Suami Keduaku Berondong

Suami Keduaku Berondong
34. OMG


__ADS_3

Oh, my, oh, my God, yesanghaesseo na


I was really hoping that he will come through


Oh, my, oh, my God, dan neoppuniya


Asking all the time about what I should do


Terdengar suara nyanyian lagu Korea yang dipopulerkan oleh kumpulan gadis muda nan cantik yang terkumpul dalam suatu grup. Maya sibuk membuat sarapan pagi untuk dirinya dan putra kesayangannya di dapur. Sedangkan Bayu lah yang memutar lagu tersebut. Bocah itu menari dan menyanyi menikmati alunan lagu yang ia sangat suka.


" Oh my oh my God. Yeson yeson na, owes Bebi hoping di kamtruh, " begitulah lirik yang diubah Bayu saat menyanyikan lagu kesayangannya itu. Akhir - akhir ini Bayu memang menyukai lagu-lagu K-Pop karena tidak sengaja mendengarkan lagu tersebut waktu diajak Maya berbelanja di swalayan.


Ting tong,, bel bunyi apartemen berbunyi. Bayu berteriak kepada Maya jika ada tamu yang datang. Anak itu berteriak kepada Maya agar Maya membukakan pintunya, maklum saja tangan Bayu masih begitu mungil untuk menjangkau gagang pintu.


Maya yang tahu pun segera bergegas membukakan pintu. Tidak banyak yang datang berkunjung ke apartemen Lesan kecuali orang tua Lesan dan beberapa karyawan.


" Hai mbak," sapa tamu yang datang. Tamu yang tak lain adalah Lesan itu langsung memeluk Maya.


" Bukannya kamu pulang masih seminggu lagi?"


" Yang mau KKN bukan dari kelompok aku aja mbak. Kloter kedua akan mengadakan sidang skripsi, jadi mau enggak mau kloter kedua maju jadwal KKN nya. Nah dari situ, kloter pertama dipulangkan cepat,"


" Oh begitu,"


'' Ahhhh kangennya aku sama kamu mbak," Lesan meletakan tasnya ke lantai begitu saja. Ia langsung berhamburan memeluk Maya. Posisi mereka saat ini masih di depan pintu, sudah seperti suami yang menyambut kepulangan suaminya Maya rasa posisi mereka tepatnya seperti itu.


'' Papa,'' teriak Bayu yang entah kapan sudah menyusul mereka berdua.


'' Bayu kangen sama papa ,'' ungkap Bayu dengan polosnya.


'' Papa juga,'' jawab Lesan yang telah melepaskan pelukannya bersama Maya. Lesan meraih tubuh kecil Bayu untuk digendongnya. Bayu bersorak gembira karena bisa bertemu kembali dengan Lesan. Lesan yang gemas pun tak hentinya mencium pipi gembul bocah kecil dalam gendongannya ini.


'' Bayu turun nak,, kasihan Om Lesan berat gendong kamu,'' peringat Maya sehingga membuat putranya itu cemberut.


'' Papa laper,, Bayu sudah makan?'' tanya Lesan dan Bayu menggeleng.

__ADS_1


'' Ya sudah kita makan saja. Papa bawa ayam goreng kesukaan Bayu,'' Lesan membawa Bayu berlalu meninggalkan Maya yang masih berada di ambang pintu.


Sepanjang acara makan Bayu dan Lesan terus bercengkrama mengabaikan Maya yang menatap kesal keduanya. Selera makannya jadi berkurang karena Bayu sama sekali tidak merepotkannya untuk menyuwir ayam.


'' Lesan,'' panggil Maya.


'' Iya mbak,'' jawab Lesan yang kini menatap Maya.


Ada apa ini, Maya terbengong ketika melihat penampilan Lesan yang sekarang. Bocah itu terlihat jauh lebih manis dari yang dulu dan ketampanan yang tak sedikitpun luntur meskipun kulitnya kini berubah menjadi sawo matang. Alis yang tebal dan bulu mata yang lentik, membuat Lesan bak model pria berkelas yang sering Maya lihat di majalah-majalah popular.


