
" Baiklah, jika tidak ada pembahasan lagi maka persidangan ini kami akhiri di sini," ucap ketua hakim hendak mengetuk palu pengadilan.
" Tunggu dulu sebentar. Izinkan saya menyampaikan beberapa hal dalam persidangan ini," sahut seseorang yang baru datang. Orang yang baru datang itu adalah Lesan. Sontak semua orang terkejut karena kedatangan Lesan yang tiba-tiba.
Maya pun sama terkejutnya dengan yang lain. Ia melirik adiknya yang tampak tersenyum saat kedatangan Lesan. Maya tidak tahu apa rencana Lesan dan Tyo. Ia hanya menyeka air matanya karena kini matanya sangat terasa perih.
" Syukurlah, akhirnya lo datang juga bro" gumam Tyo yang dapat di dengar oleh Maya.
Lesan berjalan menghampiri pengacaranya Maya, ia memberikan sesuatu kepada pengacara tersebut. Setelah itu pengacara Maya berjalan menuju hakim, ia memberikan barang yang diberikan oleh Lesan tadi.
" Permisi, bukankah persidangan ini sudah selesai? Hasil keputusan bahwa hak asuh anak dimenangkan oleh klien saya," ucap pengacara Pandu.
" Persidangan ini belum selesai tuan. Hakim belum mengetuk palu lagi. Jadi klien saya masih berhak untuk mendapatkan kesempatan," sanggah pengacara Maya.
" Tolong diperhatikan. Kasus ini masih belum bisa diputuskan begitu saja karena sidang belum resmi ditutup. Jadi masih ada kemungkinan jika keputusan bisa berubah," ucap hakim menengahi.
" Tidak bisa seperti itu Yang Mulia. Persidangan ini telah dimenangkan oleh klien saya, jadi orang lain tidak berhak ikut campur,"
" Biarkan pengacara dari saudara Maya untuk menjelaskan," putus hakim tidak ada yang berani berkomentar lagi.
" Seperti yang kita tahu, klien kami Nona Maya ini adalah ibu kandung dari anak Bayu Mahardika. Nona Maya meninggalkan Bayu demi mengubah perekonomian keluarga mereka karena suaminya yang tidak mampu membiayai kehidupan keluarganya sendiri. Tidak ada alasan untuk meninggalkan anak kandung bagi Nona Maya sendiri,"
" Berbeda dengan Tuan Lesan. Ia bukan ayah baik. Ayah mana yang tega meletakkan anaknya sendiri di panti asuhan dengan tujuan untuk mendapatkan nama atas rumah yang berstatus milik Bayu,"
__ADS_1
" Kebohongan macam apa itu? Saya tidak mungkin meletakkan anak kandung saya sendiri di panti asuhan," bantah Pandu tiba-tiba mengangkat suara.
" Pengacara kami sudah memiliki buktinya Saudara Pandu. Anda tidak bisa mengelak lagi dalam hal ini," sahut Lesan.
" Tahu apa kamu bocah kecil? Aku tahu kamu sekarang adalah kekasih mantan istri saya tetapi kamu tidak berhak ikut campur dalam urusan persidangan ini. Dasar! Wanita bekas pun kamu mau memungutnya. Seperti tidak ada gadis saja di dunia ini sampai kamu memungut mantan istri saya,"
" Tolong hentikan! Persidangan ini harus tetap berjalan tertib,"
Semua saling berdebat, Lesan dan Tyo tak henti-hentinya berusaha saling memojokkan Pandu. Maya hanya diam, pandangannya justru fokus terhadap Lesan. Lesan membelanya begitu keras meskipun Maya terkadang bersikap kurang baik kepadanya.
" Keputusan hakim sudah bulat. Hak asuh anak atas nama Bayu Mahardika jatuh kepada ibunya yaitu Nona Maya Hapsari. Keputusan mutlak dan tidak bisa dibantah," ucap hakim kemudian mengetuk palu pengadilan tiga kali.
Maya menangis bahagia, akhirnya keputusan bisa berubah. Sebentar lagi Bayu akan tinggal bersamanya. Tidak ada lagi yang bisa memisahkannya dengan Bayu. Pak Jamal dan Bu Ratih memeluk Maya memberikan selamat atas kemenangannya kali ini.
