
Ternyata keputusan Maya untuk masuk ke dalam kamar Pandu adalah keputusan yang salah. Ia menutup mulutnya sendiri takut berteriak karena pemandangan di depannya sungguh menyayat hati. Maya tidak jadi masuk kamar,, ia hanya berdiri di balik pintu sembari mengintip aktivitas dua manusia yang saat ini Maya ingin hancurkan.
" Sudah ya sayang kamu jangan cemburu lagi. Aku tadi sengaja lakuin itu biar buat Maya senang aja," ucap Pandu sembari bergerak di atas tubuh wanita yang bernama Asti.
" Cepat katakan mas, lebih hebat Maya istri pertama kamu atau aku?" sahut Asti yang kini menjadi liar bersama Pandu.
" Tentu saja kamu lah sayang. Kamu berhasil memuaskan aku melebihi Maya. Dari awal pernikahan Maya itu enggak jago, dia orangnya pasif tidak seliar dan seseksi kamu,"
Cukup sudah Maya mendengar kata-kata menjijikkan yang dilontarkan Pandu dan Asti secara bersahutan. Maya tidak menyangka ternyata suaminya tega mengkhianati kepercayaannya selama ini.
" Mas Pandu," teriak Maya sehingga menghentikan aktivitas panas Pandu dan Asti.
Pandu membelalakkan mata begitu melihat Maya yang berdiri di ambang pintu dengan wajah yang sudah dipenuhi air mata. Ia tidak menyangka jika rahasianya akan terbongkar secepat ini.
" May, aku bisa jelasin sama kamu" ucap Pandu bangun dari atas ranjang. Laki - laki itu bergerak cepat mengambil celana dan memakainya. Namun sebelum mengambil celana, Pandu terlebih dahulu menutupi tubuh Asti yang tanpa sehelai benang itu dengan selimut.
Maya berjalan menghampiri Pandu dan Asti. Dengan amarah yang menggebu Maya menampar pipi Pandu dengan keras.
" Tega kamu mas," ucap Maya menampar pipi Pandu lagi.
" Dasar wanita penggoda kamu. Bisa-bisanya kamu melakukan hal menjijikkan itu dengan suami saya," ucap Maya kini beralih menatap Asti.
" Asal Anda tahu, saya ini juga istri sahnya Mas Pandu," jawab Asti santai.
Sungguh hati Maya benar-benar hancur begitu mendengar kenyataan pahit ini. Maya memandang nanar keduanya. Pandu masih sibuk memegangi pipinya yang memerah sedangkan Asti masih setia berusaha menutupi tubuhnya dibalik selimut.
" Apa salah aku mas? Kenapa kamu tega lakuin ini sama aku ha?" ucap Maya marah.
__ADS_1
" May tolong dengerin penjelasan aku lebih dulu," ucap Pandu berusaha mendekati Maya.
" Cepat katakan mas!!! Kenapa kamu tega selingkuh sama wanita penggoda itu?" tanya Maya dengan nada yang begitu tinggi.
" Cukup Maya!!!! Asti bukan wanita penggoda,, dia itu istri aku. Kami sudah menikah selama satu tahun ini,"
Luruh sudah semua kebahagiaan Maya. Hal yang selalu menjadi prioritas Maya tega mengkhianati kepercayaannya selama ini. Jerih payah yang ia kumpulkan demi keluarganya ternyata tak sebanding dengan kebahagiaan yang ia dapat.
Flashback...
" Kamu kenapa mas? Kok panik begitu?" tanya Asti yang melihat Pandu suaminya gelisah.
" Maya sudah pulang," jawab Pandu merasa tidak tenang.
" Bagus dong. Jadi kamu bisa menceraikan dia secepatnya. Aku sudah bosan nih jadi istri kedua kamu. Sudah saatnya aku jadi yang pertama mas. Ingat loh mas,, kamu sendiri yang bilang kalau kamu cuma cinta sama aku. Cinta kamu sama Maya sudah habis karena dia tidak memberikan mu hak sebagai suami lagi,"
" Aku ada rencana kamu tinggal ikuti aja semua instruksi dari aku," ucap Asti.
Begitulah percakapan suami istri yang menikah satu tahun ini.
Flashback end...
" Jadi kamu juga bohong tentang kamu yang ditipu sama temen kamu itu?" tanya Maya setelah mendengar penjelasan Pandu.
Sungguh Maya sudah tidak kuat jika harus mendengar kenyataan pahit dari semua ini. Rasanya dia hanya ingin menghilang. Pandu tega mengkhianati cinta tulusnya.
" May aku minta maaf. Kamu pergi bertahun-tahun sedangkan aku ini lelaki normal. Sekuat apapun aku berusaha untuk setia tetapi kembali lagi, aku ini cuma manusia biasa May. Aku tidak bisa selalu melampiaskan hasrat ku dengan solo sedangkan ada Asti yang menawarkan aku kepuasan yang aku sendiri tidak bisa mendapatkannya dari kamu May," ungkap Pandu lagi.
