Suami Keduaku Berondong

Suami Keduaku Berondong
31. Lesan berangkat


__ADS_3

Hari yang ditunggu akhirnya pun tiba. Tepat hari ini Lesan akan memenuhi kewajibannya sebagai mahasiswa kampus untuk melaksanakan KKN yang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari.


Semalam ia sibuk mengemas barang, Maya yang melihat itu pun akhirnya berinisiatif membantu. Sampai larut akhirnya Maya selesai membantu Lesan berkemas. Dan pagi ini Maya siap mengantar Lesan untuk berangkat.


" Terima kasih ya mbak sudah membantu aku berkemas semalam. Titip apartemen sama cafe ya," ucap Lesan yang kini berada di ambang pintu apartemennya.


" Tentu Lesan, kamu sudah baik membantu ku. Jadi sudah sepantasnya aku juga berbuat baik demikian sama kamu,"


" Rasanya aku sangat malas untuk berangkat KKN. Seandainya kegiatan ini bisa diwakilkan aku pasti sudah melakukannya," ucap Lesan lesu. Mereka berdua masih asyik mengobrol di depan pintu.


" Kenapa? Apa karena Bayu nangis tadi? Kamu jadi berat meninggalkan Bayu," ucap Maya dan Lesan mengangguk.


" Lesan, ini adalah salah satu langkah kamu supaya bisa lulus. Yang semangat dong! Mbak rasa, kegiatan KKN itu seru loh," ucap Maya menyemangati.


" Mbak Maya ini tidak peka. Aku berat ninggalin kalian berdua," Lesan memeluk Maya. Maya yang tidak siap pun sedikit terhuyung ke belakang.


" San Lepas! Udah sana berangkat, nanti kamu telat"


" Hati ini cuma milikmu mbak. Perkataan ku semalam apa Mbak Maya lupa? Semalam kita bahkan tidur bareng, Mbak Maya perempuan satu-satunya di hatiku"


" San, ngomong apa sih kamu? Udah sana berangkat!"


" Mbak Maya jahat! Semalam ngasih aku harapan, paginya malah balik lagi. Mending aku enggak usah berangkat KKN aja ah,"


Semalam setelah selesai berkemas, entah angin darimana Maya begitu terpesona dengan Lesan. Lesan begitu tampan dan santun terlebih kata-katanya yang berhasil menyentuh relung hati terdalam Maya. Apa mungkin karena akan ditinggalkan oleh Lesan sementara, Maya menurut saja saat Lesan mengajaknya mengobrol berdua sambil tiduran. Dari sinilah akhirnya Maya berakhir tidur dalam artian sesungguhnya bersama Lesan.


" Jangan begitu Lesan! Kamu berangkat aja, aku di sini bakal nungguin kamu kok. Toh aku belum ada tempat tinggal, jadi aku masih berada di sini,"

__ADS_1


" Aku nggak bakal biarin Mbak Maya pergi dari sini. Setelah KKN aku pastikan hati Mbak Maya sepenuhnya buatku"


" Iya. Sudahlah, kamu berangkat saja. Jangan sampai Bayu bangun terus menangis merengek ingin ikut sama kamu,"


" Sebentar lagi deh. Aku masih ingin berlama-lama dengan Mbak Maya," ucap Lesan dan berakhir tepukan keras dari Maya di pundaknya.


" Enak aja!! Mbak Maya susah payah nidurin Bayu supaya nggak nangis pas ditinggal pergi ehh kamu nya malah enggak tahu diri"


'' Hehehhe iya sayang. Ya sudah aku berangkat dulu ya,"


Setelah mengucapkan hal itu, Lesan akhirnya berangkat juga. Ia mengecup kening Maya sekilas sebelum berjalan dan menghilang di balik pintu lift apartemen. Tepat setelah pintu lift tertutup Maya memutuskan untuk masuk kembali ke dalam apartemen.


