
Sean kembali melanjutkan aktivitasnya, terlihat Rara sangat menikmati permainan lidah Sean.
"Mas udah mas," kata Rara.
Mana mungkin Sean mau melepaskan Rara, lima tahun dirinya memendam kerinduan pada sang istri dan saat ini adakah momen dimana dirinya bisa mengikat istrinya kembali.
Sean menarik resleting baju Rara, kini Rara benar-benar polis tanpa ada sehelai benang yang menutupi tubuhnya.
Kejantanan Sean memuncak, hasratnya telah di ubun-ubun yang siap untuk dikeluarkan.
Puas memainkan bagian sensitif Rara, Sean menjamah bagian tubuh lain, yaitu bibir Rara dia terus melu-mat dengan panas membuat Rara semakin menggeliat.
Puas di bibir dia turun di leher, Sean terus mengendus tanpa mau berhenti, dia juga meninggalkan jejak disana, inilah niatan Sean dia ingin membuat Daffa sadar kalau Rara adalah miliknya.
"Mas kenapa ninggal jejak?" tanya Rara dengan suara yang berat.
"Terbawa nafsu sayang," jawab Sean.
Setelah menjelajah pegunungan kembar Rara, Sean langsung saja melepas pakaian yang menempel di tubuhnya tak ingin Rara menunggu lama dia segera melakukan penyatuan.
"Aaahhh, mas," teriak Rara saat bagian sensitifnya diterjang oleh Sean.
Di sisi lain Daffa nampak tak tenang, hatinya sungguh sakit membayangkan Sean dan Rara, Daffa bolak balik melihat jendela dia sungguh tak tenang.
Waktu terus berlalu, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul enam sore namun Rara masih saja belum kembali.
"Kenapa lama sekali?" gumam Daffa.
__ADS_1
Daffa yang tidak tenang memutuskan untuk menemui David bersama Albert.
Berhubung David berada di apartemen, dia pun meminta Daffa untuk datang ke apartemennya.
Sean yang memintanya untuk menetap di Inggris membuat David membeli satu unit apartemen, karena tidak mungkin jika terus tinggal di hotel. Dia dan Sean memiliki unit apartemen di tempat yang sama hanya saja tipe yang David beli lebih rendah daripada tipe yang dibeli Sean.
Saat memarkirkan mobilnya di basemen tanpa sengaja Daffa melihat mobil Sean.
Hatinya sangat sesak membayangkan apa yang telah dilakukan Rara dan juga Sean.
"Dad, ayo kita masuk." Albert menarik baju Daffa.
"Iya ayo," sahut Daffa dengan tersenyum.
Inilah yang dinamakan sakit tapi tidak berdarah, Daffa tidak bisa melakukan apa-apa karena memang Rara masih istri sah Sean.
"Albert pakailah laptop uncle di kamar, kalau kamu lelah tiduran disana." David tidak ingin Albert mendengar pembicaraan mereka.
Bocah kecil ini menurut saja, dia sungguh senang bermain dengan laptop daripada mendengarkan orang dewasa bicara.
Sebelum memberikan sarannya, David mengambilkan minuman terlebih dahulu.
"Minum dulu Daffa." David menyodorkan minuman untuk Daffa.
"Terima kasih," sahut Daffa.
David dan Daffa menikmati minumannya hingga suara David membuyarkan keheningan diantara mereka.
__ADS_1
"Relakan Rara, Daffa," saran David yang membuat Daffa menatapnya dengan tatapan heran.
"Bagaiamana bisa saya merelakan Rara," sahut Daffa.
"Saya begitu sangat mencintainya Tuan David," imbuh Daffa.
"Justru karena kamu mencintai maka relakan dia, jangan sampai cinta kamu berubah menjadi obsesi Daffa," jelas David.
Daffa terdiam, membayangkan saja dia sangat ketakutan bagaimana jika hal itu benar-benar terjadi.
"Apa kamu selamanya seperti ini? baik Rara dan kamu nggak akan ada yang bahagia," kata David.
"Semua keputusan ada di tangan kamu, kalau Rara aku yakin dia lebih berat dirimu meskipun di hatinya ada Sean, aku paham karakternya Daffa,"
"Tapi hari ini dia pergi bersama Tuan Sean, bahkan sekarang dia berada di apartemen ini Tuan," sahut Daffa.
David terperangah mendengar ucapan Daffa, kalau mereka berdua di apartemen kemungkinan mereka melepas rindu.
"Kamu yakin?" tanya David.
"Yakin," jawab Daffa.
David menggelengkan kepala, dia sungguh bingung dengan perasan Daffa, Rara maupun Sean tanpa memikirkan nasib perasannya sama sekali yang juga mencintai Rara.
"Entahlah Daffa, aku sungguh bingung memikirkan skenario cerita kita, kenapa satu wanita menjadi rebutan seperti nggak ada wanita lain saja," kata David.
Daffa juga tidak tau, dirinya juga bingung harus bagaimana, apa dirinya melepaskan saja cinta yang selama ini dia jaga atau mempertahankan Rara untuk selalu di sisinya meski Rara tidak mencintainya?
__ADS_1