Suami Ku Anak Konglomerat Tapi Udik

Suami Ku Anak Konglomerat Tapi Udik
Bab XXIV Kasih Sayang yang Tidak Bisa Tergantikan


__ADS_3

Kebahagiaan Elah setiap hari semakin bertambah, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan dua belas anak-anaknya. Berlian merayakan ulang tahunnya yang ke tujuh belas dengan sederhana, tidak ada yang istimewa. Doa dan harapan di panjatkan oleh semua anggota keluarga pak Anwar.


Saling menyayangi, menjaga, perduli dengan anggota keluarga menambah kahzanah keindahan dalam membina keluarga.


Berlian anak pertamanya kini beranjak dewasa, "tepat di hari ulang mu, mamah hanya memberikan sebuah hadiah sederhana, semoga Berlian suka yaaah...?". Elah memberikan kotak kecil berwarna coklat. "Ya, mamah, terimakasih banyak yah". Ciuman mendarat di pipi kanan dan kiri Elah.


"Buka dooong kak... Please... Pengen tahu niih?". Mawar berbisik di telinga Berlian.


"Okey,.. tunggu yah".


Kotak di buka di depan semua keluarga, di dalamnya sebuah cincin bermata biru. "Cantik sekali, aku suka.. terimakasih mamah, hadiah yang bagus". Ucap berlian.


"Alhamdulillah, kakak suka yaaah,.. ini pilihan mamah sama ayah, bertambah usiamu naak, bahagia dan sehat selalu". Kompak Elah dan Sidiq mencium pipi dan keningnya secara bergantian. Di lanjut pak Anwar, Bu hamidah, saudara-saudaranya, adik-adiknya. Putri si kembar memberikan hadiah yang unik, ia memberikan bunga mawar yang di petik di taman.


Berlian menyambut hangat pemberian adik kecilnya dengan senang hati. Mengucapkan terimakasih dengan membungkukkan badan.


Tentu saja bunga mawar yang di petik di taman di bantu oleh bu Hamdanah, nenek yang baik hati. "Hussstttt.... Iya, nanti nenek yang ambil yaah... Hati-hati banyak durinya, nanti tangan kamu sakit, harus memakai gunting di petiknya". Putri manut kepada neneknya. Lalu bu Hamidah beranjak ke dapur mengambil gunting.

__ADS_1


Dua jari putri, jari jempol dan jari telunjuknya mengarah ke bu Hamdanah, "oooh petiknya dua... Okey cantik, syiiip deeh". Nenek faham dengan maksud dua jari Putri.


Bunga mawar di petik sore sebelum malam perayaan ulang tahun Berlian, memang sudah tradisi di keluarga pak Anwar semua anggota keluarga yang merayakan hari jadi atau ulang tahun dan perayaan hari pernikahan di adakan di malam hari, setelah semua kumpul dsn selesai mengerjakan aktifitas.


Nanti selebihnya bisa di rayakan bersama teman sekolah, sahabat atau patner kerja, setelah perayaan di rumah. Begitu intimeed hubungan keluarga Bapak Anwar.


Jalinan yang baik antar keluarga, dan kasih sayang yang di tumbuhkan semenjak dini, membawa dampak yang baik.


Pak Anwar sadar betul dengan kondisi saat ini, jika anak-anak sudah tidak nyaman di rumah biasanya mencari kenyamanan di rumah orang lain atau di tempat-tempat tidak baik. "Berlian pesan dari kakek, selamat hari jadi. Semoga bertambah pintar, cita-citanya tercapai, sehat dan bahagia selalu, dan menjadi panutan buat adik-adik kamu, terus harus di ingat jangan main-main enggak jelas, kalau mau bertemu teman kamu kakek, nenek, mamah dan ayahmu harus tahu, untuk menjaga diri dan keluarga". Elah mencium tangan pak Anwar, lalu mengiyakan apa yang di amanatkan kekeknya kepadanya. "Iya kakek, terimakasih banyak, semua kasih sayang yang telah di berikan kepada Berlian".


Cincin pemberian kedua orangtuanya langsung Berlian kenakan, pas di jari manis sebelah kanan. Cincin yang melingkar di jarinya di permanis dengan batu berwarna biru.


