Suami Keduaku Berondong

Suami Keduaku Berondong
21. Balik lagi ke apartemen


__ADS_3

Maya masih berpikir bagaimana caranya agar ia bisa terlepas dari kumpulan pemuda ini. Ia tidak memiliki uang dan meladeni keinginan mereka juga tidak mungkin. Maya terus berpikir keras hingga tanpa sadar datang salah satu pemuda lagi dengan menaiki motor gede yang sudah Maya hafal.


" Lepasin cewek gue!" ucap pemuda yang turun dari motor gede tersebut. Pemuda itu adalah Lesan yang tentu Maya tahu dari motor yang dikendarainya.


" Oh lo pacarnya?"


" Gue minta duit atau lo kasih cewek lo buat main dulu sama kita?"


" Banyak bacot ya lo semua," ucap Lesan melempar helm nya ke sembarang arah.


Lesan maju dan memukul pemuda yang saat ini tengah mencekal Maya. Maya terhempas ke samping, dan pertengkaran tidak terhindar lagi. Lesan memukuli semua pemuda yang saat ini menyerangnya. Ada lima pemuda yang melawan Lesan sendiri. Maya menatap ngeri ketika melihat perkelahian tersebut.


Tak lama pertengkaran mereka dibubarkan oleh penjaga warung. Maya yang meminta bantuan kepada penjaga warung untuk menolong Lesan. Bagaimana pun juga ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Lesan.


" Kenapa baru minta tolong sama penjaga warung sekarang? Tadi kemana aja? Seneng, bisa digodain sama cowok-cowok jelek kayak mereka " ucap Lesan mengomeli Maya. Saat ini laki-laki itu tengah meringis merasakan sakit di bibirnya akibat pukulan pemuda tadi.


" Tadi di sini sepi, penjaga warung itu juga baru datang. Lagian kenapa kamu bisa tahu kalau aku ada di sini?"


" Aku nyari Mbak Maya seharian tahu. Aku khawatir takut terjadi sesuatu sama Mbak Maya," jelas Lesan dan berhasil membuat Maya merasa bersalah.


" Aku tahu Mbak Maya marah, tapi kalau mau pergi setidaknya izin dulu sama aku"


" Memangnya kalau aku pergi terus izin dulu, apa kamu bakal izinin? Enggak kan?"


" Ya bukan begitu juga. Coba kalau tadi aku enggak datang, aku pasti akan merasa bersalah seumur hidup karena biarin Mbak Maya celaka sama mereka," Lesan masih terus mengomel.


Maya ikut meringis karena sepertinya di pipi Lesan juga ada lebam. Ternyata aksi pukul memukul tadi, cukup menimbulkan luka yang lumayan banyak.


" Ok, aku yang salah. Lain kali aku enggak bakal kabur-kaburan lagi. Puas kamu?"


" Mbak Maya itu lebih tua dari aku, seharusnya pikiran Mbak Maya lebih dewasa dong. Jangan suka main kabur-kaburan,"


" Lagian kamu kemarin malam lakuin,-" ucap Maya memotong ucapannya sendiri. Entah kenapa ia jadi malu jika mengingat kegiatan panasnya bersama Lesan kemarin. Seharusnya ia masih marah tapi kenapa sekarang dirinya malah merasa malu.


" Aku bisa jelasin buat masalah kemarin malam,"

__ADS_1


" Enggak perlu, lupain aja! Jangan dilakuin lagi"


" Tapi sayangnya aku enggak bisa lupa mbak,"


" Ck Lesan berhenti bermain-main. Ingat, aku lebih tua usianya dari kamu. Jadi tolong hargai aku. Mengerti?"


" Hilih, mengaku lebih tua tapi tinggi cuma sedada aku,"


" Kok kamu main fisik sih?"


" Sudahlah mbak ayo pulang! Mbak Maya mau digodain lagi sama cowok-cowok jelek tadi?"


" Cowok-cowok jelek? Mereka ganteng - ganteng semua kok " elak Maya.


Saat ini Lesan tengah mengambil koper Maya yang sempat terlempar tadi. Sekarang mereka sedang bingung bagaimana cara membawa koper sementara Lesan menaiki motor gede.


