Suami Keduaku Berondong

Suami Keduaku Berondong
32. Lampu hijau Calon Mertua


__ADS_3

" Eh?"


" Alah seperti nak Maya tidak tahu saja. Lesan cinta mati sama nak Maya sejak lama. Dia tidak pernah mau membuka hati untuk wanita lain kecuali nak Maya. Padahal waktu itu status nak Maya masih jadi istri orang,"


" Maaf om Maya tidak tahu tentang itu,"


" Ck anak itu! Seharusnya dia berusaha lebih kalau ingin mendapatkan hati nak Maya sepenuhnya,"


" May, benar yang dikatakan oleh suami tante. Sudah sejak lama Lesan suka sama kamu. Tante juga bingung, mengapa Lesan sesuka itu sama kamu? Katanya kamu cinta pertamanya Lesan,"


" Tante, maaf kalau saya lancang. Tetapi selama ini saya hanya menganggap Lesan sebagai adik sama seperti Tyo dan tidak lebih. Saya takut menyakiti perasaan Lesan sementara Lesan sudah baik sama saya,"


" Itu semua hak kamu May. Kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan saja," tutur papa Lesan.


" Memang kurangnya Lesan apa May?" tanya Mama Lesan ingin tahu.


" Saya hanya ingin fokus pada Bayu dan tidak memikirkan hal lain,"


" Pertimbangkan lagi Maya. Lesan sangat mencintai kamu dan kami pun setuju saja jika kamu menjadi menantu di keluarga kami. Bayu juga sudah kami anggap sebagai cucu,"


" Itu sangat benar sekali Maya,"


Maya masih terkejut dengan kenyataan bahwa Lesan telah mencintainya sejak lama. Ia jadi merasa bersalah, pasalnya untuk saat ini hatinya telah mati untuk kata kata cinta. Bukan karena Maya belum move on dari sang mantan suami, namun kegagalan cinta di masa lalu cukup membuat Maya sedikit takut untuk memulai lagi.


...****************...


" Shhshsh ahhh, terus mbak. Ahhh ini sangat nikmat sekali," racau Lesan yang kini tengah berada di kamar mandi. Hampir satu jam, Lesan belum keluar dari kamar mandi. Ia masih asyik dengan kegiatannya.


" Mbak Maya kamu sangat enak. Lebih cepat mbak. Iya seperti itu mbak, lakukan lebih cepat lagi," Lesan terus meracau di dalam kegiatannya. Tangannya tak berhenti beraktivitas memanjakan asetnya, matanya terpejam dengan keringat yang bercucuran.


Hal lumrah yang dilakukan oleh seorang laki-laki begitu pula dengan Lesan. Foto Maya ia pajang di hadapannya, dengan melihat foto Maya Lesan melakukan kegiatan manusiawi tersebut.


" Ahhhhh mbak aku keluar!!!!" ucap Lesan sedikit teriak. Nafasnya memburu, ia telah sampai pada puncaknya. Ia sedikit lemas, Lesan pun bersandar pada dinding closet. Ia masih menikmati kenikmatan yang ia ciptakan sendiri.


" Ah masa hanya dengan fotomu aku keluar banyak mbak. Gimana kalau sama orangnya beneran? Grr,,, aku sangat tidak sabar untuk mencobanya,"

__ADS_1


Setelah puas bermain, Lesan membersihkan diri. Dirinya merasa begitu bahagia, Maya benar-benar memberikan pengaruh besar dalam kehidupannya selama ini. Dirasa cukup, Lesan akhirnya keluar dari kamar mandi.


" Anjir lo lama banget di kamar mandi. Lagi buang benih ya?" ucap salah satu teman Lesan yang sudah menunggunya di luar kamar mandi.


" Iya," jawab Lesan dengan santai.


" Bangsat!!! Gue nunggu hampir setengah jam, ternyata lo lagi enak-enakan" kesal teman Lesan tersebut.


" Hmm bau apaan nih?" tanya Lesan.


" Minggir Lo! Awas gue mau masuk,"


" Anjir!!! Lo cepirit di celana ya Tom," sorak Lesan kepada temannya yang ternyata bernama Tomi itu.


