Suami Ku Anak Konglomerat Tapi Udik

Suami Ku Anak Konglomerat Tapi Udik
Bab XXII. Ayah Cinta Pertama Untuk Anak Perempuannya.


__ADS_3

Sidiq beruntung memiliki istri yang baik, cantik, dan sholehah. Dari istrinya yang tercinta Sidiq mendapatkan anak perempuan yang cantik pula, perpaduan antara gen Elah yang bermuka tirus, putih dan tinggi, dengan gen Sidiq yang berbadan tinggi, berambut kribo, dan di karunia hidung yang mancung. Mancung karena keturunan dari negeri Arab. Pak Anwar adalah anak saudagar kaya dari tanah Arab.


Perpaduan itu nampak indah di generasi Sidiq. Berlian, Senandung, Senja, Mawar, dan putri. Berlian sebagai anak pertama kini tumbuh menjadi anak gadis yang cantik, sebentar lagi Berlian akan berulang tahun yang ke tujuh belas.


Senandung berusia dua belas tahun, Senja usianya sepuluh tahun. Sesuai dengan namanya Senja Sidqia di lahirkan saat senja di hari sabtu. Mawar sembilan tahun, dan putri paling bungsu kembaran putra berusia dua tahun. Jarak yang berdekatan hampir semua anak Sidiq kembar, padahal yang kembar hanya Rafa, Rafi, Putra dan Putri.


Anak-anak gadis Sidiq rukun, akur dan selalu berbagi dan saling tolong menolong. Berlian sebagai kakak paling tua menjadi panutan adik-adiknya. Sidiq menjadi cinta pertama bagi mereka, sosok laki-laki yang pertama kali mereka kenali.


Berlian yang sudah remaja, mengidamkan dan mengidolakan sosok ayah dan kelak suami nya sebaik ayahnya, meski berharap dan berdoa semoga tidak mempunyai suami yang kribo.


Elah selalu menceritakan kebaikan Sidiq di hadapan anak-anak perempuannya. Dan bagaimana kisah abah dan ibu saat bapak mereka melamar ibunya. Tertawa, tersenyum, geli dan lucu. Ketika Elah menceritakan semuanya. "Unik yah maa...h", apalagi saat kakek mau pingsan, dan ibu hampir kena semprotan teh dari mulut abah...

__ADS_1


Gelak tawa anak-anaknya membuat Elah terkenang masa lalunya, yang dulu ia tidak meridhoi permintaan abah untuk menikah dengan Sidiq, padahal laki-laki yang bertandang ke rumah Elah bangak laki-laki yang gagah, perlente, keren dan banyak membawa buah tangan yang banyak. datang dengan mengendarai mobil atau motor, sedangkan Sidiq datang hanya berjalan kaki, dan hanya satu kali saja sudah berniat melamar dan mengajukan tanggal pernikahan.


Ternyata pilihan Abah tidak salah, Sidiq suami yang tepat, baik dan mapan dari segi ekonomi. Malah lebih dari mapan. " Yang membuat mamah tidak tahan itu... Tapi maaf yah,... Rambut kribo dan celana cutbray, hahahaha... , mamah enggak tahan awalnya, namun karena mamah harus manut dan patuh terhadap perintah abah, maka mamah terima, tahu enggak anak-anak?.... Sampai detik ini mamah tidak tahu apa yang membuat Abah langsung menerima ayah kalian, huuuuuffffttt..... ". Elah perlahan menghela nafas.


"Tapi, Abah bener yah maah?". Ucap Berlian. "Iya, naaak.... ". Makanya penting bagi kalian semua untuk taat, patuh, hormat kepada kedua orang tua, nanti hasilnya kalian akan bahagia, karena tidak ada orang tua mana pun di dunia ini yang ingin melihat akan nya tidak bahagia dan senang". Elah mengelus anak-anak perempuannya.


