Suami Perjaka Milik Aruna

Suami Perjaka Milik Aruna
Bab 34 : SPMA. Masih Perjaka


__ADS_3

Aruna melangkahkan kakinya mundur perlahan.


"Eza, aku bilang berhenti disitu!!" teriak Aruna lagi.


Eza pun menghentikan langkahnya tanpa melepaskan pandangannya dari Aruna. Nadia melangkah maju dan berdiri sejajar disamping Eza.


"Udah, biarin aja dia mati. Biar aku bisa mendapat Alandra seutuhnya. hahahaha" tawa jahat Nadia


Eza menoleh ke arah Nadia


"Tidak semudah itu. Kalau dia mati, apa keuntungannya bagiku? Kamu bisa menikah dengan suaminya, sementara aku dapat apa hah?" ucap Eza


Nadia mendekat dan membelai wajah Eza. "Kamu tenang saja sayang, aku tetap akan melayanimu walaupun aku sudah menikah nanti".


Aruna merasa sangat muak melihat kemesraan dua pasangan didepannya itu. Ia melepaskan satu sepatunya dan melemparkannya ke arah Nadia.


Braakkk


"Auww...." pekik Nadia saat sepatu itu mendarat tepat mengenai dadanya.


"Aku sudah tau semuanya Nadia. Kalau malam itu tidak terjadi apa-apa antara kamu dan Alandra! Aku akan memberi tau semuanya pada Alandra kalau dia masih perjaka, dan wanita seperti apa kamu ini!!" teriak Aruna


Nadia menatap kesal pada Aruna karena ucapan gadis itu. Ia pun berjalan mendekat ke arahnya.


Plakkkkk


Satu tamparan mendarat diwajah cantik Aruna hingga gadis itu memegangi pipinya yang terasa perih.


"Aku tidak akan membiarkan kamu mengatakan apapun!! Karena aku akan segera menutup mulutmu itu!!" seru Nadia


Nadia memegangi kedua lengan Aruna dan berusaha mendorong tubuhnya agar jatuh kebawah tebing. Dengan sekuat tenaga Aruna menahan tubuhnya dan balas memegangi kedua lengan Nadia hingga mereka saling dorong.


Tak jauh dari sana mobil Alan dan mobil Alvin berhenti berurutan. Mereka bergegas turun dan menghampiri supir taxi yang tergeletak pingsan di jalan.


Alvin berlari menuju ke arah taxi dan tidak melihat siapa-siapa didalamnya.


"Sepertinya bapak ini hanya pingsan" ucap Alan setelah mengecek denyut nadi bapak itu.


Alan celingak-celinguk mencari sekelilingnya dan tidak mendapati siapa-siapa selain supir taxi itu.


"Tidak ada siapa-siapa didalam taxi" ucap Alvin sambil berlari kecil ke arah Alan


Kedua pria itu kembali saling menatap dengan wajah khawatir.


"Ayo kita cari Aruna! Sepertinya dia dalam bahaya" ajak Alvin


Mereka bergegas kembali ke mobil mereka dan meninggalkan supir taxi itu. Didalam mobil, Alan sempat menelfon Reno untuk membantunya mengurus supir taxi yang pingsan itu dan memberi tau tempatnya.

__ADS_1


"Ya Tuhan... lindungilah Aruna.." batin Alan merasa cemas.


Dari dalam mobil mereka akhirnya melihat ke arah tiga orang diluar sana. Mereka segera menepikan mobilnya dan bergegas turun. Eza yang sedang menonton pertengkaran Aruna dan Nadia segera menoleh ke arah Alan dan Alvin yang baru datang. Ia langsung panik dan bergegas lari untuk meninggalkan tempat itu. Namun Alvin segera menyusulnya dan mengejarnya hingga terjadi perkelahian diantara mereka.


Sementara Alan mendekati ke arah Aruna dan Nadia yang tengah berdiri di pinggir tebing. Nadia yang melihat kedatangannya semakin memegang erat lengan Aruna. Aruna pun ikut melihat kearah Alan.


"Berhenti disitu kamu Alandra! Atau aku dan Aruna akan terjun ke bawah sana!!" ancam Nadia membuat langkah Alan terhenti.


"Nadia, kita bisa membicarakan ini baik-baik. Kamu jangan melakukan hal yang konyol" ucap Alan dengan hati-hati karena khawatir wanita itu akan melakukan hal nekat.


"Aku akan melepaskan Aruna jika kamu berjanji setelah ini akan segera menikahiku!" seru Nadia dengan sorot mata tajam.


"Tidak Alandra, dia...." ucap Aruna terpotong


"Diam kamu Aruna!!! Atau aku akan melemparmu kebawah!!" teriak Nadia mencoba mendorong tubuh Aruna.


"Nadia! Aku akan menikahimu besok. Tapi lepaskan Aruna sekarang!" seru Alan dengan panik


"Tidak Alandra!! Kamu tidak akan pernah menikah dengan wanita ini!! Karena dia..." ucap Aruna kembali terpotong.


"Aku bilang diam kamu Aruna!!" teriak Nadia sambil berusaha mendorong tubuh Aruna.


Aruna mencoba menahan tubuhnya karena Nadia terus mencoba mendorongnya ke pinggir tebing. Batu-batu kecil yang diinjak Aruna mulai berjatuhan hingga Aruna kehilangan keseimbangan dan ia terjatuh bersama dengan Nadia yang sedang memegangi lengannya.


