Suami Perjaka Milik Aruna

Suami Perjaka Milik Aruna
Bab 25 : SPMA. Flashback


__ADS_3

Masih dengan air mata yang membasahi pipinya, Aruna membuka lemari dan mengeluarkan pakaian miliknya dari dalam lemari. Lalu ia memasukkan pakaian itu ke dalam koper yang sudah ia siapkan diatas ranjang.


Alan masuk kedalam kamar dan melihatnya sedang mengemas pakaiannya. Alan langsung menghampiri dan menarik tangannya hingga gadis itu menghadap ke arahnya.


"Kamu mau kemana Run? Ini sudah malam" tanya Alan karena waktu memang sudah menunjukkan pukul 11 malam.


"Kamu sendiri yang bilang ingin bercerai denganku! Lalu untuk apa kamu menahanku disini?!" Aruna melepaskan tangannya dan kembali menghadap ke arah kopernya.


Grep


Alan memeluk Aruna dari belakang.


"Aku minta maaf Run.. aku sangat mencintai kamu. Tapi aku tidak bisa bersamamu lagi" ucap Alan dengan air mata tertahan.


"Kenapa? Kenapa tidak bisa?" tanya Aruna dengan menoleh sedikit ke arah Alan yang sedang memeluknya.


Alan melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Aruna agar menghadap ke arahnya. Alan menaruh kedua tangannya dipundak gadis itu. Ditatapnya dalam manik mata gadis itu.


"Karena... karena wanita yang pernah tidur denganku malam itu sedang mengandung Run. Dia meminta pertanggung jawabanku" Isak Alan tertunduk.


Deg!!


"A...apa? Hamil??" lirih Aruna dengan suara lemas.


Alan menganggukkan kepalanya pelan.


"Dari mana kamu tau kalau yang di kandung itu anakmu atau bukan? Jika dia wanita malam, tentunya dia sudah tidur dengan banyak pria bukan?" tanya Aruna menatap serius wajah Alan.


Alan mengangkat wajahnya dan kembali menatap wajah istrinya itu.


"Dia bilang dia bukan wanita malam dan hanya pernah tidur denganku saja" jawab Alan


"Lalu kamu percaya?" tanya Aruna lagi yang dijawab oleh anggukan oleh Alan.


Aruna menatap heran kenapa dengan begitu mudahnya Alan percaya dengan ucapan wanita itu.


"Tidak heran jika pria dihadapanku ini begitu mudahnya percaya dengan ucapan wanita itu. Mengingat betapa polosnya dia. Aku harus mencari tau kebenarannya dulu. Siapa tau wanita itu berbohong dan hanya memanfaatkan keadaan" batin Aruna.


"Bagaimana wanita itu bisa menemukanmu dan menemuimu lagi?" tanya Aruna lagi


"Wanita itu adalah... wanita yang pernah menolongmu dan membawamu kerumah sakit waktu itu" jawab Alan

__ADS_1


"Maksud kamu Nadia?" tanya Aruna yang dijawab anggukan lagi oleh Alan.


Air mata Aruna kembali menetes saat ia mengetahui siapa wanita yang pernah tidur dengan suaminya itu. Hatinya terasa seperti ditusuk-tusuk. tapi ia tidak ingin gegabah mengambil kesimpulan. Menurutnya Nadia adalah wanita yang baik, tapi tidak tau juga karena ia juga baru pernah bertemu 2 kali dengannya dan tidak pernah mengobrol secara pribadi. Tapi jika melihat pribadi Alan, ia yakin jika Alan bukan pria yang suka macam-macam walaupun Alan memang pernah tidur dan melakukan hubungan badan dengan Nadia sekali, itu pun karena pengaruh alkohol.


Sementara itu di dalam kamar apartement lain. Nampak disebuah kamar dua orang insan tengah asyik bercinta diatas ranjang.


"Ahhhhh... ahhh... aku mau keluar.." ucap pria yang sedang menindih tubuh seorang wanita dengan nafas terengah-engah.


"Aaahhhhhhhhhhhhhhhh" terjadilah pelepasan antara dua insan itu.


Pria itu ambruk diatas tubuh wanita itu. Kemudian ia mengangkat wajahnya dan menatap wajah wanita yang berada dibawahnya.


"Terimakasih sayang... Aku sangat puas dengan servis yang kamu berikan. Aku janji akan membayarmu 3x lipat lagi dari tarif biasamu" ucap pria itu.


"Tapi aku harus berhenti jadi wanita malam. karena sekarang aku sedang hamil dan aku tidak tau anak siapa yang ada dalam kandunganku ini. Tapi sebentar lagi akan ada yang bertanggung jawab atas anak ini" ujar wanita itu yang ternyata adalah Nadia.


"Tentu saja sayang.. aku akan membantumu untuk mendapatkan pria itu. Aku ingin menghancurkan hubungan mereka berdua.. hahahahaa" ucap pria bernama Eza itu.


Flashback


Malam itu Eza mendatangi sebuah club hanya untuk sekedar minum dan mencari wanita yang bisa diajak bercinta diatas ranjang. Eza tengah meneguk minumannya, matanya melihat ke arah seorang wanita yang sedang berjalan ke arahnya. Eza menaruh gelasnya dan bangun menghampiri wanita itu.


