
Setiap hari Sean selalu memandangi meja dan kursi yang tak jauh dari meja kerjanya, ya di situlah biasanya Rara selalu dia paksa untuk mengerjakan sesuatu diluar nalar.
Mata Sean membasah, ingatan betapa kejamnya dirinya terus saja merasuk membuat jiwa yang dirundung rasa sesal semakin tak berdaya.
"Maafkan aku Ra, maafkan aku," gumamnya.
Dari luar David nampak iba, namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, Rara telah pergi meninggalkannya.
Puas memikirkan Rara, Sean mengambil foto yang dia temukan di kamar kembarannya Seon, dia nampak tidak asing dengan wanita yang ada di dalam foto tersebut.
"Wanita ini nampak tidak asing," batin Sean.
Sean membuka kembali memorinya, dan betapa kagetnya dia saat mengingat kalau ternyata wanita ini adalah wanita yang sering dia temui di rumah paman dan Bibi Rara.
"Jadi...."
Sean segera memanggil David, dia ingin David menyelidiki yang ada di dalam foto.
"Selidiki wanita ini," titah Sean sambil memberikan foto pada David.
David nampak kaget melihat foto itu.
"Anda memiliki foto ini kenapa masih menuduh Rara?" tanya David sambil menatap foto wanita tersebut.
"Aku baru menemukannya di kamar Seon," jawab Sean.
Tak ingin membuang waktu, sayang segera memerintahkan David untuk menyelidiki foto wanita yang ada di dalam foto.
Beberapa waktu kemudian David mendapatkan semua informasi tentang wanita tersebut, dia bernama Rea, yang merupakan kakak sepupu Rara.
Beberapa tahun yang lalu dia menjalin hubungan dengan seorang pria kaya yang tak lain adalah Seon, disini sayang bukanlah kekasih satu-satunya, selain Seon dia memiliki kekasih lain lebih tepatnya Seon adalah selingkuhannya.
Niat awalnya hanya ingin memanfaatkan Seon namun cinta malah datang dan membuat Rea mencintai Seon.
__ADS_1
Kekasih Rea tidak terima sehingga dia mengancam Rea akan memberitahukan semuanya pada Seon jika Rea tidak meninggalkan Seon.
Rea tidak memiliki pilihan lain selain memutuskan hubungannya dengan Seon.
David sungguh tak habis pikir dengan Rea yang mempermainkan cinta Seon hingga menyebabkan kematian Seon.
Setelah itu David datang kembali ke ruangan Sean, Iya memberikan info yang telah dia dapat.
"info yang saya dapat tidak menjelaskan siapa kekasih Rea, namun ciri-ciri pria tersebut persis sekali dengan Tuan Seon," jelas David.
Sean sangat murka, darahnya mendidih. Rea tak hanya membuat saudara kembarnya meninggal, tapi dia juga telah membuat dirinya salah paham pada Rara yang ujungnya membuat Rara dan anaknya meninggal.
"Bawa dia kemari David," titah Sean.
"Akan aku bunuh dia dengan tanganku sendiri," sambungnya.
David menghela nafas, membunuh bukanlah balas dendam terindah, tidak cukuplah Rara dan anak yang dikandungnya yang jadi korban? sehingga kini harus melenyapkan orang?
"Tuan, membunuhnya tidak akan menyelesaikan masalah, di atas Tuan Seon juga pasti akan sedih jika kakaknya membunuh orang yang telah dicintainya tak hanya Tuan Seon, Rara dan anak anda juga akan begitu,"
"Apa yang harus aku lakukan David? wanita ini yang membuat Seon meninggal tak hanya itu dia yang membuat aku salah paham pada Rara," kata Sean dengan lirih.
Kematian Seon sudah takdir Tuhan hanya saja perantaranya lewat Rea, kalau kesalahpahaman tentang Rara itu murni kesalahan Sean karena tidak menyelidiki dulu siapa pemilik asli syal itu, dia langsung menyimpulkan begitu saja bahkan saran dari David pun tidak diindahkan.