" Terima kasih Tuan Ferdi. Anda telah membantu saya untuk memenangkan kasus ini," ucap Maya kepada pengacaranya.
" Terima kasih banyak Tyo. Kamu sudah menolong mbak banyak banget,"
" Jangan berterima kasih sama aku mbak. Yang paling berperan besar dalam hal ini adalah Lesan. Dari awal Lesan yang sudah membantu kita. Dia yang menyewakan pengacara Ferdi untuk mbak. Katanya mbak kali ini harus bahagia," ucap Tyo.
" Terima kasih Lesan," ucap Maya kini memeluk erat Lesan. Persidangan sudah usai, semua tamu yang hadir sudah pergi. Menyisakan keluarga Maya dan Lesan saja.
" Sama - sama mbak. Ya sudah ayo kita temui Bayu sekarang,"
__ADS_1
*******
" Bayu," ucap Maya kini memeluk putranya. Bayu tampak senang ketika bertemu dengan Maya. Anak itu juga memeluk Maya dengan erat.
" Mama, ayah jahat" ucap Bayu dengan ucapan khas anak kecil.
" Yang dibilang Bayu benar May. Aku tidak menyangka Pandu bisa sejahat itu kepada putra kandungnya sendiri. Ia tega membuang Bayu ke panti asuhan karena di rumah tidak ada yang merawat Bayu. Ibu sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit. Aku sama ayah gantian jaga ibu jadi tidak sempat memperhatikan kondisi Bayu. Aku tahu hal ini dari Lesan, setelah itu aku bertekad untuk memberikan Bayu kepada kamu May. Cuma kamu yang berhak atas Bayu. Pandu, ck anak itu bahkan tidak layak untuk disebut ayah. Hanya karena harta ia tega berbuat seperti ini kepada putranya sendiri," jelas Fahmi. Fahmi lah yang membawa Bayu agar diasuh oleh Maya. Selepas sidang, Lesan mengajak yang lain untuk bertemu dengan Bayu dan Fahmi.
" Jadi Mas Pandu tega membuang Bayu ke panti asuhan karena di rumah dia tidak mampu mengurus anaknya. Selama ini ia hanya memanfaatkan Bayu demi rumah hasil kerja keras ku? Oh astaga, aku menyesal telah mencintainya selama ini," ucap Maya.
" Iya May kamu benar. Pandu sibuk memadu kasih dengan Asti sehingga ia melupakan putranya. Karena Bayu sering rewel akhirnya Pandu meletakkan Bayu di panti asuhan. Pandu tidak ingin menyewa baby sitter atau apalah karena dia takut hal itu akan mempengaruhi hasil persidangan. Sejujurnya Pandu hanya ingin menguasai rumah yang kamu atas namakan nama Bayu,"
" Mulai sekarang kamu harus tinggal sama mama ya Bayu. Mama sayang banget sama kamu nak,"
" Aku setuju May. Ayah dan ibu yang sekarang masih di rumah sakit pun juga setuju, lebih baik Bayu tinggal sama ibu kandungnya daripada dengan ayah bejat seperti Pandu "
" Terima kasih Kak Fahmi. Aku doakan semoga Pak Rusdi dan Bu Desi tetap sehat. Bagaimanapun juga mereka pernah menjadi orang tua ku,"
" Iya May. Kalau begitu aku pamit dulu. Semoga kedepannya kamu tidak melarang aku dan kedua orang tua ku untuk tetap menemui Bayu, karena bagaimanapun juga Bayu adalah keturunan keluarga kami"
" Kak Fahmi dan keluarga masih bisa ketemu Bayu kok. Kapan pun itu aku pasti izinkan,"
Setelah mengatakan itu Fahmi berpamitan kepada yang lain. Kini yang tersisa hanya Maya, adik, paman, bibi dan juga Lesan. Mereka turut berbahagia karena Maya berhasil bersatu dengan putra kandungnya.
__ADS_1
" Bayu, sayang mama" ucap Bayu seraya mengecup pipi Maya.
" Mama juga nak,"