
Malam ini setelah pulang dari kantor dan membantu Aruna mengambil kopernya, Alan mengantarkan Aruna pulang kerumah orang tuanya.
"Aku akan mengantarmu kedalam dan menjelaskan semuanya pada orang tuamu" ucap Alan menoleh ke arah Aruna yang masih duduk terdiam disampingnya.
"Tidak! Jangan sekarang. Beri aku waktu, saat aku sudah siap kamu boleh datang lagi dan menjelaskan pada mereka" sergah Aruna.
"Run...."
"Aku mohon..." Aruna menundukkan wajahnya dan menitikkan air matanya.
Alan hanya bisa terdiam melihat gadis yang sangat ia cintai itu menangis. Ia tau hati Aruna pasti sangat teramat sakit. Maka dari itu ia ingin melepaskannya agar gadis itu tidak terus menderita karenanya. Ia tidak ingin terus melukai hati gadis itu, apalagi dengan kehadiran Nadia yang sedang mengandung anaknya.
Alan bergegas turun dari dalam mobil dan membantu mengeluarkan koper Aruna. Setelah itu ia membantu membukakan pintu mobil untuk Aruna. Dengan ragu-ragu akhirnya Aruna keluar dari dalam mobil dan sekarang berdiri menatap wajah suaminya itu.
"Aku akan segera mengurus surat perceraian kita. Jaga dirimu baik-baik" Alan mengusap lembut wajah Aruna kemudian berbalik hendak pergi.
Grep
Aruna memeluknya dari belakang dan mulai terisak disana. Ia menumpahkan segala rasa sakitnya dengan air mata.
"Aku ingin memukulmu.. bahkan kalau perlu aku akan membunuhmu.. hiks.. hiks..." Isak Aruna merasakan begitu sakit didalam hatinya.
Alan mengerjip-ngerjipkan matanya agar air matanya tidak keluar. Hatinya juga terasa begitu sakit sama seperti gadis itu.
"Aku tau.. aku pantas mendapatkannya" ucap Alan.
Alan membiarkan Aruna terus menangis dipunggungnya agar hatinya merasa sedikit lega. Walaupun itu tidak akan menghilangkan rasa sakit dihati Aruna. Tapi Alan tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini selain memutuskan untuk berpisah dengan gadis itu.
Setelah cukup lama mereka dengan posisi seperti itu, Alan mencoba melepaskan pelukan Aruna, namun Aruna menahan tangannya dan semakin memperkuat pelukannya.
"Jangan seperti ini Run, biarkan aku pergi. Kamu pasti akan mendapatkan pria yang baik untukmu" ucap Alan membuat Aruna melonggarkan pelukannya.
Alan mencoba melepaskan lagi tangan Aruna dari pinggangnya. Namun kali ini tidak ada penolakan dari Aruna. Alan membalikkan badannya dan menatap wajah gadis itu, matanya sudah sembab karena terus menangis.
"Maafkan aku..." ucap Alan sambil mengusap air mata di wajah Aruna lalu bergegas pergi kembali masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil.
Mobil melaju meninggalkan Aruna yang masih berdiri mematung didepan pagar rumahnya. Alan hanya bisa melihat dari kaca spion mobil bayangan gadis itu yang semakin menjauh. Air matanya pun tumpah kembali karena ia harus merelakan gadis yang sudah sangat ia cintai itu untuk pergi dari sisinya.
__ADS_1
"Maafkan aku Run... aku sangat mencintaimu..." batin Alan.
Aruna hanya bisa memandangi kepergian mobil Alan yang semakin menjauh. Setelah mobil Alan tidak terlihat, Aruna masuk kedalam rumahnya. Didepan orang tuanya, Aruna tidak langsung menceritakan masalahnya dengan Alan pada mereka. Ia hanya bilang jika Alan akan pergi keluar kota beberapa hari untuk urusan pekerjaan jadi ia akan menginap disitu sampai Alan pulang. Sebenarnya kedua orang tua Aruna tidak percaya karena melihat wajah Aruna yang habis menangis dan Aruna juga membawa koper besarnya. Namun melihat kondisi Aruna yang sepertinya belum ingin bercerita, akhirnya orang tua Aruna mengiyakan dan menyuruhnya beristirahat didalam kamar.
"Sebenarnya ada apa ya pak? Ibu jadi khawatir" ucap Ratih yang merasa cemas melihat kondisi Aruna yang tidak seceria biasanya.
"Sudah Bu, biarkan saja dulu. Nanti kalau Aruna sudah lebih baik baru kita tanya baik-baik sama anaknya" ujar pak Umar.
Sementara itu didalam kamarnya, Aruna kembali menangis sambil duduk meringkuk diatas ranjangnya. Akhirnya setelah 2 bulan ia kembali kekamar itu lagi. Namun kenapa ia harus kembali dengan keadaan seperti ini. Disaat ia sudah mengukir nama Alan dalam hatinya, kenapa wanita itu harus muncul dalam hubungan mereka.
Didalam apartementnya, Alan juga sedang menangis. Ia duduk dilantai sambil menyenderkan tubuhnya pada ranjangnya. Ia kembali teringat pertemuan pertamanya dengan Aruna malam itu setelah melakukan hal terlarang itu bersama Nadia didalam hotel.
