
******
Surat undangan mendarat di rumah pak Anwar. Elah langsung melihat surat undangan dari siapa. Surat undangan berwarna cokelat. Surat undangan yang sederhana.
Elah membaca kepada siapa surat undangan itu di tujukan. ELAH & SUAMI. Kemudian mata Elah tertuju ke arah tengah nama calon kedua mempelai tertera nama Mayang dan Ridho, hari dan tanggal pernikahan tepat hari libur, kemungkinan besar Elah dan Sidiq bisa menghadiri pernikahan Mayang.
Mayang sahabat kecil Elah, dari sekolah dasar sampai ke sekolah menengah atas mereka selalu bersama meski tidak sebangku atas sekelas di tingkat sekolah atasnya. Masa-masa terindah Elah sewaktu sekolah dasar, sepulang sekolah mereka akan bermain di sawah, mencari ikan di Balong, makan di saung Abah dekat dengan sawah Abah. Mengejar burung yang memakan padi, berlari-lari di pematang sawah, membakar singkong dan pisang mentah di kala lapar melanda.
"Abah, Elah mau daugan". Jika haus melanda Abah yang masih muda akan memanjat pohon kelapa. Elah dan Mayang menertawakan apa saja yang di anggapnya lucu dan unik. Pernah suatu hari Elah dan Mayang terbahak-bahak melihat tingkah laku Abah yang terjungkal di sawah, ibu yang berniat menolong Abah malah ikut terjatuh ke tengah sawah, kontan saja hal itu membuat Elah dan Mayang tertawa lepas. Abah dan ibu pun ikut tertawa.
***
Di sekolah menengah pertama sudah mulai jarang ke sawah, selain pulangnya siang, bahkan sore karena keduanya aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, tugas sekolah yang harus di selesaikan juga menyita waktu mereka. Terkadang hanya di hari Minggu saja mereka pergi ke sawah.
Lulus dari sekolah menengah pertama Elah dan Mayang melanjutkan ke jenjang sekolah menengah atas, mendaftar bersama, berbelanja baju dan kebutuhan sekolah ke pasar bersama.
"El, enggak apa-apa yang kita enggak sekelas, yang penting kita masuk ke sekolah unggulan, sesuai harapan kita". Mayang memilih baju yang cocok di tubuhnya.
__ADS_1
"Iya, enggak apa-apa, enggak masalah bagiku" ucap Elah.
*****
Tiga tahun pun mereka lewati, berjibaku dengan kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler. Pelulusanpun sudah di depan mata. Dan keduanya di nyatakan lulus dengan nilai yang memuaskan.
*****
"Ridho, jangan-jangan teman ku dulu, si kutu buku itu, dia juga kribo, kalau memang Ridho itu orangnya dan calon suami Mayang, berarti nanti anak-anak Mayang bakal kribo juga dooong....." Elah tersenyum membayangkan kalau-kalau itu benar adanya. "Jadi pengen cepet ketemu Sidiq dan mengatakan surat undangan dari Mayang". Kebetulan hari masih siang Sidiq masih di toko belum pulang kerja.
****
Gaun merah maroon jadi pilihan, sesuai dengan baju Sidiq. Gaun couple identik dengan pakaian pasangan yang sudah bersuami istri. Hari ini Elah tidak membawa pasukannya. "Pengen intim dengan Mayang, dulu juga Mayang yang menemaniku waktu menikah". Alasan Elah dapat di terima Sidiq, ibu Hamdanah pak Anwar. Putra dan putri di titip di BI Enung tetap dalam pengawasan Bu Hamdanah. Nenek yang protektif terhadap semua cucunya.
Tiba di rumah Abah dan ibu, Elah sengaja Melawati rumah Mayang mau menjemput Abah dan ibu dulu. Baru setelah itu ke rumah Mayang. Sidiq setuju sekali dengan ide istrinya. "Emang istriku, istri yang Sholehah" Sidiq memuji Elah. "Mana cucu-cucu Abah?..." Baru juga tiba Abah sudah menanyakan dua belas cucunya, pasukan Sidiq Abah menyebutnya.