__ADS_1
" Kamu manusia menjijikkan mas. Aku benci sama kamu," ucap Maya kemudian berlalu meninggalkan kedua manusia yang sangat dibencinya.
Entah apa kesalahan Maya mengapa kenyataan pahit ia dapatkan setelah perjuangan yang selama ini ia lakukan. Jika dipikir-pikir apa seharusnya ia tidak pergi ke luar negeri. Maya menyesal seharusnya ia tidak terlalu naif hanya karena cinta. Sekarang semua telah usai ia dan Pandu harus berakhir atau hatinya akan bertambah sakit lagi.
Malam hari di kediaman Pak Rusdi semua sedang berkumpul. Pak Rusdi dan Bu Desi terkejut sepulang dari acara kondangan bersama cucunya tiba-tiba mereka dikejutkan dengan pertengkaran antara Maya dan Pandu. Hal yang sudah mereka khawatirkan sejak lama akhirnya hari ini terjadi juga.
Sedari awal Pak Rusdi sudah menasehati putranya untuk tidak bertindak jauh mengingat segala perjuangan Maya sebagai menantunya, namun semua itu di luar kuasa Pak Rusdi. Pak Rusdi tidak bisa berbuat apa-apa karena seluruh keputusan sepenuhnya adalah milik Pandu.
" Jadi sekarang bagaimana keputusan kamu May?" tanya Pak Rusdi terhadap menantunya yang malang itu.
" Keputusan Maya ada di tangan Mas Pandu yah. Silahkan Mas Pandu menentukan untuk bertahan dengan istrinya yang lama atau yang baru. Karena setelah Maya pikir -pikir, Mas Pandu ini manusia normal yang bisa saja melakukan kesalahan. Maya sudah memaafkan semua kesalahan Mas Pandu, asal Mas Pandu mau melepaskan hubungannya bersama wanita itu," ucap Maya kemudian melirik Asti sekilas.
Bayu dititipkan di rumah tetangga mereka. Jadi di rumah itu hanya ada para orang dewasa yang bersitegang untuk menyelesaikan masalah rumah tangga antara Maya, Pandu dan Asti.
" May, aku tahu semua kesalahan ku itu sangat berat. Aku sangat berterima kasih karena kamu telah memaafkan aku tapi satu hal yang harus kamu tahu May. Aku mencintai Asti, dia istri ku juga May. Aku tidak bisa melepaskan Asti karena saat ini Asti tengah mengandung adiknya Bayu," ungkap Pandu.
" Baiklah jika itu keputusan kamu mas. Aku mau sekarang juga kamu talak aku. Aku tidak bisa menjalani kehidupan rumah tangga dimana aku harus berbagi hati sementara aku sangatlah mencintai kamu. Bayu ikut aku karena aku adalah ibunya," ucap Maya menangis. Ini adalah keputusan tepat, semua sudah berakhir.
" Maya mulai sekarang juga aku talak kamu tiga kali. Bayu tidak bisa ikut kamu sepenuhnya karena aku adalah ayahnya. Asti sangat menyayangi Bayu, aku tidak mungkin membiarkan Asti bersedih dengan kamu membawa Bayu dari kehidupan kami," ucap Pandu secara tegas.
" Mana bisa begitu mas? Aku ini ibu kandung Bayu, aku lah yang berhak atas hak asuh Bayu. Kamu lupa? Aku sudah membiayai kehidupan kamu bahkan seluruh keluarga dan istri baru kamu ini selama lima tahun. Tidak bisakah kamu berbuat baik dengan menyerahkan Bayu kepada ku? Aku ini ibunya mas," ucap Maya menyangkal ucapan Pandu.
" Kamu juga jangan lupa Maya! Banyak uang yang sudah ibu keluarkan untuk biaya pernikahan kalian dulu ditambah uang selama kamu di penampungan," sahut Desi.
" Setidaknya pengorbanan kamu selama bekerja jadi TKW sudah cukup dengan uang yang ibu keluarkan dulu," lanjut Desi lagi.
Maya menatap nanar ibu mertuanya. Di rumah ini tidak ada yang membelanya sama sekali. Mereka hanya memikirkan kepentingan pribadi diri mereka sendiri. Pak Rusdi selaku kepala rumah tangga juga hanya diam menyimak Maya yang berusaha memperjuangkan keadilan untuknya.
__ADS_1
" Baiklah jika itu mau kalian. Kalau Maya tidak bisa mendapatkan Bayu berarti kalian siap - siap untuk kehilangan rumah baru itu. Rumah itu seluruh biaya dan isinya adalah milik Maya. Mas Pandu sendiri yang bilang jika rumah itu atas nama Maya, dan surat hak milik rumah itu sekarang juga di tangan Maya,"