"Aaaaaaaaaa.....!!!" teriak dua wanita itu bersamaan.


"Aruna.....!!!!" teriak Alan melihat ke bawah tebing yang cukup dalam itu.


Alvin yang sedang berkelahi dengan Eza langsung menoleh ke arah Alan yang berteriak histeris.


Flashback


Nadia masuk kedalam sebuah club malam. Seorang wanita berjalan ke arahnya dan menghampirinya.


"Eh Nad, lihat tuh disana" tunjuk wanita itu pada dua pria tampan yang sedang duduk disana dalam keadaan mabuk.


Nadia mengikuti arah pandang yang ditunjukkan temannya itu.


"Ada dua pria tampan. Lumayan Nad, biasanya kita dapatnya om-om beristri" tambah wanita itu lagi.


Nadia pun tersenyum manis melihat ke arah Alan dan Reno yang tengah duduk disana. Tanpa menjawab ucapan temannya, Nadia melangkahkan kakinya ke arah dua pria itu tanpa melepaskan pandangannya dari mereka.


"Hai, boleh aku temenin?" sapa Nadia saat sudah berdiri tepat dihadapan mereka.


"Boleh dong cantik..." jawab Reno setengah sadar melihat ke arah Nadia.


Nadia langsung duduk disamping Alan dan mencoba menyentuh wajah pria itu, namun Alan segera menepis tangannya. Walaupun Alan sudah dalam keadaan mabuk, ia tetap merasa tidak tertarik melihat wanita secantik dan seseksi Nadia. Ia benar-benar merasa sangat pusing dan ingin segera pulang.

__ADS_1


"Ren, aku pulang dulu aja ya?" ucap Alan


"hhhmmm... jangan lan, aku udah telefon Tasya untuk jemput kita kok" jawab Reno.


"Gimana kalau aku aja yang nganterin kamu pulang?" tawar Nadia pada Alan.


Reno kembali mengarahkan pandangannya pada Nadia yang duduk disamping Alan.


"Boleh.. boleh tuh.., dia tinggal di apartement xxx" ucap Reno menepuk pundak Alan.


Alan mencoba untuk bangun namun kembali jatuh terduduk. Nadia mencoba membantunya berdiri kembali, namun Alan terus menolak dan menyingkirkan tangan Nadia dari tangannya. Walaupun Alan terus menolak dan tidak mau, Nadia tetap memaksa dan membantu memapah Alan hingga mereka keluar dari dalam club.


Nadia menyetop taxi dan masuk kedalamnya. Sesuai arahan dari Nadia, taxi melaju ke arah hotel yang ditunjuk oleh Nadia. Ia segera memesan kamar dan membawa Alan masuk kedalam kamar. Dibaringkannya tubuh pria itu di atas ranjang.


"Tampan sekali... Sayang sekali jika aku melewatkannya" gumam Nadia sambil memandangi wajah Alan yang setengah sadar itu.


Nadia duduk ditepi ranjang dan membelai wajah tampan Alan.


"Malam ini akan menjadi malam yang indah untuk kita" ucap Nadia.


Nadia naik keatas tubuh Alan dan mulai memberikan ciuman dibibirnya. Alan coba mendorong tubuh Nadia dari atasnya, namun Nadia tetap melancarkan aksinya dibibir pria itu hingga Alan terbuai dan mulai membalas ciumannya. Merasa dapat respon dari Alan, Nadia mulai membuka kancing kemeja Alan satu persatu. Tidak tahan dengan ulah Nadia, Alan membalikkan tubuh Nadia hingga ciuman mereka terlepas. Kini Alan berada diatas tubuh Nadia. Alan memegangi kepalanya yang terasa semakin pusing karena pengaruh alkohol. kepalanya terasa berat dan pandangannya mulai memudar.


Brukkkkk


Tubuh Alan ambruk diatas tubuh Nadia. Nadia mencoba membangunkan Alan namun Alan sudah tertidur pulas.


"Sial!! Bisa-bisanya dia malah tidur sebelum bermain" gerutu Nadia


Dengan susah payah Nadia membalikkan tubuh Alan dan ia pun segera bangun dari atas ranjang. Dipandanginya wajah pria itu sambil mendengus kesal.


"Kalau seperti ini bisa-bisa nanti dia tidak membayarku. Aku sudah mengeluarkan uang untuk membayar taxi dan menyewa kamar hotel ini" ucap Nadia.


Nadia mendekat kearah Alan dan membuka kemeja pria itu. Ia juga membuka sepatu dan celananya untuk membuat seolah-olah mereka sudah melakukan hubungan badan demi mendapat bayaran. Kemudian ia melepaskan pakaiannya sendiri dan ikut tidur disampingnya dengan menutupi tubuh mereka dengan selimut.


Beberapa jam kemudian Nadia terbangun dan sudah tidak mendapati Alan disampingnya. Ia melihat banyak uang disampingnya dan segera ia ambil uang-uang itu.


"Akhirnya aku bisa mendapatkan uang tanpa melayani pria malam ini" ucap Nadia, namun ia kembali teringat wajah tampan Alan tadi


"Tapi dia sangat tampan dan kaya, sayang sekali aku tidak sempat mencobanya. Semoga besok dia datang lagi ke club" pikir Nadia.


Flashback end


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


πŸ’–Bab ini dibuat sesuai judulnya ya, Suami Perjaka Milik ArunaπŸ’–


__ADS_1


__ADS_2