Suami Ku Anak Konglomerat Tapi Udik

Suami Ku Anak Konglomerat Tapi Udik
Bab XVI. Peristiwa Berdarah dan Tidak Terduga Sebelumnya


__ADS_3

Siang itu Mayang dan ibunya, ibu Halimah namanya. Berencana pergi ke pasar yang terletak di kabupaten kota," sekali-kali yuuk Bu. Kita ke pasar sambil jalan-jalan. Hari ini kebetulan Ridho ada di rumah, tidak pergi bekerja". Ridho bekerja sebagai wartawan freelence yang bisa mengerjakan tugasnya melalui internet atau media sosial lainnya.


"Mau beli apa?". Ucap ibu. "Enggak tentu sih Bu, hanya ingin jalan-jalan, makan bakso dan es campur, kalau nanti ada baju atau yang lainnya Mayang suka nanti Aku beli". Suami kamu mengizinkan?, dia ada di rumah, kamu malah pergi shopping sama ibu, bukan sama ridho, mantu ibu yang kribo itu, hehehehe"." Enggak usah di bawa-bawa Bu kribo nya.". Mayang tertawa tipis. " Kalau begitu ibu siap-siap dulu, kita naik kendaraan umum kan?". " Pake motor Ridho laaah Bu, lumayan kan ongkos mobil nya nanti buat nambahin jajan". "Ibu pake helm!?. "Iyyyyaaa... Kalau enggak pake helm, nanti kena tilang pak polisi, Mayang takut sama pak polisi bu... pakai helm yah Bu, helm Mayang nanti ibu yang pake, aku pake punya ridho". "Kan ibu udah pakai kerudung, masa pake helm lagi. Double dong pengaman kepala ibu?...." Aih ibu....ibu... Kerudung yah kerudung buat menutup aurat, sedangkan helm untuk menjaga keselamatan dalam berkendaraan". Ridho yang mendengar perdebatan mertua dan istrinya ikutan nimbrung, itupun tidak sengaja ridho hendak mengambil air minum ke dapur, lalu mendengar obrolan keduanya.


"Eeh... Ada nak Ridho". Ibu tersipu malu. "Iya Bu, dandan yang cantik yah Bu, terus jagain istri ku yah Bu, jangan ada yang lirik-lirik atau malah Mayang yang lirik sana sini". "Kalau enggak ngelirik nanti aku jatuh, mau istrimu pulang dari pasar kakinya sakit, terkilir atau copot, gara-gara manut sama suaminya enggak boleh larak-lirik kalau lagi berjalan". " Iih kenapa sewot sih neng, gitu aja geh, maksudnya aku tuuuuuh". "Iya faham, aku mengerti and understand, tenang aja.


Matanya ini enggak suka sama yang haram, yang halal sedang menanti di rumah". Tak pelak rambut kribo Ridho menjadi sasaran empuk kunci motor. Pelan saja, hanya nempel doang, tapi meskipun keras kayaknya lama juga nyampe ke batok kepala Ridho. Saking tambunnya tuh rambut Ridho.


Jam sepuluh siap "mari kita on the way atau otw Bu...., Jangan lupa helm dan maskernya di pakai ". Mayang mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. "Iya, anakku yang cantik, terimakasih helmnya sudah di pakaikan dengan benar, kepala ibu enggak terlalu berat, tapi seperti menjadi robot mendadak ini ibu kepalanya serasa membesar,hehehehe". "Ibu bikin gemes deeeeh". Mayang membalas candaan ibu dengan tawa yang lepas. Ridho melihat kedua perempuan itu ikut tertawa. "Istriku memang bersahaja sekali, supel dan baik hati". Ridho masih saja memuji tabiat baik yang di miliki oleh Mayang.