"Sudahlah pak, semua sudah skenario dari sang penulis, kita pemain hanya bisa menerima takdir kita masing-masing," hibur David.
Akhirnya Sean memutuskan untuk membuat pria menyesal seumur hidup, dia meminta David agar Rea dan kekasihnya dikeluarkan dari pekerjaannya, Tak hanya itu dia juga meminta semua perusahaan supaya tidak ada yang mau menerima mereka berdua.
"Ide bagus Tuan, dengan begini dia akan mengingat Tuan Seon yang telah memberi segalanya," timpal David.
Hari pembalasan telah dilakukan, David meminta CEO perusahaan tempat Rea bekerja untuk mengeluarkan Rea, meski dibilang tidak profesional namun CEO tidak memiliki pilihan, iming-iming dengan perusahaan tentu lebih menjanjikan daripada mempertahankan seorang staf seperti Rea.
"Baiklah pak David," kata CEO dengan menjabat tangan David.
__ADS_1
Sebenarnya tidak hanya Sean, dirinya juga kesal pada Rea yang telah mengambinghitamkan Rara.
Tanpa alasan yang jelas Rea dipanggil dan dikeluarkan, dia juga hanya mendapatkan pesangon sedikit tentu ini membuat Rea merasa diperlakukan tidak adil, tak hanya Rea kekasihnya yang bernama Rio juga sama, mereka berdua dipecat tanpa tau apa kesalahan mereka.
"Aku heran kita kenapa dipecat dengan tidak hormat seperti ini padahal kita tidak membuat kesalahan," protes Rea.
"Ya sudah kita bisa melamar lagi di perusahaan lain," hibur Rio.
*********
Di sisi lain Sean nampak senang karena Rea dan kekasihnya telah dikeluarkan dari tempat mereka bekerja, ini adalah awal kehancuran mereka karena Sean akan terus memantau dan siap menghancurkan apa yang mereka lakukan.
Meskipun telah membuat Rea dan kekasihnya hancur namun Sean tidak bisa melupakan Rara, setiap hari dia terus datang ke makan Rara dengan membawa bunga kesukaan Rara.
"Rara sayang, aku datang dengan membawa bunga kesukaan kamu, bagaimana kabar anak kita? dia baik-baik saja akan di dalam perut. Maafkan aku, maafkan aku,"
Lagi-lagi tangis Sean pecah, dia sangat menyesali semuanya namun Rara tidak akan pernah kembali lagi.
David nampak membasah melihat Sean tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.
"Rara akan baik-baik saja Tuan, anak anda juga pasti akan tumbuh dengan baik disana, berdoalah saja untuk mereka," hibur David.
Lima tahun kemudian.
Begitulah setiap harinya, Sean selalu mendatangi pusara Rara, dia selalu membawa bunga kesukaan Rara hingga tak terasa lima tahun telah berlalu.
Rasa cinta untuk Rara tidak pernah padam begitu pula dengan rasa sesalnya, ingatan-ingatan akan siksaan pedih yang dia berikan untuk Rara membuat Sean menjadi orang yang pendiam, dia melampiaskan semua pada pekerjaan.
"Rara sayang, tak terasa kamu telah meninggalkan aku selama lima tahun, anak kita pasti lahir kan? jika dia cewek pasti cantik seperti kamu jika cowok pasti seperti aku," katanya dengan air mata yang jatuh.
"Tidak bisakah kalian datang dalam mimpi aku, aku ingin melihat kalian, aku sangat merindukan kalian," sambungnya.
David kali ini ikut jongkok, entah mengapa dia menawarkan bahunya untuk tempat Sean bersandar dia tau dan paham jika Sean sangat rapuh, lima tahun tersiksa rasa sesal dan terpenjara sepi.
__ADS_1
"Kuatkan hati anda pak, ada saya disini yang siap diperintah dan tempat mendengarkan curahan hati anda,"