
" Ini hidupku, sekarang kamu bukan tujuan utama ku lagi. Aku sangat membencimu mas," ucap Maya sembari menatap tajam rumah yang dulu menjadi bahagianya.
Hari ini Maya mampir ke rumah Pandu. Tidak,, sebenarnya Maya memang sengaja datang ke rumah Pandu. Setelah beberapa hari yang lalu Maya resmi menandatangani surat perceraian yang dikirimkan Pandu mungkin dari detik itulah ia bukan istri sah Pandu lagi. Palu pengadilan memang belum diketuk namun jika seandainya Pandu meminta rujuk, Maya tidak akan pernah menyetujuinya.
Ahh astaga Maya terlalu berharap Pandu menyesal akan keputusannya. Karena yang sekarang Maya lihat adalah Pandu yang asyik bercanda ria dengan Asti di teras rumah. Mereka mengobrol bersama layaknya pasangan bahagia. Hal itulah yang membuat Maya menjadi enggan untuk mampir, sehingga saat ini Maya berakhir berdiri di bawah pohon mengamati rumah yang pernah ditinggali nya itu.
Maya memutuskan pergi dari sekitar pekarangan rumah Pandu. Untuk apa dirinya membuang waktu mengharapkan Pandu berubah pikiran dan memelas cinta kepadanya lagi. Itu tidak akan pernah terjadi karena posisinya sudah digantikan oleh Asti. Maya akan memulai semuanya dengan baru. Yang pasti kehidupannya saat ini hanya tentang dirinya dan Bayu.
Maya pulang berniat menaiki angkot. Ia berhenti di pinggir jalan menunggu angkot jurusan ke rumahnya lewat. Ada sekitar lima menit Maya menunggu, tiba-tiba datang seorang laki-laki menaiki motor menghampiri Maya.
" Benarkan firasat ku kalau Mbak Maya ada di sini," ucap seseorang itu yang ternyata adalah Tyo.
" Kok kamu bisa tahu sih Yo?" jawab Maya.
" Jangan bilang Mbak Maya mau ngemis-ngemis rujuk sama Pandu? Pokoknya aku enggak setuju,, sia-sia dong usaha aku memperjuangkan keadilan buat Mbak Maya di pengadilan," jelas Tyo.
" Mana ada begitu Tyo. Mbak cuma mampir ke sini mau lihat Bayu,, tapi sepertinya itu tidak akan terjadi karena Mas Pandu sedang berniat ingin menjauhkan mbak dari anak mbak," ucap Maya sendu. Itu memang kenyataannya,, karena sedari Maya pergi dari rumah mertuanya ia tidak lagi bisa menemui Bayu.
Bayu seolah hilang tanpa kabar meskipun berulang kali Maya berusaha menghubungi mertua termasuk Pandu mengenai Bayu. Maya yakin ini adalah rencana Pandu untuk merebut Bayu dari kehidupan Maya. Maya sangat membenci hal itu, sebagai ibu ia akan berjuang demi Bayu putranya.
" Mbak tenang aja,, Tyo sudah melakukan solusi untuk masalah mbak yang ini. Bayu pasti kembali untuk mbak,"
__ADS_1
" Makasih ya Yo,"
" Yaudah buruan naik. Biar Tyo anterin pulang,"
Maya mengangguk kemudian ia mengambil helm yang disodorkan oleh Tyo. Mereka berboncengan bersama menaiki motor untuk pulang ke rumah. Seperti biasa di sepanjang jalan selalu ada Tyo yang berusaha mencairkan suasana. Tyo tahu kalau kakaknya masih bersedih dan sebagai adik yang baik ia berusaha memberi support.
Setelah menempuh beberapa menit, akhirnya Tyo dan Maya sampai di rumah paman Jamal. Maya turun dari motor kemudian berdiri di samping Tyo adiknya. Ia menyodorkan helm bermaksud mengembalikan kepada Tyo.
" Tyo, kamu udah sampai nak?" sapa Ratih kepada Tyo dan Maya yang baru sampai di depan rumahnya. Wanita paruh baya itu tampak tergesa-gesa ingin memberikan kabar penting kepada Tyo.
" Iya Bi, aku sama Mbak Maya baru pulang dari jalan-jalan sebentar. Kasihan Mbak Maya suntuk di rumah terus," jelas Tyo.
" Iya udah buruan masuk rumah. Kamu kedatangan tamu tuh," beritahu Ratih kepada Tyo.
" Hai bro!" sapa seorang pria yang kira-kira seumuran dengan Tyo. Postur tubuh mereka hampir sama hanya saja pria ini jauh lebih tinggi.
" San, Lo kapan datang ke sini?" tanya Tyo dengan wajah terkejut.
" Gue baru sampai rumah kemarin dan sekarang gue bertamu ke rumah lo," jawab laki-laki yang kini berdiri di samping Tyo, Maya dan Ratih.