"Kenapa aku tidak bertemu denganmu dulu sebelum bertemu dengan wanita itu" ucap Alan frustasi sambil menjambak rambutnya dengan kedua tangannya.
๐บ๐บ๐บ
Esok paginya Alan tidak berangkat kekantor karena ia tidak bersemangat dan semalaman ia juga tidak tidur karena terus memikirkan Aruna dan sangat merindukannya.
Pagi-pagi sekali Alan memilih pulang ke rumah mommy nya dan memutuskan untuk tinggal disana sementara waktu. Karena ia selalu teringat kenangan bersama Aruna jika di apartemennya.
Alan berjalan masuk kedalam rumahnya dan mendapati mommy Ros yang sedang menonton tv diruang tengah. Alan pun berjalan menghampirinya. Mommy Ros menoleh ke arah Alan yang sudah berdiri disampingnya.
Mommy Ros merasa khawatir melihat penampilan putranya itu yang nampak acak-acakan dan wajahnya terlihat sangat lesu seperti tidak tidur semalaman.
"Ada apa sayang?" tanya mommy Ros lagi.
Alan tidak menjawab, ia langsung bersimpuh dikaki mommynya dan menangis disana. Mommy Ros memegangi kedua pundak putranya itu dan mengusapnya lembut, ia mencoba menenangkannya.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu menangis?" tanya mommy Ros khawatir.
"Maafin Alandra mom.....hiks...." Isak Alan sambil tertunduk
"Maaf kenapa? Mommy tidak mengerti sayang" tanya mommy Ros lagi dengan bingung.
Alan mengangkat wajahnya dan menatap wajah mommynya yang masih menatapnya dengan bingung. Alan nampak terdiam sejenak sebelum ia menceritakan kebenarannya pada mommy itu.
"Alandra memang pernah tidur dengan seorang wanita mom. Tapi wanita itu bukan Aruna" Isak Alandra.
__ADS_1
Mommy Ros menatap dalam wajah putranya itu. Ia masih tidak mempercayai apa yang ia dengar dari mulut putranya itu.
"Iya mom. Sebenarnya Alandra dan Aruna tidak pernah melakukan hubungan itu. Kami menikah karena perjanjian kontrak. Wanita yang pernah tidur dengan Alandra bukanlah Aruna, tapi wanita lain..."
Jedarrrโกโกโก
Bagaikan disambar petir saat mommy Ros mendengar kejujuran putra kesayangannya itu. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan air matanya pun menetes di wajahnya.
"Perjanjian pernikahan kontrak???" Lirih mommy Ros tak percaya. Alan menganggukkan kepalanya sambil terus terisak.
Seketika tubuh mommy Ros terasa lemas, padahal ia sudah sangat menyayangi menantunya itu. Tapi kenapa ia harus mendengar hal seperti ini.
"Sekarang wanita itu sedang hamil mom. Wanita itu mengandung anak Alandra.. hiks..." Isak Alan.
Mommy Ros kembali seperti mendapatkan luka tembak didadanya mendengarnya.
"Aruna sudah tau??" tanya mommy Ros mencoba untuk tegar.
Alan kembali menganggukkan kepalanya sambil membenamkan wajahnya dipangkuan mommynya. Mommy Ros memejamkan matanya dan air matanya kembali menetes. Perlahan ia membuka matanya kembali dan menghela nafas berat.
"Alandra.. mommy tidak pernah mengajarkan kamu seperti ini. Mommy tidak mau kamu menyakiti hati seorang wanita. Kamu ingat papi kamu meninggalkan kita saat usia kamu 10 tahun? Papi kamu lebih memilih menikahi wanita itu dan meninggalkan kita. Selama itu juga mommy berjuang sendiri dan berusaha untuk tegar demi kamu sayang" Isak mommy Ros menatap jauh kedepan.
Selama 18 tahun ini mommy Ros mencoba bersahabat dengan keadaan dan berusaha mendidik Alan dengan baik setelah bercerai dari suaminya. Selama itu juga ia berusaha menjadi wanita kuat dan tegar demi Alan. Ia tidak ingin putranya itu melakukan hal yang sama seperti papinya yang tega meninggalkan anak dan istrinya hanya demi wanita lain.
"Maafin Alandra mom..." ucap Alan yang masih membenamkan wajahnya dipangkuan mommynya.
Mommy Ros kembali menatap putranya dan mengusap rambutnya dengan lembut. Ia sangat menyayangi putranya itu.
"Kamu mencintai Aruna?" tanya mommy Ros membuat Alan mengangkat wajahnya dan menatap wajah mommynya.
"Alandra sangat mencintainya mom.. tapi Alandra tidak bisa memilikinya..." Isak Alan.
Mommy Ros bisa melihat kesungguhan dimata putranya itu. Tergambar dengan jelas di wajah Alan jika Alan benar-benar sangat mencintai Aruna.
Mommy Ros menarik nafas berat dan menatap dalam mata Alan.
"Siapa wanita itu? Bawa dia kemari, mommy ingin bertemu dengannya" ucap mommy Ros.
__ADS_1
๐๐๐