yang Sean ucapkan


"Semua akan aku berikan untuk kamu sayang, aku sangat mencintai kamu dengan sepenuh hatiku," kata Sean yang membuat Rara percaya akan akting Sean.


Dengan David Sean merencanakan semua, David sangat tidak setuju namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, mengingat kalau memang kekasih Seon sangat keterlaluan.


Pagi itu Sean menemui paman dan bibi Rara, dia ingin berbicara empat mata terkait niat suci untuk menikahi Rara.


Tak ada alasan bagi paman dan bibi untuk menolak lamaran Sean, setiap hari Sean selalu mengantar dan menjemput Rara tak hanya itu Sean juga sering membawakan makanan dan hadiah-hadiah untuk mereka.


"Kami sangat merestui, nak Sean, paman dan Bibi yakin kalau Rara akan bahagia bersanding dengan nak Sean," kata Bibi.


Sean tersenyum menatap Rara, dia juga menggenggam tangan Rara dan berkali-kali mengecupnya.


"Tenang saja Bibi, saya telah jatuh hati pada Rara jadi apapun akan saya lakukan untuknya," sahut Sean.


Wanita mana yang tidak terbuai dengan ucapan Sean, Rara yang sudah memimpikan rumah tangga yang indah pun tak sabar untuk menikah dengan Sean, malam pertama yang romantis, bulan madu ke Eropa, serta hal-hal indah yang Sean ucapkan.


Seusai menikah nampak semua bahagia, paman dan bibi sangat rela melepas Rara, apalagi sayang sangat mencintai Rara, namun semua itu berubah setelah Sean membawa Rara pulang.

__ADS_1


Alih-alih ingin malam pertama yang romantis Rara malah disiksa tak karu-karuan oleh Sean.


Flashback off.


__ADS_2