
Takut kehilangan Rara membuat Daffa ingin menjauhkan Rara dan Albert dari Sean, dia segera menghubungi David untuk diajak diskusi, karena menurutnya kalau sampai Sean tau, tak hanya Rara yang akan diambil, dirinya dan David sudah pasti akan menjadi sasaran amarah Sean.
"Nanti malam kita bahas ini," kata David dalam sambungan teleponnya.
Malam harinya, Daffa dan David bertemu di sebuah bar yang tidak jauh dari rumah Daffa.
"Aku harus membawa keluarga kecilku pergi dari sini Tuan David," kata Daffa.
David melirik Daffa, bagaiamana bisa Daffa bilang keluarga kecil.
"Mereka bukan bagian dari keluarga kecil kamu, Karena bagaimanapun juga Rara masih istri sah dari Sean," sahut David.
Daffa nampak fruatasi, dia paham dan tau akan hal itu namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Aku tahu tapi selama ini akulah yang menjaga mereka," balas Daffa.
David menghela nafas dan membenarkan ucapan kata, tapi melihat siang dan Albert begitu akrab David mulai berubah pikiran. Dia malah ingin mempertemukan mereka meskipun dia paham semua konsekuensinya.
Menurut David Albert harus tahu siapa ayah kandungnya, setelah itu jika Rara memang tidak bisa menerima Sean kembali, Rara bisa mengajukan surat cerai dan menikah dengan Daffa.
"Nggak! nggak! aku nggak setuju," tolak Daffa.
"Setuju nggak setuju tapi itulah kenyataannya Daffa, sampai kapan kamu dan Rara akan menjalin hubungan seperti ini, tentunya kamu inginkan menikahi Rara secara resmi," kata David mencoba membujuk Daffa.
Daffa nampak terdiam, memang dia ingin menikahi Rara secara resmi dan membangun rumah tangga yang utuh layaknya suami istri pada umumnya namun dia harus mempertemukan Rara dan Sean terlebih dahulu.
"Dengar Daffa, kita sudah berhasil 5 tahun menyembunyikan Rara, untuk selanjutnya aku nggak yakin." ungkap David.
__ADS_1
"Apalagi Sean juga sudah curiga saat melihat begitu banyaknya persamaan dirinya dan juga Albert," sambung David.
Daffa hanya bisa terdiam, Iya sungguh tak tahu harus bagaimana. Rara dan Albert telah menjadi bagian dari hidupnya, jika mereka pergi lantas bagaimana dengan dirinya?
"Entahlah pak David, saya tidak tau," kata Daffa lalu pamit pulang.
David menatap nanar punggung Daffa yang pergi menjauh, dia sangat kasihan pada Daffa karena bagaimanapun juga selama 5 tahun ini dialah yang mendampingi Rara dan Albert tapi David juga sangat kasihan pada Sean karena selama 5 tahun ini saya juga sudah menyesali perbuatannya, apalagi dia nampak sangat menyayangi Albert.
"Haduh. Lalu bagaimana dengan aku?" David bermonolog dengan dirinya sendiri.
Sesampainya di rumah, Daffa langsung memeluk Rara, dia sungguh tak sanggup jika harus kehilangan Rara dan juga Albert.
"Please jangan tinggalkan aku," bisik Daffa dengan mata yang membasah.
Rara melerai pelukan mereka, dia menatap Daffa dengan tatapan bertanya-tanya.
"Aku mohon jangan tinggalkan aku Ra, aku sangat mencintai kamu dan Albert," jawab Daffa yang membuat Rara membasah juga.
Selama ini dia bisa merasakan cinta Daffa yang begitu besar untuknya namun sampai saat ini dirinya masih belum bisa membuka hatinya untuk orang lain, bukan dia ingin kembali kepada Sean namun hatinya seakan mati rasa, perasaan cinta sekaan hilang dari hatinya.
"Aku tidak akan meninggalkan kamu Mas," kata Rara.
"Bagaimana kalau dia datang lalu membawamu dan Albert pergi dari sisiku," sahut Daffa.
Rara terdiam membatu, apa yang dimaksud Daffa adalah Sean? suami yang telah menyiksanya tanpa ampun bahkan hampir saja membunuh anaknya?
"Apa maksud kamu adalah Sean mas?" tanya Rara.
__ADS_1
"Iya, Ra, aku tak bisa hidup tanpa kalian," jawab Daffa.
Rara terdiam, ingatan-ingatan yang tidak pernah dia ingat kini perlahan masuk kembali, kekejaman Sean perlahan masuk ke dalam ingatannya sehingga membuat rola terduduk lalu berteriak sekeras-kerasnya.
"Ampuni saya tuan Sean," teriak Rara.
Daffa nampak membola melihat Rara yang berteriak, dia lupa seharusnya dia tidak pernah menyinggung Sean di depan Rara karena tentu hal itu berpengaruh akan kesehatan mental Rara, mengingat selama ini Rara telah mengkonsumsi obat anti depresan.
Daffa segera membawa Rara masuk ke dalam kamar, dia segera menyuntikkan obat pada Rara agar Rara tenang.
"Maafkan aku Ra, maafkan aku. Sungguh tak ada maksud membuat kamu seperti ini." Dafa terus saja mencuri punggung tangan Rara.
Daffa yang tidak tahu harus bagaimana hanya terdiam, dia pasrah akan nasibnya kini namun yang dia tidak inginkan adalah keadaan Rara yang semakin memburuk jika bertemu Sean.
Daffa memotret keadaan Rara lalu mengirimkannya kepada David, dia menjelaskan kalau beginilah keadaan Rara jika dia teringat akan trauma di masa lalunya.
David yang menerima pesan dari Dafa pun nampak bingung, bagaimana bisa keadaannya menjadi serumit ini.
"Aarrrggg, entahlah," kata David dengan mengusap rambutnya.
Saat bersamaan Sean menghubungi David, dirinya ingin sekali bertemu dengan orang tua Albert bagaimanapun juga dia sangat penasaran kepada orang tua Albert.
"Untuk apa sih Tuan bertemu dengan orang tua Albert?" tanya David.
"Aku hanya penasaran saja bagaimana bisa Albert sangat mirip denganku, aku merasa kalau Albert adalah anakku," jawab Sean.
Kepala David semakin berdenyut, di sisi lain dia ingin mempertemukan Sean dan Rara, tapi di sisi lain dia tidak ingin membangunkan trauma Rara yang sudah lama tertidur.
__ADS_1
"Kenapa sih jadi begini?"