Suami Keduaku Berondong

Suami Keduaku Berondong
33. Jalan-jalan


__ADS_3

Tingg,,, Maya terbangun dari tidurnya. Tidurnya terganggu akibat bunyi ponsel yang berdering nyaring. Dengan malas Maya mengambil ponselnya yang berada di nakas. Tanpa melihat nama yang menelepon Maya langsung menekan tombol hijau.


" Halo, maaf pemilik ponsel ini sudah tidur," setelah berucap demikian seseorang yang berada di seberang sana menjadi tertawa.


" Mbak Maya ini Lesan mbak. Mbak Maya baru bangun tidur ya?"


" Tidur mbak terganggu karena telepon dari kamu,"


" Hehehe maaf mbak. Habis aku sudah nggak sabar untuk menghubungi Mbak Maya begitu ada kesempatan. Ada WiFi di kecamatan jadi aku bisa menghubungi Mbak Maya lagi. Mbak Maya kabarnya bagaimana? Sehatkan? Bayu juga sehat kan mbak?"


" Iya kami di sini sehat. Kamu sendiri bagaimana?" Maya merubah posisinya yang semula tiduran menjadi duduk.


" Aku nggak sehat mbak. Nggak ada Mbak Maya rasanya hati ini selalu merasa hampa,"


" Aku kangen sama kamu mbak," lanjut Lesan lagi.


" Minggu kemarin mama papa kamu ke sini. Mereka bertanya tentang kabar kamu. Cepat telepon mereka kalau kamu senggang seperti ini,"


" Ini sudah malam mbak. Besok saja aku telepon mereka,"


" Bayu suka rewel enggak mbak?"


" Nggak," bohong Maya. Semenjak Lesan pergi, Bayu jadi sering uring-uringan. Ia selalu menanyakan kabar Lesan kepada Maya. Hampir setiap hari Maya selalu pusing mencari alasan untuk membuat Bayu tidak rewel.


" Syukurlah. Aku akan menyelesaikan kegiatan KKN ini mbak. Begitu KKN selesai kita nikah ya mbak,"


" Ngawur kamu. Kuliah kamu saja belum selesai main nikah aja. Ingat kedua orang tua kamu punya keinginan lebih untuk masa depan anaknya,"


" Aku sudah mapan, tampan, mama papa aku pasti setuju dan yang paling penting aku bertanggung jawab sebagai laki-laki. Mbak Maya masih belum percaya sama aku?"


" Menikah bukan planning aku dalam waktu dekat ini Lesan," jelas Maya.


" Tidak masalah, berarti aku harus berusaha lebih keras lagi untuk membuat mu percaya mbak,"


...****************...


" Mbak gimana sih rasanya jadi singel parent tuh?" tanya Farah teman kerja Maya.


" Harus banyak-banyakin sabar," jawab Maya sembari mengecek buku keuangan.

__ADS_1


" Jadi takut nikah deh mbak. Buat apa nikah kalau ujung-ujungnya cerai, iya kan mbak?" celetuk Farah.


" Itu kata-kata yang berlaku untuk orang penakut,"


" Kok gitu mbak?"


" Farah dengar ya! Pernikahan itu hubungan yang menyatukan dua insan yang berbeda pikiran. Pasti sering kali terjadi masalah dan perdebatan di dalam hubungan tersebut. Semua itu adalah hal biasa. Jangan jadikan jalan kehidupan orang lain sebagai tolok ukur kehidupan mu juga. Semua sudah ada yang mengatur dan kita hanya tinggal menjalankan,"


" Bener juga ya mbak,"


" Terus hubungan Mbak Maya sama Mas Lesan gimana?"


" Biasa aja, dia sudah aku anggap sebagai adik"


" Oh ya hari ini aku ijin mau pulang cepat soalnya Bayu minta jalan-jalan,"


" Oke mbak,"


Maya pun segera menyelesaikan pekerjaannya. Hari ia berjanji ingin mengajak Bayu jalan-jalan. Selama Maya bekerja Bayu sengaja ia titipkan di tempat penitipan anak. Tempat itu adalah rekomendasi dari rekan kerja Maya. Maya sudah mengeceknya dan tempat penitipan anak tersebut memang bagus.


Maya berpikir jika Bayu terus ia ajak bekerja di cafe, anak itu pasti merasa bosan dan tidak akan mendapatkan pengalaman baru karena lingkungan sosial yang terbatas. Alhasil Maya menitipkan Bayu sembari menunggu Bayu cukup usia untuk masuk ke jenjang pendidikan.