__ADS_1


"Aku berangkat yah, hati-hati di rumah, awas sendirian lhooo,. Iiih horor, sereem". Ridho membalasnya dengan sederhana " aku mau tidur". Di kejar-kejar deadline membuat Ridho bergadang setiap malam. Seminggu Ridho kurang tidur, setelah pekerjaan nya beres dan di terima editor Ridho minta ijin sehari untuk istirahat di rumah.


Karena perjalanan pasar kabupaten kota jauh, ibu meminta Mayang berhenti sejenak di warung pinggir jalan, "May, ibu haus, bisa enggak berhenti sebentar saja". Permintaan ibu di iya-kan oleh Mayang, tidak lama motor matic yang di Kendarai Mayang berhenti di sebuah warung kecil. Warung jajanan yang penting ada tempat untuk duduk sambil minum kopi dan ibu bisa beristirahat sejenak. Air mineral ukuran botol kecil sudah di genggam ibu, Mayang mengambil minuman dingin dan panganan ringan, lalu duduk tanpa melepas helm.


Karena ibu tidak terbiasa, helm ibu di buka lalu di simpan di meja warung. Ibu lupa memakai nya kembali.


Sepuluh menit kemudian, motor Mayang berjalan dengan kecepatan sedang, " hati-hati Bu, ada razia.. putar arah". Dari seberang jalan suara itu terdengar. Mayang tidak bergeming terus melaju karena semua persyaratan sudah lengkap "ibu juga sudah memakai helm, kenapa harus takut, SIM, BPKB dan KTP sudah siap di keluarkan dalam dompetnya, jika pak polisi menanyakan.


Priiiit...priiitt... Priit. Peluit pak polisi memberhentikan motor yang di kendarai Mayang. Mayang tidak gentar, tidak seperti orang-orang yang lari tunggang langgang bak prajurit yang lari terbirit-birit dari Medan perang.

__ADS_1


"Maaf Bu, tolong tunjukkan surat-suratnya dan KTP ibu". Sangat sopan kata-katanya dan pak polisi memberikan hormat.


Dengan cekatan Mayang mengeluarkan apa yang di tanyakan pak polisi. " Tujuan ibu mau kemana?". "Mau ke rumah sakit pak". "Surat-surat lengkap, tetapi.... ". "Tetapi apa pak?". "Ya, saya belum selesai Bu." "Ibu yang di belakang tidak memakai helm Bu?". "Apa!". Mayang kaget. "Ibu... Kok bisa! Helm ibu kemana?". Ibu juga kaget, lalu secara reflek memegang kepalanya, lalu tertawa sambil berkata. "Ibu lupa ketinggalan di warung tadi, maaf yah". Ibu tidak sadar meludah, tetapi posisinya ke samping agak menjorok ke sisi motor Mayang. "Ibu berdarah". Sontak pak polisi kaget, melihat mulut, yg gigi dan bibir dan sebagian noda merah berceceran di sekitar dagu ibu Halimah, serta terlihat muka ibu Halimah memerah, seperti berdarah. "Ibu sepertinya sakit parah, ya sudah silahkan lanjutkan perjalanan menuju rumah sakit, hati-hati di perjalanan, semoga tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan yah Bu, tolong jaga ibu nya sampai ke rumah sakit". Pak polisi segera menyerahkan surat-surat, KTP Mayang. Pak polisi tersebut begitu perhatian dan peduli terhadap Mayang dan ibu Halimah


Mayang yang masih kaget, langsung sigap tidak menyia-nyiakan waktu," ayooo Bu, cepat. Kita harus segera ke rumah sakit". Ibu langsung duduk di atas jok belakang.


Sepuluh meter perjalanan, Mayang dan ibu baru tersadar bahwa merah yang keluar dari mulut ibu adalah sirih. Ibu dan Mayang tertawa bersama, air ludah sirih yang membawa berkah.


"ooooh... ibu tadi menyirih dulu setelah minum di warung tadi, mulut ibu rasanya asam kalau lama tidak menyirih."

__ADS_1


__ADS_2