Hari ini Maya dilarang bekerja karena perintah Lesan. Lesan ingin Maya menemaninya sebelum dirinya berangkat pergi KKN. Dengan berat hati Maya menyanggupi keinginan Lesan tersebut. Sekarang di apartemen hanya ada Bayu yang masih tertidur dan Maya sendiri. Entah alasan apa nantinya yang akan Maya berikan kepada Bayu jika anak itu menanyakan keberadaan Lesan.


...****************...


Setelah kepergian Lesan hari itu, Maya kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa. Mengurus Bayu dan cafe secara bersamaan cukup membuat Maya kelelahan. Namun hal itu tidak membuat Maya mengeluh, hidupnya sudah jauh lebih baik sejauh ini. Ia cukup bersyukur atas karunia Tuhan yang diberikan untuknya.


Ting neng,, bunyi bel apartemen Lesan berbunyi. Maya meninggalkan masakannya dan berjalan untuk membuka pintu. Saat berjalan ia melihat putranya asyik bermain. Syukurlah Bayu memang anaknya tidak mudah rewel. Di saat kesibukan Maya yang mendominasi, Bayu memberi pengertian dengan tidak terlalu mengganggu ibunya jikalau Maya tengah sibuk.


Kini Maya telah berada di ambang pintu dan bersiap membuka pintu. Maya penasaran siapa yang datang mengunjungi apartemen Lesan sementara Lesan sendiri tidak ada di sini. Selama ini tidak ada yang datang ke apartemen Lesan, itulah yang Maya tahu.


" Om dan Tante?" ucap Maya terkejut.


" Hai May! Apa kabar kamu nak?"


" Boleh kami masuk nak Maya?" ucap Papa Lesan yang tidak sendiri yaitu bersama dengan istrinya.

__ADS_1


Maya berhenti terkejut dan mempersilahkan kedua orang tua Lesan untuk masuk. Papa dan mama Lesan pun duduk di sofa setelah dibersihkan oleh Maya. Papa dan mama Lesan saling berpandangan, mereka menyadari jika saat ini Maya tengah bingung akan kedatangan mereka yang mendadak.


" Bayu dimana May?" tanya Papa Lesan.


" Ada di kamar om, lagi mainan sendiri" jawab Maya sedikit gugup. Pasalnya ia tidak mengerti apa maksud kedatangan mereka ke apartemen Lesan.


" Om dan Tante mau minum apa? Biar Maya buatin,"


" Yang ada saja nak Maya,"


Maya berlalu berpamitan untuk membuatkan minuman kepada tamunya. Setelah beberapa saat berkutat di dapur, Maya selesai membuat minuman dan beberapa camilan yang tersaji untuk tamunya.


" Tidak usah gugup seperti itu nak Maya, kami datang ke apartemen Lesan hanya sekedar mampir saja," ucap Papa Lesan.


" Iya nak. Kami berdua habis pulang dari pertemuan bisnis di dekat sini dan tidak ada salahnya kalau kita mampir untuk menjenguk kalian," sambung Mama Lesan.


" Oh ya, kamu dapat salam dari Om dan Tante kamu di kampung. Kemarin pas mereka tahu kita mau ke sini mereka menitipkan ini," lanjut Mama Lesan memberikan sesuatu kepada Maya.


" Oh benarkah? Terima kasih,, ini sangat merepotkan sekali," jawab Maya.


" Hahahah tidak apa-apa nak Maya. Kamu sudah kami anggap sebagai anak sendiri. Oh ya gimana kabar Lesan?" jawab Mama Lesan.


" Memang nya Lesan tidak mengabari Tante?"


" Anak itu sangat sulit jika dimintai kabar. Jangankan menelepon, ditelepon saja sangat susah " risau Mama Lesan.


" Sudahlah ma, kan sudah papa bilang mungkin tempat Lesan KKN sulit sinyalnya,"

__ADS_1


" Ah papa ini! Mama itu khawatir dengan anak kita pa,"


" Begitulah nak Maya, setiap hari istri om selalu merisaukan keadaan Lesan. Anak itu memang sedikit bandel, kalau sama mama dan papa nya sangat cuek tapi kalau sama wanita yang dicintainya ihhh beda lagi," sahut Papa Lesan.


__ADS_2