'' Seperti yang aku bilang tempo lalu, aku akan pindah kalau kamu sudah pulang dari KKN. Dan sekarang kan kamu sudah di sini jadi lusa atau kapan aku akan segera pindah sama Bayu ,''


'' Oh begitu. Apa sudah dapat tempat yang baru?'' jawab Lesan. Maya pikir Lesan akan menahannya, tetapi semua itu tidaklah mungkin. Maya menghilangkan pikiran itu.


'' Sudah dapat beberapa rekomendasi dari teman di cafe. Aku mungkin akan cari tempat tinggal di sekitar cafe,''


...****************...


Malam hari usai menidurkan Bayu, Maya kesulitan untuk memejamkan matanya. Ia bergerak gelisah, karena takut membangunkan Bayu yang berada di samping akhirnya Maya memutuskan untuk keluar. Maya keluar kamar dan berjalan menuju dapur berniat untuk mengambil air minum.


Sesampainya di dapur, orang yang Maya hindari ternyata sedang ada di dapur juga. Lesan Shirtless dengan bawahan celana kain yang panjang. Maya merasa kikuk dan berniat balik mengurungkan niatnya untuk minum.


'' Mbak Maya, mau minum ya?'' tegur Lesan.


'' Iya,''


'' Sini kalau begitu ,''


Menurut, akhirnya Maya menghampiri Lesan. Ia berjalan menuju meja bar dapur. Lesan kemudian memberikan Maya segelas air putih. Maya menerimanya kemudian meneguk segelas air putih tersebut.


'' Mbak yakin mau pindah dari sini?''


'' Iya san,''


'' Sejujurnya aku tidak mengijinkan Mbak Maya pergi dari sini. Aku sudah sangat nyaman tinggal bertiga bersama kamu mbak,''

__ADS_1


'' Aku cuma nggak enak sama pandangan orang-orang tentang kita. Kita ini bukan sepasang suami istri ataupun memiliki hubungan yang khusus. Aku sudah sangat berterima kasih karena bantuan kamu selama ini ,''


'' Aku tulus suka sama Mbak Maya dan Bayu,''


'' Hahaha, aku janda apa kamu seserius itu suka sama aku? Kamu masih muda Lesan, sangat disayangkan jika kamu terjebak masalah rumah tangga yang rumit sama seorang janda terlebih janda itu sudah memiliki anak,''


'' Aku tidak perduli akan hal itu. Yang penting aku suka sama kamu mbak,'' kekeh Lesan.


'' Berapa usia mu?"


'' Apa?''


'' Aku tanya berapa usia mu?''


'' 21,'' jawab Lesan.


'' Kamu sedang masa puber,, tidak sepatutnya kamu mengejar janda seperti ku,''


'' Kamu masih bocah Lesan ,'' lanjut Maya lagi.


'' Kamu meremehkan ku mbak? Asal mbak Maya tahu, biarpun aku bocah tapi untuk sekedar memberikan Bayu adik yang lucu saja aku sanggup ,''


'' Cihh,'' Maya tertawa simpul.


'' Mau bukti?"


Tanpa aba-aba Lesan meraih tubuh Maya dan merangkulnya erat. Maya terkejut karena saat ini ia sudah berada di dekapan Lesan. Ia memelototi Lesan, dan itu dibalas senyuman manis oleh Lesan laki-laki yang lebih muda darinya itu.


'' Mau apa kamu?''


'' Mau ini,'' jawab Lesan seraya mencium bibir Maya.


Lesan semakin mengeratkan pelukannya. Maya sedikit terhuyung ke belakang karena Lesan begitu mendominasi. Lesan terus ******* bibir Maya. Mereka berciuman panas di dapur. Tanpa melepaskan tautan bibir mereka, Lesan menuntun Maya untuk bersandar pada dinding dapur.


Posisi yang begitu memudahkan Lesan untuk terus mengakses seluruh sudut bibir Maya. Tanpa celah, seluruh bibir Maya telah sepenuhnya menjadi milik Lesan untuk malam ini. Maya tidak bisa menolak, karena dia wanita normal pada umumnya. Lesan sedang Shirtless, tubuhnya yang kekar mampu membius kesadaran Maya untuk menolak pesona laki-laki muda ini.

__ADS_1


'' Be mine mbak,'' ucap Lesan setelah melepas sekejap ciumannya. Lesan kembali mencium Maya secara brutal. Tidak berhenti di dapur, kini Lesan menggendong Maya dan membawa pujaan hatinya itu ke kamar.


__ADS_2