Wanita itu hanya tersenyum manis dan tidak menjawab pertanyaan Eza. Eza mendekatkan wajahnya dan berbisik ditelinga wanita itu.


"Bagaimana kalau kamu ikut ke apartemenku? Aku akan membayarmu 3x lipat setiap aku memakaimu" ucap Eza ingin berlangganan pada wanita itu.


"Oke..." ucap wanita itu setuju.


Mereka pun pergi meninggalkan club dan pergi menuju apartement Eza. Saat sudah berada di lantai basement apartement, Eza yang sudah tidak tahan langsung mencium bibir wanita itu yang ternyata adalah Nadia dengan ganas didalam mobil. Kini mereka saling berciuman panas dan semakin menuntun lebih.


Aktivitas mereka terhenti saat tak jauh dari mereka sebuah mobil berhenti dan turunlah Aruna dan Alan dari dalam mobil itu.


"Aruna?" ucap Nadia melihat ke arah depan sana.


Eza mengikuti arah pandang Nadia dan melihat Aruna dan Alan yang tengah jalan bergandengan tangan.


"Kamu mengenalnya?" tanya Eza


"Ya, waktu itu aku pernah menolongnya saat dia pingsan dijalan. Dan pria itu adalah suaminya, aku juga pernah tidur dengannya" ucap Nadia membuat Eza terperanjat kaget.


"Kamu pernah tidur dengan suami Aruna?" Eza nampak tak percaya mengingat Alan yang waktu itu memukulnya dengan marah karena ia hampir melecehkan Aruna didalam lift. Tentunya Alan pasti sangat mencintai Aruna, jadi bagaimana mungkin dia bisa menghabiskan malam bersama dengan wanita seperti Nadia.

__ADS_1


Eza menatap ke arah Nadia dan menunjukkan senyum smirknya


"Bagaimana jika kita bekerja sama?" ajak Eza


"Bekerja sama untuk apa?" tanya Nadia


"Memangnya kamu tidak capek apa dengan pekerjaanmu? Jika kamu bisa menikah dengan pria kaya, kamu tidak perlu menjadi wanita malam lagi bukan?" ucap Eza


Nadia nampak berfikir kemudian tersenyum ke arah Eza.


"Ya kamu benar juga. Tapi memangnya pria mana yang mau menikah dengan wanita sepertiku? Apalagi aku sudah tidak perawan lagi, memangnya ada yang mau menerimaku sebagai istrinya?" ucap Nadia.


"Itu kita pikirkan nanti, sekarang kamu layani aku dulu. Aku sudah tidak tahan..." ucap Eza mendekatkan wajahnya hendak mencium Nadia lagi tapi ditahan oleh Nadia.


"Sebaiknya kita segera naik kekamarmu, aku tidak mau melakukannya didalam mobil" ucap Nadia


"Baiklah sayang..."


Mereka turun dari dalam mobil dan berjalan ke arah lift. Sesampainya diruangan apartmentnya Eza langsung melancarkan aksinya untuk menjelajahi bibir Nadia dan membawanya kekamarnya tanpa melepaskan ciumannya.


Keesokan paginya, Nadia pulang kerumahnya dengan menggunakan taxi pagi-pagi sekali karena Eza masih terlelap tidur akibat pelepasan yang mereka lakukan beberapa kali semalam. Nadia masuk ke dalam kamar mandi karena ia merasa perutnya sering mual beberapa hari ini setiap pagi.


"Beberapa hari ini, setiap pagi perutku selalu terasa mual" ucap Nadia


Nadia berjalan keluar dari dalam kamar mandi dan mengambil suatu benda dari dalam laci yang sempat ia beli dari apotek beberapa hari lalu.


"Untung aku sempat membelinya di apotek waktu itu. Sebaiknya aku coba saja" Nadia kemudian masuk kembali kedalam kamar mandi.


Setelah beberapa saat, Nadia kembali keluar dari dalam kamar mandi sambil memegang sebuah tespack ditangannya. Ia nampak syok dan tak percaya dengan apa yang tergambar di benda itu.


"Ini tidak mungkin! Aku tidak mungkin hamil... Aagghhhh!!!" Nadia nampak frustasi dan menjambak rambutnya sendiri.


Nadia nampak terdiam dan pikirannya menerawang jauh, kemudian ia teringat akan pertemuannya kemarin dengan Aruna dan Alandra di depan restoran dan apa yang dikatakan Eza semalam didalam mobil.


Nadia mengambil ponselnya dari dalam tas dan menelfon Eza. ia memberi tau Eza tentang kehamilannya dan ia ingin Eza membantunya untuk mendapatkan Alan, karena Nadia sudah mulai tertarik pada Alan setelah pertemuan kedua mereka kemarin siang. Nadia ingin Alan yang bertanggung jawab atas kehamilannya dari pada ia harus menggugurkan kandungannya itu.


"Alandra.... Kamulah yang harus bertanggung jawab atas kehamilanku ini" ucap Nadia.


Flashback end


💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2