
Doa buruk takkan di terima langit dan mungkin akan kembali pada orang yang berdoa. Sedangkan doa baik akan tembus langit dan terkabul.
____
Beberapa alat medis menempel di bagian tubuh Zila yang saat ini akan di pindahkan ke ruang operasi. Wanita itu bagai mayat hidup dengan wajah yang terlihat sangat pucat. Saat pintu UGD terbuka Zidan segera mendekat pada Zila yang terbaring di atas brankar. Suster mendorong brankar itu menuju ruang operasi.
Tidak ada satu patah kata pun keluar dari bibir Zidan yang saat ini merasakan kesedihan yang sangat menyesakkan dada kala melihat keadaan Zila dengan bagian tubuh yang menancap media alat medis. Pria itu terlihat sangat lemah saat memandangi sang istri. Genggaman tangan Zidan begitu erat pada tangan Zila yang terasa dingin. Doa untuk keselamatan Zila dan anaknya terus terlantun di bibir Zidan.
Kaki pria itu terus menganyun mengikuti brankar yang terus di dorong suster menuju ruang operasi. Penampilan Zidan saat ini benar-benar kacau dan menyedihkan.
"Mas, yakin kamu bisa melalui ini semua, Sayang." Zidan mengecup kening Zila dan setelahnya suster membawa masuk Zila ke dalam.
"Zidan!" Suara keras bunda Melati membuat Zidan menoleh. Terlihat bunda Melati dan ayah Retno melangkah lebar dengan cepat menghampirinya.
"Zila kenapa?" Bunda Melati langsung menodong dengan pertanyaan pada Zidan saat sudah berada di dekat putranya.
__ADS_1
Terlihat jelas raut panik bercampur cemas dari wajah wanita paruh baya itu. Ia benar-benar kaget setelah mendapatkan kabar Zila dilarikan ke rumah sakit apalagi kondisi menantunya sekarang tengah mengandung.
Zidan tidak langsung menjawab pertanyaan bunda Melati, ia menundukkan kepalanya sejenak. Napas bunda Melati sudah tak beraturan lagi dengan kabar yang membuat serentak tubuhnya melemas.
"Zila terpeleset di kamar mandi, Bun. Aku juga..."
"Seharusnya kamu bisa lebih menjaga Zila apalagi dia sedang hamil. Sudah Bunda nasehati supaya kamu tidak lengah menjaga Zila!"
"Sudah, Bun." Ayah Retno menenangkan bunda Melati yang tidak bisa mengontrol emosinya. Karna rasa khawatir lah yang membuat wanita paruh baya itu seperti ini. Apalagi Zila tengah mengandung cucu pertamanya yang begitu di tunggu-tunggu kelahirannya.
Zidan terdiam tak ada niat menyahut ucapan bunda Melati yang marah padanya. Walaupun ia tidak sepenuhnya salah, tapi bagaimana pun ia bertanggungjawab atas semuanya karna ia yang mengajak Zila untuk ikut bersamanya.
"Tenangkan dirimu, Zila dan cucu kita akan baik-baik saja yang penting kita terus berdoa untuk keselamatan mereka berdua," ucap ayah Retno mengucapkan kata-kata yang menenangkan sang istri, Melati.
Sedangkan mata Zidan tak lepas menatap ruang operasi yang pintunya tertutup rapat dengan lampu merah yang masih menyala di atas pintu yang mengartikan operasi belum selesai.
__ADS_1
Satu jam berlalu, tapi tidak ada tanda-tanda pintu akan terbuka. Zidan semakin tak karuan dengan perasaan negatif yang mulai menyelimuti karna benar-benar takut terjadi apa-apa dengan Zila. Sangat sulit berpikir positif saat hatinya diselimuti kesedihan dan ketakutan.
Lampu di atas pintu ruang operasi berubah hijau. Menandakan operasi sudah selesai. Zidan bangkit dari tempat duduknya lalu melangkah cepat ke arah ruangan itu, termasuk bunda Melati yang berjalan tergopoh-gopoh karna ingin mengetahui kondisi terkini Zila pasca operasi caesar.
Tidak lama setelah lampu berubah hijau, dokter Ayu yang merupakan dokter yang menangani operasi Zila keluar.
Dokter Ayu menghela napas berat kala Zidan, bunda Melati, dan ayah Retno sudah berdiri di depan pintu ruang operasi.
"Bagaimana keadaan menantu dan cucu saya, Dok?" tanya bunda Melati penuh harap. Zidan tak jauh beda dengan sang bunda yang berharap istri dan anaknya baik-baik saja.
"Jenis kelamin bayi yaitu laki-laki dan untuk kondisi bayi saat ini lemah karna lahir dalam kondisi prematur dan berat badannya kurang lebih 2,3kg. Jadi, bayi akan kami pindahkan ke ruang NICU untuk menjalani perawatan intensif. Sementara kondisi ibu bayi mengalami kritis dan pendarahan yang membuat ia mengalami koma."
Bunda Melati membekap mulutnya mendengar itu dengan rembesan air mata yang tak sanggup lagi untuk ditahan. Lain lagi dengan Zidan yang semakin sesak rongga dadanya dengan penjelasan dokter Ayu terutama kondisi Zila.
_____
__ADS_1
Hai semuanya! Terima kasih sudah mampir
Nanti malam up lagi:)