Suami Biadab

Suami Biadab
Jangan berubah Mas


__ADS_3

Rara menatap Daffa yang dengan tatapan tak biasa, apa mungkin Daffa tau kalau itu adalah perbuatan Sean?


"Apa maksud kamu mas?" tanya Rara dengan tertawa.


"Sudahlah Ra, aku sadar secinta apapun aku sama kamu, kamu tetap mencintai Sean, karena cinta kamu udah kamu patri untuk dia," ungkap Daffa.


Rara menunduk, memang benar apa yang dikatakan Daffa, cintanya untuk Sean bukan untuk yang lainnya.


"Maafkan aku mas, maafkan aku yang plin plan, yang tidak bisa mengambil keputusan dengan siapa aku akan melabuhkan diriku," sahut Rara.


"Awalnya aku tidak peduli dengan perasaanmu karena lima tahun ini aku lah pemilik dirimu namun aku salah, Sean tetap cintamu bukan aku," ungkap Daffa.


Rara menjatuhkan air matanya, entah mengapa dia begitu tega pada Daffa yang selama ini mengorbankan segalanya demi dia dan juga Albert.


Rara beranjak dari tempat duduknya, dia menghampiri Daffa dan langsung memeluknya.


"Maafkan aku mas, maafkan aku," kata Rara sambil menangis.


Daffa juga beranjak dari tempat duduknya, dia juga memeluk Rara dengan erat, meskipun Rara telah membuat hatinya terluka namun Daffa tidak dapat membencinya.


"Jangan meminta maaf, kamu nggak salah Ra. Dalam dunia percintaan kecewa, sakit dan juga bahagia adalah hal yang biasa," sahut Daffa.


Rara semakin memeluk Daffa dengan erat sungguh beruntungnya dia karena menjadi wanita yang sangat dicintai Daffa.


"Dari milyaran wanita, akulah yang paling beruntung mas karena dicintai kamu," ucap Rara.


"Tapi aku yang nggak beruntung," timpal Daffa.


Keesokan harinya pagi sekali Daffa keluar dengan kopernya hal ini tentu membuat Rara heran.


"Mas kamu mau kemana?" tanya Rara.

__ADS_1


Daffa tersenyum lalu memegang kedua pundak Rara.


"Aku mau pindah Ra, kamu kan sudah bersama Sean jadi aku tidak akan menghalangi hubungan kalian," jawab Daffa.


Mata Rara seketika membasah, dia sungguh tidak ingin Daffa pergi dari rumahnya sendiri lagipula dia juga tidak ingin Albert sedih jika tau kalau Daddy nya pergi.


"Aku mohon jangan pergi mas," kata Rara dengan menangis.


"Tapi kita nggak bisa tinggal bersama Ra," sahut Daffa.


"Apa kamu nggak kasian dengan Albert mas? dia pasti sangat sedih kalau tau jika daddy nya pergi," bujuk Rara.


Daffa nampak bingung, dia kini menjadi bingung apa mungkin mereka tinggal bersama meski tidak ada hubungan apa-apa?


Tanpa diduga Rara berlutut di depan Daffa dia tidak ingin Daffa pergi dari sisinya maupun Albert, memang terkesan egois tapi dia tidak memiliki pilihan lain, bagi Rara dan Albert sesosok Daffa sangat berarti meski dia tidak pernah bisa mencintainya.


"Ra apa yang kamu lakukan?" tanya Daffa.


"Aku mohon mas, please jangan pergi." Rara terus memohon.


"Baiklah, aku akan tinggal beberapa waktu ke depan, tapi selama itu kamu beritahu Albert kalau Daddy-nya adalah Sean bukan aku," pinta Daffa


Rara sebenarnya tidak setuju namun dia juga tidak bisa mencegah Daffa untuk selalu berada di sisinya.


"Baiklah mas," sahut Rara.


**********


Semenjak saat itu sikap Daffa mulai berubah terhadap Rara, dia berangkat pagi dan pulang larut, ini sengaja dia lakukan agar bisa terbiasa tanpa Rara maupun Albert bukannya dia tidak sayang namun Daffa tau diri jika dia bukanlah ayah kandung Albert.


"Mommy, kenapa Daddy sekarang berubah?" tanya Albert dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


Rara nampak bingung, dia tau kalau Daffa sengaja menjauhi mereka.


"Daddy sibuk sayang," jawab Rara.


Albert pergi meninggalkan mommy nya entah mengapa Albert merasa sedih dengan perubahan Daffa.


Rara menangis melihat anaknya bersedih, dia tidak menyangka kalau semua jadi seperti ini.


"Kenapa jadi begini," gumam Rara dengan terisak.


Rara ingin bicara dengan Daffa, dia ingin Daffa mau meluangkan waktunya untuk Albert tapi hingga pukul dua belas malam Daffa tak kunjung datang dan ini membuat Rara cemas.


Satu jam berlalu terdengar mobil Daffa memasuki halaman rumah mereka.


Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu dibuka.


"Mas, kamu baru pulang?" tanya Rara.


"Iya," jawab Daffa singkat.


"Mas bisa kita bicara sebentar?" tanya Rara.


"Aku lelah Ra, kita bicara besok saja," jawab Daffa lalu pergi meninggalkan Rara yang masih berdiri di tempatnya.


Tangis Rara pecah saat Daffa pergi meninggalkannya, dia sangat sedih akan perubahan Daffa tapi meski ini normal dilakukan oleh seseorang yang cintanya tidak berbalas.


Rara pergi ke kamar Albert, dia ingin menemani sang buah hatinya tidur.


"Maafkan mommy sayang," bisik Rara kemudian menciumi wajah anaknya.


Saat ingin merebahkan dirinya Rara melihat foto keluarga kecil mereka di samping tubuh Albert.

__ADS_1


Seketika Rara terisak, dia bisa merasakan betapa sedihnya Albert.


"Aku mohon mas jangan berubah kasian Albert," gumam Rara


__ADS_2