" Kalau mereka ganteng, berarti Mbak Maya suka digodain sama mereka? Tahu gitu aku tadi enggak bantuin Mbak Maya"


" Ck bercanda Lesan!"


Lesan memakaikan jaket miliknya kepada Maya. Tanpa protes, Maya menuruti semua perkataan Lesan. Kini dua manusia berbeda gender tersebut berboncengan bersama menuju apartemen. Akhirnya Maya yang berniat melepaskan diri dari Lesan terpaksa mengurungkan niatnya. Ia sudah melupakan kejadian malam kemarin, dan saat ini dirinya kembali tinggal bersama Lesan.


Maya kembali masuk ke dalam kamarnya. Ia sudah bersih-bersih dan bersiap-siap untuk istirahat. Di sisi lain ada Lesan yang berada di kamarnya juga melakukan hal yang sama seperti Maya.


Setelah bersih-bersih, Lesan tidak langsung tidur. Ia mengobati lukanya lagi. Sebenarnya tadi Maya sudah mengobatinya terlebih dahulu namun Lesan mengulanginya lagi. Ia tidak tahan jika harus memiliki luka yang tidak kunjung sembuh.


Drtdrtdrrt, ponsel Lesan bergetar. Ada telepon masuk dari Bimo sahabatnya. Lesan segera mengambil ponsel tersebut dan mengangkatnya.


" Brengsek lo San! Anjir lo mukul kita semua beneran," cerocos Bimo berada di seberang sana.


" Anjir gue juga kena pukul lo pada kali," jawab Lesan.


" Lagian lo melenceng dari skenario. Lo bilang kita-kita cuma lo suruh buat nakut-nakutin si Maya. Eh enggak tahunya malah sampai ada perkelahian segala," ucap Bimo.


" Gila lo San! Mentang - mentang lo anak taekwondo, lo pukul temen lo sendiri sampai bonyok. Coba lo lihat! Nih wajah gue memar gara-gara lo pukul tadi," sahut Miko yang berada di samping Bimo.

__ADS_1


" Lagian lo nyari kesempatan buat peluk - peluk Mbak Maya gue. Ya gue emosi lah,"


" Anjay gila lo San! Gua kan totalitas dalam memainkan peran,"


" Memainkan peran pala lo! Asal lo tahu, gue mukul lo pada karena kalian *****-***** Mbak Maya. Itu kan juga di luar skenario,"


Dan perbincangan itu masih terus berlanjut. Lesan memang menyuruh teman - temannya untuk membantu mencari Maya. Setelah berhasil ketemu, Lesan tidak langsung mengajak Maya pulang ke apartemen langsung.


Ia membuat rencana untuk menakut-nakuti Maya, dengan melibatkan teman - temannya. Di luar rencana, Lesan merasa emosi karena Miko temannya berani memegang Maya.


Sebenarnya itu hal yang wajar, namun karena Lesan merasa tidak terima akhirnya pertengkaran pun terjadi. Beruntung teman-teman Lesan memaklumi sifat Lesan yang satu ini.


" Anjay gila gue punya temen banci kayak lo San! Makanya kalau suka itu bilang, jangan langsung diajak main tusuk-tusukkan. Kan si cewek jadi takut," ceramah Bimo.


" Nah bener itu! Mending lo tembak langsung si Mbak Maya. Perasaan udah lama jangan terus disimpan, nanti malah jadi penyakit"


" Hmmm," jawab Lesan singkat.


" Pokoknya, kedepannya kita enggak mau lo suruh buat nakut-nakutin cewek lo lagi. Udah tahu cemburuan tapi malah nekad,"


" Hmm," jawab Lesan singkat.


" Jangan ham-hem ham-hem aja lo San! Dengerin kalau temen-temen lo ini pada ngomong," omel Bimo.


" Lo kata diri lo Nisa Sabyan, ham-hem ham-hem begitu " timpal Miko.


" Berisik lo pada. Udahlah gue mau istirahat,"


" Eh jangan lupa biaya perjanjian,"


" Habis ini gue transfer," jawab Lesan.


" Ok. Tambah uangnya San. Kita berlima bonyok nih gara-gara lo,"


" Bacot," ucap Lesan kemudian mengakhiri teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2