Suami Keduaku Berondong

Suami Keduaku Berondong
16. Menemui Bayu


__ADS_3

" Bagaimana kamu bisa tahu kami ada di sini?"


" Itu tidak penting. Aku hanya ingin bertemu dengan Bayu. Aku mohon, kasih aku kesempatan untuk menemui putraku," ucap Maya.


Dengan berbekal alamat yang diberikan oleh Amanda, kini Maya berhasil menemui mantan mertuanya. Beruntung saat ditemui Pak Rusdi dan Bu Desi ada di rumah. Sekarang Maya berdiri di rumah Fahmi dengan disambut kedua mantan mertuanya.


" Bayu sedang tidak ada di rumah," jawab Ibu Desi.


" Dia kemana?" tanya Maya.


" Dia ikut Fahmi jalan-jalan keliling kota. Sebaiknya kamu kemari besok," lanjut Ibu Desi lagi.


Maya menghela nafas, selalu ada halangan untuk dirinya bertemu dengan Bayu.


" Apa ibu yakin kalau Bayu sedang tidak ada di rumah?" sahut Lesan.


" Sebenarnya kamu ini siapanya Maya? Mengapa kamu ikut campur urusan keluarga kami?" jawab Ibu Desi.


Lesan memang sengaja ikut mengantarkan Maya ke rumah Fahmi. Tadinya Maya menolak Lesan untuk ikut namun dengan keras kepalanya Lesan tetap memaksa ikut.


" Sudahlah Bu, biarkan saja Maya bertemu dengan putranya" sahut  Pak Rusdi.


" Ayah, jangan begitu! Kalau nanti Maya membawa kabur Bayu bagaimana?"


Maya hanya diam saja saat Pak Rusdi berusaha mendebat istrinya. Maya tahu kalau mantan ibu mertuanya sangat keras kepala, tidak mudah meruntuhkan keinginannya yang kuat.


" Maya mohon sama ibu. Selama ini Maya tidak pernah merawat Bayu, cuma ibu yang berhasil membesarkannya hingga sekarang. Jadi Maya mohon bu, izinkan Maya untuk bertemu Bayu sebentar saja,"


Tak lama Maya memohon-mohon kepada Desi, datang Fahmi sembari menggendong Bayu keponakannya.


Mata Maya berbinar saat melihat wajah putranya. Bayu datang dengan penampilan segar seperti sehabis mandi. Dengan cepat, Maya menghampiri Fahmi mantan kakak iparnya.


" Bayu," ucap Maya lirih.


" Fahmi, kan ibu sudah bilang jangan bawa Bayu keluar. Kenapa kamu enggak dengerin omongan ibu sih?" kesal Desi.


" Sudahlah Bu. Kasihan Maya, dia cuma ingin ketemu anaknya. Jangan ibu larang-larang seperti itulah," sela Fahmi.

__ADS_1


" Ck, kamu sama aja seperti ayahmu" kesal Desi kemudian.


Maya berkaca-kaca, akhirnya keinginannya terpenuhi. Bayu sekarang berada di dalam pelukannya.


" Kamu sudah besar nak?" ucap Maya.


" Tentu saja Bayu tumbuh dengan baik. Kamu sudah meninggalkannya selama lima tahun dan ibu yang merawatnya selama ini,"


Maya menulikan pendengarannya dari omongan pedas Ibu Desi. Ia tidak perduli, yang terpenting sekarang Bayu berada di dalam pelukannya.


" Kamu apa kabar May?" sapa Fahmi.


" Aku baik kak," jawab Maya.


Maya membawa Bayu duduk di sofa dalam pangkuannya. Beruntung Bayu tidak menangis saat ia gendong. Anak itu menurut saja dengan perlakuan Maya yang tengah kangen tersebut.


" Sebelum keputusan sidang perceraian dikeluarkan, Bayu akan tetap tinggal bersama kami" ucap Ibu Desi.


" Tidak masalah, asal aku masih diberi kesempatan untuk tetap menemui Bayu "


" Kamu masih tetap bisa menemui Bayu May. Bagaimana pun juga kamu kan ibu kandungnya," sahut Fahmi.


" Dia siapa May? Dari tadi kamu belum memperkenalkannya kepada kami?" tanya Fahmi mencoba mencari bahan topik pembicaraan.


" Oh dia sahabat Tyo kak. Aku banyak dibantu sama dia selama di sini," jelas Maya.


