Suami Biadab

Suami Biadab
Maafkan Aku


__ADS_3

"Anda kenapa Pak?" tanya David saat dirinya masuk ke dalam ruangan Sean.


"Rara meminta aku untuk menjemputnya dan juga Albert di sekolah, tapi entah mengapa firasatku tidak enak," jawab Sean.


David mengerutkan alisnya, ternyata tidak hanya Sean yang memiliki firasat tidak baik, dirinya juga sama, ada apakah?


"Saya juga pak, tapi kita berdoa saja mudah-mudahan hanya pikiran kita saja, oh ya nanti apa perlu saja antar ke sekolah Albert?" tanya David lagi.


David mencoba menenangkan dirinya dan juga Sean, meski sebenarnya dirinya sangat risau.


"Boleh, nanti setelah dari sekolah antar aku ke apartemen karena Rara ingin bicara penting denganku," jawab Sean.


"Siap pak," sahut David.


Selepas kepergian David, Sean risau kembali dadanya semakin bergejolak, dirinya benar-benar risau.


"Firasat apakah ini?" gumam Sean.


*******

__ADS_1


Sepanjang lorong rumah sakit Rara menangis, tidak bisa dipungkiri jika ada rasa kehilangan dalam dirinya karena bagaimanapun juga selama lima tahun mereka bersama.


"Maafkan aku mas, maafkan mommy Albert," gumam Rara.


Di loby rumah sakit Rara duduk sejenak untuk memesan taksi online, dia akan pergi ke sekolah Albert untuk menjemput buah hatinya sekaligus ketemuan dengan Sean.


Sambil menunggu, Rara mengirim pesan kepada Sean, dia bilang kalau ingin tinggal bersama Sean, dia juga meminta Sean untuk bilang kepada Albert jika dia adalah ayah biologis Albert.


Belum sempat menerima balasan dari Sean, taksi yang dipesan sudah menunggu di depan loby sehingga Rara bergegas keluar dan meninggalkan rumah sakit.


Sebelum naik mobil, Rara menatap kembali rumah sakit tempat Daffa bekerja, dia sungguh tidak menyangka jika kebersamaannya dengan Daffa hanya sampai sini saja.


Sopir taksi meminta Rara untuk masuk mengingat dibelakang sudah banyak mobil yang menunggu.


Saat di dalam mobil Rara mengambil ponselnya dirinya membuka galery dan melihat foto keluarga kecilnya bersama Daffa.


Air matanya meleleh, Rara sungguh merasa bersalah pada Daffa tapi dia juga tidak bisa membohongi perasannya, cintanya untuk Sean telah melekat di hatinya tanpa bisa digantikan oleh pria lain termasuk Daffa.


"Maafkan aku mas Daffa, maafkan wanita yang tidak tau diri ini," gumam Rara.

__ADS_1


Kini gantian dia melihat foto-foto Sean, kenangan indah dan buruk bersama Sean kini teringat kembali, memang Sean sangat biadab, tapi itu semua juga karena Rea sepupunya yang telah mempermainkan Seon saudara kembar Sean.


Tanpa terasa taksi yang Rara tumpangi sudah tiba di seberang sekolah Albert. Setelah membayar Rara bergegas turun.


"Ternyata Albert belum pulang," gumam Rara.


Karena belum waktunya pulang, Rara memutuskan untuk membeli es krim kesukaan Albert yang berada tak jauh dari sekolah.


"Es krim coklat, strawberry dan vanila jadi satu ya pak," kata Rara.


Beberapa hari ini mood Albert sangat buruk siapa tau setelah makan es krim mood anaknya sedikit lebih baik.


Tanpa Rara sadari di beberapa titik anak buah Daniel telah mengintai sekolah Albert ternyata inilah rencana mereka, mengincar Albert.


Daniel tau jika Sean baru saja bersama anaknya, oleh karena ini dia ingin menghabisi nyawa Albert agar Sean hancur karena kehilangan anaknya.


Dari kejauhan nampak Albert keluar dari sekolah, dari seberang Rara melambaikan tangannya sambil menunjukan es krim yang dia bawa.


Albert nampak ingin menyeberang menghampiri Rara tapi dari kejauhan nampak sebuah mobil yang bergerak menuju arah Albert.

__ADS_1


"Albert awas!" teriak Rara


__ADS_2