" Gara-gara lo lama juga Bambang! Awas gue mau masuk,"


Der, pintu kamar mandi ditutup begitu keras oleh Tomi. Lesan yang melihat itu hanya tertawa. Ia pun melanjutkan langkahnya meninggalkan kamar mandi.


KKN di desa terpencil memberikan hal positif dan negatif untuk Lesan. Hal positifnya Lesan dapat menambah wawasannya. Dan untuk hal negatifnya, Lesan jadi sulit berkomunikasi dengan sang pujaan hati.


" Iya, gimana Han?"


" Pak Kades bilang warga udah kumpul. Kita semua nyari lo buat jadi pembicara, lo kemana aja sih?" cerocos teman Lesan yang bernama Hani.


" Hehehe sory, habis dari toilet gue" jelas Lesan.


" Yaudah buruan ke sana. Lo udah ditungguin,"


Lesan dan Hani berjalan bersama menuju aula kantor desa. Hari ini mereka akan mengadakan penyuluhan tentang bisnis dari hal kecil. Dari awal anak-anak kampus Lesan sangat diterima baik oleh warga. Warga sangat berantusias akan kedatangan Lesan dan teman - teman yang akan membuat desa mereka menjadi maju.


Kegiatan berjalan lancar dan berakhir pada sore hari. Lesan dan teman - temannya duduk bersama di salah satu ruang yang telah disediakan oleh panitia desa. Mereka beristirahat sejenak, kegiatan yang mereka lakukan sangat banyak tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka. Mereka justru merasa senang dan bangga karena telah berhasil menyelesaikan kegiatan ini.


" Habis ini Lo Lo pada mau kemana?" tanya Tomi.


" Cari Wipi, udah kangen banget sama keluarga. Terutama ayang gue yang ada di rumah,"

__ADS_1


" Kok gue baru tahu di desa ini ada WiFi,' ucap Lesan.


" Kemarin di kecamatan pasang. Pak kades bilang kalau anak-anak mau pakai silahkan saja datang ke kantor kecamatan,"


" Eh San Lo mau kemana?"


" Kecamatan," jawab Lesan sudah berjalan meninggalkan gerombolan teman-temannya.


" Lesan aku ikut," teriak Hani berusaha mengejar Lesan.


Akhirnya semua anak-anak meninggalkan kantor desa dan berjalan menuju ke kecamatan. Mereka sama rindu akan yang ada di rumah. Sudah satu bulan lebih mereka putus komunikasi dari dunia maya, jangankan bermain sosial media untuk sekedar menelepon saja mereka kesulitan sinyal. Maklum akses yang sulit dan juga kondisi cuaca yang tidak mendukung terkadang menyulitkan mereka untuk mencari sinyal.


" San kamu pasti kangen banget sama kedua orang tua mu ya? Soalnya kamu bersemangat banget begitu dengar ada WiFi," ucap Hani yang tengah berjalan beriringan bersama Lesan.


" Iya," jawab Lesan singkat.


" Tuh kan apa gue bilang. Gue yakin Lesan tuh sebenernya masih jomblo. Dia nggak mungkin punya cewek karena yang gue lihat selama ini anaknya dingin banget," batin Hani.


" Oh ya San, gue tuh ya sebenernya seneng banget bisa satu kelompok KKN sama kamu. Soalnya Lo orangnya asyik diajak ngobrol," ucap Hani.


" Baru Lo doang yang bilang gue asyik diajak ngobrol," jawab Lesan.


" Oh ya? Padahal bener loh, kalau udah kenal sama kamu ternyata kamu orangnya banyak bicara. Emang sih, kamu kelihatan cuek tapi kan itu pas pertama kali kenal. Sekarang mah udah beda. Kamu random banget anaknya,"


" Hahahah Lo bener sih. Asal Lo tahu gue bisa lebih random lagi sama orang yang gue suka,"


" Hah? Kamu udah punya cewek San?"


" Bukan cewek lagi tapi pujaan hati. Dia cantik baik ditambah pengertian banget,"


" Yah," ucap Hani lesu.


" Kenapa?"


" Enggak apa-apa kok," jawab Hani lemas.

__ADS_1


" Anjir, gue kalah cepat," batin Hani.


__ADS_2