Pandangan Maya teralihkan untuk menatap wajah tamu adiknya. Iya berpikir mungkin laki-laki itu adalah sahabat dari adiknya. Maya memutuskan tersenyum singkat sekiranya menyapa tamu adiknya yang belum ia kenal itu.
__ADS_1
" Bibi, seharusnya bibi jangan bilang kalau dia tamu Tyo. Masa bibi lupa sih sama Lesan? Lesan anaknya Mang Karjo. Sahabat Tyo dari SD," ucap Tyo.
Tyo menghampiri sahabatnya kemudian memeluk erat laki-laki bertubuh tegap tersebut. Mereka berpelukan ala sahabat yang memang sudah lama tidak bertemu. Mereka berpisah saat SMA karena Tyo memutuskan melanjutkan pendidikannya di luar kota begitu pula dengan Lesan.
" Oh astaga bibi sampai lupa. Lesan kamu pasti sengaja mengerjai bibi kan? Kamu bilang kamu tamunya Tyo, ternyata kamu sahabat Tyo. Dasar kamu ini dari dulu tidak pernah berubah. Suka banget mengerjai bibi,, terlanjur bibi bertanya -tanya banyak tentang kamu tadi. Padahal kamu anak tetangga sendiri," ucap Ratih yang pangling dengan Lesan yang merupakan anak tetangganya.
Sedari tadi Ratih berkata halus kepada Lesan, padahal kalau dia tahu itu Lesan pasti Ratih tidak akan memperlakukannya dengan spesial layaknya tamu jauh. Justru sebaliknya Ratih akan memperlakukan Lesan seperti Tyo karena menganggap Lesan juga seperti anaknya sendiri.
" Ajak masuk sahabat bandel mu ini Tyo. Bibi rasanya ingin menjewer telinganya sampai merah kayak dulu lagi. Bisa-bisanya dia berakting jadi tamu jauh padahal rumahnya saja hanya berjarak beberapa meter," ajak Ratih kepada anak-anak muda di depannya.
Mereka tertawa mendengar gerutuan lucu dari Ratih. Ratih memang cerewet jika menyangkut kelakuan Tyo saat bersama Lesan. Tyo menjadi bandel karena berteman dengan Lesan meskipun semua tahu jika kebandelan mereka berdua adalah nakal yang wajar ala anak muda.
" Bibi, aku tahu bibi pasti tidak mengenali aku makannya aku berpura-pura jadi tamu jauhnya Tyo. Hahahaha muka bibi saat melihat aku seperti wanita yang terpesona karena ketampanan ku. Jadi bagaimana bi? Lebih tampan Tyo atau aku sekarang?" ucap Lesan dengan senyum manisnya. Laki -laki itu memiliki senyum lesung pipi yang menawan. Jika dulu Lesan hitam manis kurus kini sudah jauh berubah. Laki-laki itu berubah menjadi sosok pria putih dengan lesung pipi yang tercetak jelas. Apabila dibandingkan dengan artis Korea maka Lesan ini bisa dikatakan mirip dengan RM salah satu personil anggota boy group terkenal di dunia.
Bukannya masuk ke dalam rumah, mereka larut dalam candaan yang dilontarkan Lesan dan Ratih. Lesan tak henti-hentinya menggoda Ratih dengan candaannya dan Ratih yang tidak pernah bisa kesal kepada Lesan. Dari dulu Lesan selalu pandai mengambil hati Ratih karena sifat humoris anak itu. Lesan tidak sedingin Tyo, pembawaan laki -laki itu yang santai sering kali menjadi pencair suasana ketika Ratih ingin memarahi Tyo akibat kenakalannya dulu.
Maya hanya diam menyaksikan orang - orang di depannya yang sedang bercanda. Ia tersenyum sesekali untuk menanggapi candaan Lesan yang memang lucu. Saat Maya asyik menyaksikan mereka secara tidak sengaja pandangnya bertemu langsung dengan Lesan. Ada sirat mata yang berbeda saat Maya menatap mata indah itu.
" Jangan menatap ku seperti itu Mbak Maya. Kalau Mbak Maya menatapku lebih dari sepuluh detik bisa dipastikan Mbak Maya bakal jatuh cinta sama aku," ucap Lesan kepada Maya.
" Bercanda mulu ya, ayo masuk rumah! Bibi akan memasakkan makanan kesukaan kalian dulu," ajak Ratih kemudian. Ratih menyeret tangan Tyo dan Lesan bersamaan. Mereka digandeng layaknya kedua anak kecil yang dipaksa pulang ke rumah oleh ibunya.
__ADS_1
Maya hanya tertawa kecil melihat itu. Ia pun juga ikut masuk ke dalam rumah. Namun lagi, Lesan memandangnya dari depan.
" Kenapa dia menatapku seperti itu?" gumam Maya mengalihkan tatapannya dari Lesan. Ia tidak terlalu ingat dengan Lesan, maksudnya memang Maya tidak hafal dengan sahabat - sahabat adiknya itu.