"Enggak di bawa Bu, Abah... Pengen intimed kata Elah juga" Sidiq menjelaskan keinginan istrinya untuk menemani Mayang.
__ADS_1
"Oooh .... Begitu, tapi Abah sama ibu pengen ketemu mereka"." Ibu sama Abah nanti ke sana yah, telpon nanti mang Endin akan menjemput Abah sama ibu". Sidiq menghibur mertuanya.
Di acara perhelatan pernikahan Mayang yang sederhana, panggung dan puade sudah siap. Sangat sederhana. Elah masuk ke dalam kamar Mayang. Mayang sedang di rias, "hey... Pengantin cantik sekali". Goda Elah, yang tiba-tiba muncul di kamar Mayang.
Mayang yang tidak menyangka sahabatnya akan tiba kaget dan memeluk erat Elah. "Terimakasih sudah datang dan mau meluangkan waktunya tuan Sidiq tuan konglomerat".. senyum simpul Mayang.
"Husssstttttt.... Jangan begitu dong, ngomong-ngomong calon suamimu si Ridho teman SMA kita? Si kutu buku daaaaaan berambut kribo yaaaaah?". Elah menutup mulut dengan jemarinya yang mungil, pernikahan tidak membuat jemari Elah berubah menjadi kasar dan ruas jarinya membesar. Karena semuanya sudah di tangani oleh asisten rumah tangga. Elah sangat beruntung.
"Hhhmmmmm..... " Ragu-ragu Mayang mau menjawab. Tiba-tiba dari liat sudah ada panggilan pengantin perempuan di harapkan kehadirannya di luar, karena akad nikah dan ijab kabul sudah berjalan dengan lancar.
Elah mendampi Mayang keluar sambil memegang kebaya putih yang menjuntai ke bawah. Elah tersenyum tebakannya benar. "Benar Ridho Suherman adalah suami dari Mayang sahabat sejatinya". Ridho si Kutu buku dan kribo berdiri tegak menyambut kehadiran Mayang.
"Selamat yah, akhirnya suamimu kribo juga, hehehe... makanya dulu jangan mengejek aku". Elah mengingatkan Mayang waktu itu Mayang nyerocos tidak karuan ketika Elah memilih dan menerima lamaran Sidiq. "Banyak laki-laki yang tampangnya sempurna kenapa kamu mengiyakan lamaran si kribo itu". Mayang sempat geram dengan keputusan yang di ambil oleh Elah. " Eeh... sekarang Ridho thoooo yang jadi suami kamu".. "sudah dooong El... aku malu niiih,". "pantas saja" "pantas apanya" Mayang langsung saja menyambar ucapan Elah. "pantas saja enggak pernah cerita tentang pacara atau calon suami kamu, ternya eeeh ternyata".. Mayang yang terus saja di gida oleh Elah mukanya merah padam karena malu. "Iyaa... iya... aku sempat pacaran sama Ridho cuma empat bulan saja kok.. di bulan ke empat ini Ridho menyampaikan lamarannya kepada ibu dan bapak".
Obrolan itu terhenti karena acara masih berlangsung, rangkaian nasehat perkawinan oleh Ust Soleh sedang berlangsung berisi tentang petuah bagi pangantin baru maupun pengantin yang sudah lama.
Setelah itu kedua pengantin di persilahkan duduk di puade di panggung pernikahan di temani kedua orang tua. khalayak ramai ikut menyaksikan pernikahan Mayang dan Ridho. meskipun sederhana namun tetap khidmat dan sesuai dengan agenda yang sudah tersusun dengan rapih.
__ADS_1
Senyuman selalu menyertai Mayang dan Ridho sebagai pasangan baru yang baru saja di syahkan secara agama maupun negara. "Foto dulu dong, buat kenang kenangan, lucu kalo yah dua cowok kribo berdampingan, hehehe ...." dengan manja Elah mengajak Sidiq ke atas panggung dan meminta kameramen untuk mengabadikan foto pernikahan Mayang dan Ridho..."Selamat yah sayang, cium di pipi kanan dan kiri Mayang mendarat dari sahabat nya Elah.