
" Mbak Maya,"
" Lesan apa yang terjadi? Aku ada di mana?"
" Aku ingin membawa Mbak Maya pergi bersama ku,"
" Jangan gila kamu San! Lepaskan aku," Maya meronta. Saat ini posisinya sedang berada di dalam sebuah mobil asing dengan keadaan tubuh terikat. Di sampingnya ada Lesan yang sibuk menyetir mobil.
" Mbak Maya tenang saja. Kita akan pergi ke suatu tempat dimana cuma ada aku sama mbak,"
" Sakit jiwa kamu San! Jawab! Kamu mau bawa aku ke mana?"
" Kita akan menikah mbak," jawab Lesan tenang.
Maya memberontak di dalam mobil. Posisinya yang terikat, membuat Maya kesulitan melepaskan dirinya. Air matanya luruh, ia ketakutan saat ini.
" Jangan menangis mbak. Air mata mu adalah kesakitan buatku,"
" Mengapa kamu melakukan semua ini San?"
" Karena aku mencintai Mbak Maya,"
Dukkkk, Maya terkejut. Ia baru saja terjatuh dari tempat tidurnya. Pandangan Maya menelisik sekelilingnya, ini adalah kamarnya. Maya menggaruk kepalanya, bukankah ia sedang berada di dalam mobil bersama Lesan?
" Kok aku ada di kamar?" gumam Maya belum menyadari jika yang terjadi adalah mimpi.
Masih duduk di lantai, Maya mencoba mengumpulkan kesadarannya. Di kamar hanya ada Maya, ia tidak tahu dimana keberadaan Bayu sepagi ini. Anaknya itu bahkan sudah menghilang tanpa Maya tahu keberadaannya.
" Bisa-bisanya aku bermimpi tentang Lesan. Ada apa dengan diriku? Mengapa mimpinya sangat aneh?"
Maya bangkit, ia melihat jam ternyata sudah pukul tujuh. Pagi ini ia kesiangan, pantas saja Bayu sudah bangun. Sepertinya Bayu sedang berada di kamar Tyo. Terbukti adiknya tidak merecoki Maya yang ingin terus bermain dengan Bayu.
Akhirnya Maya memutuskan untuk mandi. Di dalam kamar mandi, Maya masih terbengong. Ia sibuk memandangi keran air yang menetes. Ia memikirkan ucapan Lesan dan Tyo semalam. Di ruang tamu semalam Maya mengobrol bersama keluarganya dan Lesan.
Lesan menawarkan pekerjaan yang lalu kepada Maya kembali. Sebenarnya ia masih sangat suka dengan pekerjaan lamanya di cafe Lesan. Namun ia takut hubungannya dengan Lesan akan semakin dekat. Entahlah untuk kedepannya mungkin Maya tidak akan memikirkan tentang cinta dan hubungan. Ia akan fokus membesarkan putranya.
" Apa aku terima aja ya pekerjaan dari Lesan? Toh dia kan juga mau KKN, pasti aku bakal jarang ketemu sama dia," Maya baru ingat jika kemarin Lesan bilang jika dirinya akan melakukan KKN yang diadakan oleh kampus.
Awalnya Maya menolak karena tidak ingin ke Jakarta kembali namun kebutuhan yang semakin bertambah sepertinya ia harus mengesampingkan egonya. Lesan bilang, ia ingin mempercayakan urusan cafe untuk dikelola oleh Maya. Cukup berat bagi Maya, namun gaji yang ditawarkan Lesan sudah lebih dari cukup. Ia pasti bisa membiayai kehidupan kelaknya bersama Bayu.
" Ok fiks aku terima saja tawaran pekerjaan dari Lesan. Tidak masalah tinggal di apartemen Lesan kembali. Toh dia juga mau KKN lama, jadi aku punya waktu lebih untuk mencari tempat tinggal baru di Jakarta nanti,"
__ADS_1
" Semoga ini langkah yang bagus untuk kehidupan ku dan Bayu kelak. Aku akan bekerja keras demi masa depan Bayu nanti,"
*******
Hari ini Maya dan Bayu resmi berangkat ke Jakarta. Dengan diantar keluarganya tentu pasti ada air mata. Bibi Ratih sangat tidak rela dengan keputusan Maya yang ingin bekerja di Jakarta kembali. Tentu ia masih ingin memiliki waktu banyak bersama cucu dan keponakannya.