" May, kamu main saja sama Bayu. Ayah pamit dulu mau ke kamar untuk istirahat," pamit Pak Rusdi. Pria paruh baya itu tampak mengantuk dan ingin menyegerakan diri untuk berisitirahat.


" Ibu juga mau ke belakang. Fahmi, mending kamu di sini aja temani Maya. Jaga Bayu, jangan sampai dia dibawa pergi" sahut Ibu Desi.


Pak Rusdi dan Ibu Desi pergi meninggalkan ruang tamu menyisakan Maya bersama Fahmi dan juga Lesan. Maya asyik mengajak main Bayu mengabaikan Lesan dan Fahmi yang sama-sama tampak tidak ingin memulai obrolan.


" Kak Fahmi, aku mau bawa Bayu untuk menginap sama aku apakah bisa? Aku sangat merindukan putra ku kak," ucap Maya.


" Kamu bawa saja May. Nanti biar aku yang jelasin ke ibu soal kamu yang mau bawa Bayu," jawab Fahmi.


" Tapi nanti Kak Fahmi kena marah sama ibu bagaimana?"

__ADS_1


" Di rumah Bayu cuma dijaga sama ibu, aku lihat ibu juga lagi sedikit meriang kemarin. Jadi lebih baik kamu saja yang merawat Bayu sekarang,"


Maya tersenyum mendengar ucapan Fahmi. Akhirnya ada juga yang mengerti tentang perasaannya. Ia sangat merindukan putranya, Maya janji ia akan mengganti waktu yang telah terbuang untuk Bayu.


" Terima kasih kak,"


" Kamu kirim saja alamat tempat tinggal kamu yang baru. Besok biar aku yang menjemput Bayu. Kamu tahu kan, kalau ibu masih melarang kamu untuk membawa Bayu sepenuhnya,"


Maya akhirnya berpamitan kepada Fahmi. Sebelum pergi, Fahmi sudah memberikan beberapa perlengkapan semua kebutuhan Bayu. Dengan sigap Lesan membawakan barang-barang milik anak Maya ini.


" Dari tadi aku tidak melihat Mas Pandu sama istrinya. Aku nggak enak kalau tidak izin membawa Bayu terlebih dahulu," ucap Maya sebelum berpamitan.


" Setelah sidang perceraian pertama kemarin, Pandu sama Asti pergi bulan madu"


Maya hanya ber oh ria, seingatnya selama pernikahan dulu Pandu tidak pernah mengajaknya berlibur. Tapi yang ia dengar sekarang sepertinya sudah berbeda. Maya harus tetap berpikir positif meskipun hatinya masih merasakan sakit jika melihat kemesraan Pandu bersama Asti.


" Aku pulang dulu kak,"


Maya dan Lesan pergi meninggalkan rumah Fahmi. Bayu yang anteng berada di gendongan Maya, hanya menurut saat diajak pergi dari rumah neneknya.


" San, terima kasih ya untuk hari ini. Sebaiknya aku pulang ke apartemen naik taksi aja, kamu pasti ada jadwal kuliah kan?"


" Aku anterin Mbak Maya pulang dulu ke apartemen baru berangkat ke kampus. Aku masih ada buku yang harus diambil di apartemen Mbak," jawab Lesan.


" Aku bawa Bayu tinggal di apartemen, apa kamu bakal keberatan? Kalau enggak aku bisa bawa,-"


" Aku sama sekali nggak keberatan kok mbak. Sini biar Bayu nggak masuk angin aku pakaikan jaket,"


Lesan membantu Maya memakaikan jaket untuk Bayu. Bocah Lima tahun itu tersenyum lucu saat mendengar guyonan garing dari Lesan.


" Bayu lucu! Nanti sore main sama papa ya," gemas Lesan saat menggoda Bayu dengan candaan.


" Papa?"


" Aku mau latihan jadi papanya Bayu mbak," celetuk Lesan.


" Hah? Maksud kamu?"

__ADS_1


" Maksudnya suatu saat aku pasti nikah kan? Nah aku mau belajar jadi papa lewat Bayu dulu,"


Maya tertawa kecil. Lesan mengamati lama wajah Maya yang tertawa. Sudah sejak lama ia menginginkan hal ini. Mungkinkah ia bergerak sekarang? Kesempatan tidak datang dua kali maka jangan sampai tertunda.


__ADS_2