
"Disisi lain seorang pria duduk dengan meremas kertas yang ada di tangannya, dirinya sungguh murka karena perusahaan yang baru berdiri menjadi pesaing terberatnya bahkan telah membuat pasarnya beralih.
"Brengsek Sean, aku tidak menyangka perusahaan yang baru berdiri mampu menjadi pesaing terberat perusahaanku," umpat seorang pria yang bernama Daniel.
Daniel adalah seorang CEO muda sama seperti Sean, sebelum perusahaan Sea berdiri, perusahaannya selalu menang tender, dia menjadi salah satu CEO muda yang berbakat namun kehadiran perusahaan Sean telah merubah segalanya.
Posisi perusahannya perlahan turun dan ini semua karena perusahaan Sean.
Daniel berusaha sportif untuk mengalahkan perusahaan Sean, namun perusahaan Sean lebih inovatif, mereka memiliki terobosan baru yang tidak terpikirkan oleh perusahaan Daniel.
"Kelihatannya untuk melawanmu aku harus menggunakan cara yang licik," gumam Daniel dengan tersenyum licik.
Daniel meminta orangnya untuk mencari informasi terkait Sean, entah apa yang akan dilakukan Daniel hanya Daniel yang tau.
Waktu terus berlalu, Rara yang tidak ingin menyakiti Daffa mencoba untuk menghindari Sean, dia tidak ingin Daffa terus tersakiti jika dirinya masih bertemu dengan Sean. Hal ini tentu membuat Sean khawatir, dia takut kalau terjadi apa-apa dengan Rara.
"Mommy kamu kenapa tidak mau menemui paman?" tanya Sean saat dirinya menjemput Albert.
"Mana Albert tau paman," jawab bocah polos ini.
Sean yang tak bisa menahan rindunya memutuskan untuk menemuinya di rumah meski Rara melarangnya untuk datang ke rumah.
Kali ini dirinya sendiri yang mengantar Albert pulang, dirinya sungguh ingin bertemu dengan Rara.
"Ada Daddy, paman," celetuk Albert saat melihat mobil Daffa sudah terparkir di halaman rumahnya.
__ADS_1
Selama ini Sean belum pernah bertemu dengan Daffa secara langsung namun dia tau kalau Daffa lah yang selama ini menemani Rara.
Sean segera turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Albert.
"Terima kasih paman," kata Albert dengan tersenyum.
Albert berlari lalu memanggil Rara namun bukannya Rara yang keluar melainkan Daffa.
Daffa segera memeluk Albert kemudian menggendong anaknya tersebut.
"Daddy ada paman." Albert menunjuk Sean yang berjalan ke arahnya.
Pandangan Sean dan Daffa saling bertemu, inilah pertemuan pertama mereka setelah lima tahun mereka tidak bertemu.
"Baik Daddy," sahut Albert.
Setelah Albert masuk, Daffa meminta Sean untuk duduk di bangku taman rumahnya, dia ingin bicara empat mata dengan Sean.
"Bagaiamana kabar kamu Daffa?" tanya Sean.
"Kabar saya baik Tuan Sean, anda sendiri bagaimana?" jawab dan tanya Daffa.
"Aku baik," jawab Sean.
"Aku tidak menyangka saja kamu dan David tega membohongi aku Daffa," imbuh Sean.
__ADS_1
Daffa hanya tersenyum, lalu dirinya beranjak dan berjalan ke tepi kolam ikan.
"Saya tidak rela jika anda terus menyakitinya Tuan," sahut Daffa.
"Kamu juga mencintainya?" tanya Sean.
Daffa mengangguk kemudian dirinya membalikan tubuh lalu menatap Sean dengan lekat.
"Saya mohon menjauh lah dadi Rara dan juga Albert Tuan, mereka sudah bahagia tanpa anda," pinta Daffa dengan mata yang membasah.
Sean sangat shock dengan permintaan Daffa, bagaimana bisa Daffa memintanya untuk pergi menjauh dari Rara maupun Albert.
"Apa maksud kamu Daffa? Rara adalah istriku sedangkan Albert adalah anakku bagaimana bisa kamu memintaku untuk menjauhi mereka? seharusnya yang menjauhi mereka adalah dirimu." Sean tidak terima jika dirinya diminta untuk menjauhi Rara dan juga Albert.
"Saya tahu tapi selama lima tahun ini sayalah yang menggantikan posisi anda tuan," timpal Daffa.
"Aku tidak memintamu untuk menggantikan posisiku, semua ini adalah rencanamu dan juga David yang memisahkan aku dari istriku dan juga anakku," ucap Sean yang membuat Daffa terdiam.
Tak bisa dipungkiri memang Daffa dan David lah yang telah memisahkan Rara dan juga Sean.
"Ingat Daffa sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan Rara maupun Albert, seharusnya kamu bersyukur karena aku masih membiarkan mereka untuk tetap tinggal bersama kamu," sambung Sean.
tak ingin berdebat dengan Daffa memutuskan untuk pulang namun sebelumnya dia ingin bertemu dengan Rara.
"Mohon maaf Tuan, Rara tidak mau bertemu dengan Anda."
__ADS_1