" May, sebenarnya bibi enggak rela kamu pergi" ucap Ratih ketika di dalam mobil. Hari ini sekeluarga kompak mengantarkan Maya dan Bayu ke stasiun. Maya memutuskan untuk naik kereta dalam kepergiannya kali ini.
" Bi, sudah cukup Maya selama ini merepotkan bibi dan paman. Sekarang Maya harus mandiri, Maya ingin bekerja keras demi masa depan Bayu"
" Tetap saja, kalau disuruh menghidupi kamu dan anak kamu kita masih sanggup kok" ucap Ratih.
" Ini sudah jadi keputusan Maya bi,"
" Sudahlah bi, di Jakarta Mbak Maya tidak tinggal sendiri. Lesan akan selalu menjaga Mbak Maya di sana. Aku sudah memperingati Lesan untuk terus menjaga Mbak Maya dan Bayu. Buktinya di Jakarta nanti Mbak Maya bakal tinggal di apartemen Lesan lagi,"
" Tinggal di apartemen Lesan? Berdua? Seperti dulu?" sahut Pak Jamal.
" Tidak kok paman. Tinggal di apartemen Lesan hanya untuk sementara saja selama Lesan KKN nanti. Setelah itu aku akan cari tempat tinggal lain. Lagian aku tidak enak jika menumpang di apartemen Lesan dan hidup berdua dengannya,"
" Nah itu benar," jawab Pak Jamal.
" Padahal aku lebih tenang jika Mbak Maya tinggal bersama Lesan. Jadi Lesan bisa mengawasi Mbak Maya dan Bayu selama 24 jam,"
" Tyo, bagaimanapun juga kakak ini seorang perempuan. Apa pantas jika kakak tinggal seatap dengan laki-laki dewasa seperti Lesan?"
" Aku percaya penuh sama Lesan mbak. Dia itu menyayangi Mbak Maya seperti kakaknya sendiri. Mbak Maya harus tahu itu,"
Obrolan terus berlanjut, tak terasa perjalanan sudah membawa Maya duduk di kereta bersama Bayu di sampingnya. Ia tidak tidur, ia fokus menikmati perjalanan sembari menjaga Bayu yang sedang tidur.
" Rasanya mama begitu bahagia sekarang nak. Di kehidupan mama, cuma ada kamu dan keluarga kita yang lain. Cukup seperti ini saja mama sudah bahagia," gumam Maya sembari mengelus rambut Bayu yang sedang tertidur.
Ia memilih kereta kelas eksekutif atas saran Tyo. Cukup nyaman, sehingga putranya tidak rewel selama di kereta. Pandangan Maya melihat ke samping, pemandangan desa yang indah membuat perjalanan Maya semakin berkesan.
Ting, tiba-tiba hp Maya berbunyi. Terdapat notifikasi pesan dari hp Maya. Entah itu pesan dari siapa, Maya kini mengambil hp nya yang berada di saku.
Lesan
Kenapa enggak tidur?.....
^^^Maya^^^
__ADS_1
^^^Apa?^^^
Lesan
Kalau capek istirahat saja...
^^^Maya^^^
^^^Iya🙄^^^
Lesan
Tidur saja mbak. Perjalanan kita ke Jakarta masih lama
^^^Maya^^^
^^^🙄?^^^
Maya mengernyitkan dahi setelah membaca pesan dari Lesan. Apa maksud dari isi pesannya itu?
Lesan
Bangku sebelah masih kosong kan?
^^^Maya^^^
^^^Sebenarnya apa mau kamu sih?^^^
Menunggu balasan pesan dari Lesan, bertuliskan online tetapi tidak kunjung membalas pesan dari Maya. Cukup, Maya malas meladeni permainan Lesan. Anak muda yang belum dewasa seperti Lesan, pastilah suka iseng seperti ini.
" Hai," Maya terkejut begitu seorang laki-laki menyapanya.
" Lesan?"
" Apa?"
" Kenapa kamu bisa ada di sini?"
" Kenapa?Tidak boleh?"
Maya tentu terkejut, ia terbengong beberapa saat. Saat ini Lesan sudah duduk manis di bangku sampingnya. Bangku yang semula untuk Bayu kini menjadi tempat Lesan. Bayu tertidur pulas di dalam gendongan Lesan. Anak itu bahkan tidak bangun saat Lesan berusaha memindahkannya.
__ADS_1
" Tidurlah mbak. Perjalanan kita masih panjang,"