Obrolan tadi terjadi di kamar Berlian, semua kumpul mendengarkan cerita Elah sang ibu yang memiliki kisah yang unik dan lucu. "Orang tua ibarat organ tubuh pada kita yang tidak bisa di cangkok".. " organ tubuh apa itu maah... ". " apa yaah hayo tebak". Elah mengacungkan tangan " yang benar nanti di kasih hadiah sama mamah". "otak yah mah?". Senandung menjawab. "iya.. Benar, horeee... ". Elah senang Senandung bisa menjawab tebak-tebakannya, meski awalnya tidak ada niatan. "Apa mah, hadiahnya". " hadiahnya coklat, tapi besok di ambilnya, karena ini sudah malam, kalian sudah sikat gigi kan?, jadi tidak boleh makan apa-apa lagi".


"Jadi... Mah, kalau punya suami harus kayak ayah yah?. ucap Mawar. "Ya enggak laah naak... Di Dunia ini ayah hanya satu, tetapi mungkin ada nanti jodoh kalian yang sifatnya seperti ayah. Tidak sombong, baik, sederhana, tidak pamer harta meskipun anak orang berada". "kalau kribo gimana maah". Berlian seolah-olah ketakutan jika nanti suaminya kribo lagi. "Yaaa... Hhmmm kalau sudah jodoh mau bagaimana lagi, hehehe...". Semua tertawa riang.


Sidiq yang tidak sengaja melintasi kamar Berlian, dan mendengar suara tawa anak-anak perempuannya ada rasa penasaran melanda. "Ada apa ini, ramai sekali?, ini sudah malam lhooo... Besok sekolah". "iiiih ayah, pengen tahu aja urusan kita, ayah laki-laki enggak boleh tahu urusan perempuan, husttt... Husssttt.. Sana ayah pergi keluar". Berlian, Senandung, Senja, Mawar dan Putri serempak mendorong Sidiq keluar dari kamar, pintu kamar memang tidak terkunci, malah cenderung terbuka sedikit, makanya Sidiq bisa melenggang masuk ke kamar Berlian.

__ADS_1


"oke... Oke..., enggak usah di dorong, ayah janji keluar deeh". Karena di serbu anak-anak perempuannya Sidiq tidak bisa berkutik selain manut apa yang di minta mereka. Sidiq berjalan gontai ke luar kamar Berlian, laksana pejuang yang kalah dari medan peperangan.


Malam semakin larut, Elah mengajak anak-anaknya menuju kamar masing-masing. Sidiq yang sudah menunggu Elah di kamar belum tidur, ia membaca buku tentang kiat-kiat menjadi ayah yang super.


"Tadi seru banget kayaknya, sampai aku di usir dari kamar, ada apa siiih?". "Anak-anak tadi mendengarkan cerita tentang kamu, waktu main ke rumah, mereka semua tertawa, katanya lucu dan unik". "oooh... Kirain tentang apa aja!". "iya itu aja koq". " Pasti mereka terkesan dengan ayahnya yang hebat dan super, hahaha, sekali bertandang langsung tancap gas, melamar lalu menikah, enggak pake basa-basi, dan alhamdulillah tokcer dengan izin Abah juga ibu, kamu menjadi istriku yang baik". Sidiq memuji perjuangannya mendapatkan Elah yang berbeda dengan laki-laki lainnya.


"iya, iya... Aku sempat berfikir waktu itu kamu pencuri yang menyeramkan". "iya pencuri hatimu... Hay,hay,hay". "Dasar laki-laki idenya gila". "Siapa dulu Sidiq, tetapi kamu bahagiakan?". "iya... " "Syukurlah, memang itu salah satu janjiku terhadal almarhum abah dan ibu'.


"terimakasih atas semuanya". Ucap Elah. setalah itu tidak ada lagi suara, Elah dan Sidiq menjemput impian masing-masing di alam tidurnya, ketika ruhnya meninggalkan jasad mereka dan pergi menuju ilahi.


Dalam mimpi Elah, muncuk sosok Ibu yang datang dengan memberikan senyuman khas ibu, dan mengenakan kerudung merah muda yang di beli ibu di pasar bersama Mayang, kerudung merah muda yang sama dengan Elah. Tidak lama Abahpun muncul dan tersenyum manis. Abah dan ibu bahagia melihat Elah bahagia meski di dunia yang sudah terpisah. Jaraknya tidak bisa tersentuh, namun selalu abadi, dalam kisah dan kasih.

__ADS_1


__ADS_2