Lesan


Hai bidadari ku😘😘😘. Tunggu kekasih mu ini pulang ya...


^^^Maya^^^


^^^Ya^^^


Maya hanya membalasnya singkat. Ia tidak ingin memberikan harapan lebih kepada Lesan. Sudah cukup baik hubungan mereka selama ini. Ia tidak ingin jalinan erat ini putus hanya karena sebuah rasa.


Sore hari Maya mengajak Bayu ke mall. Mereka hanya pergi berdua. Bayu sangat merasa senang. Ia terus berceloteh tentang banyak hal termasuk teman-teman barunya di tempat penitipan anak.


" Bayu senang enggak?" tanya Maya.


" Senang banget ma. Bayu suka diajak jalan-jalan sama mama apalagi sama papa Lesan. Uhh pasti seru," sorak Bayu merasa gembira.


" Lesan lagi," batin Maya kesal

__ADS_1


Maya mengajak Bayu ke time zone. Banyak permainan yang sudah dicoba Bayu. Mereka berdua sangat menikmati suasana di keramaian hari ini. Selesai dari time zone mereka mengisi perut di salah satu tempat makan pilihan Bayu.


Maya pun setuju dan kini mereka sudah duduk manis menunggu pelayan datang. Selesai menunjuk beberapa menu Maya kembali mengajak ngobrol Bayu. Mereka bercerita asyik sampai-sampai ada yang memperhatikan mereka dari kejauhan mereka tidak sadar.


'' Ma seru banget hari ini. Lain kali kita ajak papa Lesan ya ma,"


" Iya,"


Pesanan datang dan mereka pun menyantap makanannya. Belum selesai mereka makan, datang orang yang sudah memperhatikan keakraban Maya dan Bayu sejak tadi.


" Hai kalian apa kabar?"


" Itu ayah ma,'' jawab Bayu dan tentunya Maya sudah tahu jika itu adalah Pandu.


" Ada yang bisa saya bantu Pak Pandu?"


Ada sedikit rasa sakit yang terselip kala Maya memanggil Pandu dengan sebutan pak dan bukan mas lagi. Entah apa yang Pandu rasakan, dirinya kurang mengerti.


" Aku lihat kalian berdua asyik banget. Kalian habis jalan-jalan ya?"


" Iya kami habis jalan-jalan," jawab Maya.


" Aku dulu juga sering ajak Bayu jalan-jalan sama Asti loh May. Waktu kamu masih jadi TKW, Asti yang nemenin Bayu main di mall,''


" Ohh,''


" Kamu memutuskan untuk tinggal di kota ya? Jadi kamu tidak tinggal dengan paman dan bibi mu. Kamu di sini tinggal dimana? Apa masih bersama sahabat Tyo yang itu?"


''Bayu sudah selesai makannya nak? Kalau sudah selesai mama bayar dulu habis itu kita pulang,"


" Iya ma,"


Maya segera menyelesaikan kegiatan makannya kemudian memanggil pelayan untuk membayar. Ia memberikan sejumlah uang setelah pelayan itu menunjukkan nominal harga makanan yang Maya pesan.


" Sombong sekali kamu May! Ingat ya, Bayu juga anak aku. Aku yang sudah membesarkannya tanpa kamu. Dan kamu nggak bisa jauhin Bayu gitu aja dari aku,"


" Pak Pandu memang yang sudah membesarkan Bayu tetapi saya lah yang melahirkan dan mencukupi kebutuhan hidupnya termasuk kebutuhan diri anda dan istri anda,"


" Kamu lupa? Di awal pernikahan kamu juga numpang di rumah ku. Makan minum gratis, dan juga biaya kamu jadi TKW keluarga aku yang menanggung. May... May.. kalau bukan karena bantuan aku, kamu enggak mungkin sukses di luar negeri jadi TKW. Ya wajar dong kalau aku menerima imbalan dari hasil kesuksesan kamu,"

__ADS_1


'' Oh begitu dengan mengambil keseluruhan hasil kerja keras ku? Bahkan anda tidak menyisakan satu rupiah pun untuk saya yang telah bekerja keras ini," Pandu terdiam ketika melihat Maya berkata santai tetapi mengisyaratkan penuh kemarahan.


__ADS_2