****


Berlian mengucap rasa syukur yang dalam, kerana limpahan kasih sayang keluarga besarnya membuat imunitas yang baik dslam dirinya, dalam bertutur kata, bersikap dan berpendapat pun Berlian mampu menjadi pribadi yang baik. Baik di dalam rumah maupun di lingkungan sekolahnya.


Kepribadian Berlian tidak menunjukkan dia salah seorang anak konglomerat, sederhana nampak dalam dirinya. Tidak menampakkan diri, pendidikan dan pengajaran yang di terapklan oleh Elah sebagai ibu tepat agar anak tidak memiliki kesombongan.

__ADS_1


"Hidup ibarat numpang minum dan makan nak, hanya sebentar saja, buat apa perperilaku sombong, itu tidak baik". Kata-kata Elah di sela-sela obrolan dengan anak-anaknya. "yang penting menghargai sesama, nanti juga orang-orang akan menghargai kita". "iya kan, mah", Muhammad selalu bijaksana memberikan pendapat nya.


Elah membiasakan setiap hari ngobrol, bertukar fikiran dengan anak-anaknya. Kebiasaan ini membuat anak nyaman dan tentram berada di rumah. Muhammad, Ahmad, Iqbal, Rafa, Rafi dan Putra selalu akur. Berbagi mainan atau meminjamkan buku bacaan yang baru. Tidak rebutan dan saling memaksakan keinginan.


Sidiq merasa bahagia dengan pola pendidikan yang di terapkan Elah sebagai ibu sangat di apresiasi oleh Sidiq. Sebagai ayah sidiq tidak hanya sibuk mencari pundi-pundi uang, tetapi selalu menyempatkan bermain dengan anak-anaknya meski lelah atau rasa lelah, dan penat melanda. "Keluarga adalah segalanya". Begitu yang di ucapkan Sidiq. Jalinan seperti ini membuat anak-anaknya tidak jauh dari orang tua. Dan menjadikan ke dua orang tua adalah segalanya.


****


Di ruang keluarga, di depan televisi bu Hamdanah mencermati acara ceramah sore hari, setiap hari minggu ibu Hamdanah rajin menyaksikan acara tersebut. "menambah pengetahuan dan pemahaman". di sambi dengan minum teh manis dan cemilan, terkadang di temani oleh cucu-cucu nya yang kecil dan menganggu pemandangan bu Hamidah.


Beliau tidak marah, meski Elah melarangnya berkali-kali. "putra, putri jangan mengganggu nenek". Namun hal itu tidak di gubris oleh keduanya. "sudah... Biarkan, namanya juga anak-anak. Kalau anak-anak diam saja berarti enggak sehat, biarkan mereka bermain, ibu merasa tidak terganggu. Putra dan putri bukan mendekati Elah ibunya malah mendekati neneknya. " sini duduk sama nenek, lihat tuuuh pak kyai lagi berceramah, nanti siapa tahu putra menjadi kyai dan penceramah di televisi, kan kereen... Cucu nenek dan kakek Anwar, hehehe... ".


Elah duduk menemani bu Hamdanah dan mendengarkan ceramah yang di sampaikan oleh salah satu Ustadz yang sedang viral saat ini. isi ceramahnya tidak menggurui tetapi lebih menamamkan pemahaman bagaimana menjadi manusia yang baik untuk dirinya sendiri, keluarga, lingkungan dan alam semesta. Begitu mengena dalam hati bahasanya yang santun, tutur katanya yang lemah lembut, meski ada kata-kata yang menghibur hanya sekedar bagaimana contoh-contoh perilaku manusia yang memiliki sifat tercela dan tidak boleh di ikuti.


Setelah acara ceramah selesai, biasanya bu Hamidah bergegas mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat maghrib, dan setelahnya makan malam bersama keluarga. Moment yang sangat menyenangkan berkumpul bersama, dan bercerita.


Bersama keluarga adalah masa-masa yang indah, yang akan terkenang sampai kapanpun. Tidak akan terlupakan meski waktu terus berlalu. Tidak akan terulang kembali. Setiap saatnya membawa kenangan yang abadi dan terkenang di hati.

__ADS_1


__ADS_2