Suami Perjaka Milik Aruna

Suami Perjaka Milik Aruna
Bab 43 : SPMA. Honeymoon


__ADS_3

Dorrr!!!


Terdengar suara tembakan dan Aruna pun langsung memejamkan kedua matanya. Pisau yang menempel dileher Aruna terjatuh dan Eza jatuh tersungkur ke belakang. Alan langsung berlari ke arah Aruna dan menarik tangannya. Aruna pun kembali membuka matanya dan melihat ke arah Eza yang terkena luka tembak dikakinya.


Para polisi berlari ke arah mereka. Reno dan Tasya juga ada disana dan berlari ke arah mereka.


Alan menoleh ke arah Aruna dan memegangi wajah istrinya itu.


"Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Alan khawatir


Aruna menggelengkan kepalanya dan langsung berhambur kepelukan suaminya itu. Aruna pun mulai menangis dipelukan Alan. Alan memeluk erat tubuh istrinya itu untuk menenangkannya.


Seorang polisi memborgol tangan Eza dan membantu Eza untuk berdiri. Kemudian Eza dibawa ke arah mobil polisi yang berada disana. Setelah para polisi itu kembali mengamankan Eza dan membawanya pergi, Reno dan Tasya berjalan menghampiri ke arah Alan dan Aruna.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Reno


Alan dan Aruna saling melepaskan pelukan mereka dan melihat ke arah Reno dan Tasya.


"kami tidak apa-apa" jawab Alan.


Aruna melihat ke arah tangan Alan yang terluka.


"Sayang tanganmu terluka. Ayo kita bawa ke rumah sakit" ucap Aruna khawatir.


"Iya, ayo kita kerumah sakit dulu untuk mengobati lukamu" sambung Reno


Reno pergi untuk mengambil mobilnya yang terparkir tidak jauh dari situ. mereka pun menaiki mobil Reno dan mobil itu melaju ke arah rumah sakit terdekat. Saat diperjalanan Reno menceritakan kalau polisi sudah melacak keberadaan Eza yang berada dikota S sehingga Reno dan Tasya ikut menyusul ke kota S karena khawatir pada Alan dan Aruna.


Setelah selesai mengobati luka Alan di rumah sakit, Reno kembali mengantarkan Alan dan Aruna ke hotel. sesampainya didepan hotel, Reno dan Tasya langsung pamit untuk pulang ke kota A.


"Kami harus langsung pulang ke kota A, besok aku harus kembali bekerja" ucap Reno.


"Sekali lagi terimakasih" ucap Alan.


Reno menganggukkan kepalanya dan mengajak Tasya kembali menaiki mobilnya. mereka pun pergi meninggalkan Alan dan Aruna berdua disana. Aruna dan Alan pun masuk ke dalam hotel dan berjalan menuju kamar mereka.


Di dalam kamar hotel...


Alan keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Aruna yang tengah duduk melamun di tepi ranjang. Ia pun menghampiri istrinya itu dan duduk disampingnya.


"Ada apa?" tanya Alan melihat kecemasan diwajah istrinya.


"Aku takut sekali, takut kamu kenapa-kenapa.. hiks... hiks..." Isak Aruna tertunduk.


Alan menangkup wajah istrinya itu dan menatap dalam matanya.


"Aku baik-baik saja sayang. Kamu tidak perlu cemas" ucap Alan sambil tersenyum manis.


Alan merapatkan tubuhnya dan memberi pelukan untuk menenangkan istrinya itu.


"Apa kamu ada yang terluka?" tanya Alan yang dijawab gelengan oleh Aruna.


"Aku baik-baik saja" Alan melepaskan pelukannya dan kembali menatap wajah istrinya itu. "Justru aku khawatir kamu kenapa-kenapa. Aku tidak akan memaafkan diriku jika sampai terjadi sesuatu padamu" tambahnya.


Alan mengusap air mata istrinya dan mendekatkan wajahnya, ia memberi ciuman dibibir istrinya itu.


Keesokan paginya...


Pagi-pagi sekali Aruna sudah bangun dan tengah memandangi wajah suaminya yang masih tidur terlelap disampingnya.


"Seandainya dulu kamu benar-benar sudah pernah melakukannya dengan Nadia dan sudah tidak perjaka lagi, aku sudah tidak peduli. Karena sekarang, aku benar-benar sangat mencintaimu dan aku takut sekali kehilanganmu" batin Aruna


Aruna mengangkat tangannya dan mengusap lembut wajah suaminya itu. Perlahan Alan pun membuka matanya saat merasakan tangan Aruna menyentuh wajahnya. ia melihat Aruna sudah bangun dan tengah menatapnya.

__ADS_1


"Kamu sudah bangun?" tanya Alan


"hhhmmm..." jawab Aruna


Alan mengusap wajah istrinya itu dengan lembut.


"Hari ini aku masih punya kejutan lain untukmu" ucap Alan


"Apa itu?" tanya Aruna


"Rahasia, biar jadi kejutan" ucap Alan. "Sekarang kamu mandilah dan bersiap, setelah itu nanti kita pergi sarapan" tambahnya.


"Tapi aku masih ingin tidur memelukmu seperti ini" ucap Aruna manja membuat Alan tersenyum.


"Kalau begitu sepertinya kita perlu melakukan olahraga pagi dulu" goda Alan


Wajah Aruna langsung merona merah, Alan pun terlihat sangat gemas melihat ekspresi istrinya itu. Ia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir istrinya itu. Aruna pun langsung membalas ciuman suaminya itu hingga mereka saling bertukar saliva dan melakukan pergulatan di atas ranjang.


Siangnya, Alan mengajak Aruna pergi ke pantai. Alan tersenyum senang saat melihat Aruna tengah bermain air dan terlihat sangat bahagia.


Alan pun berjalan menghampiri ke arahnya.


Aruna memeluk tubuh suaminya itu dan mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah suaminya.


"Terimakasih sayang, aku bahagia sekali" ucap Aruna


"Masih banyak kejutan lainnya. Jadi kamu tunggu saja" ucap Alan sambil mencubit gemas pipi Aruna.


Mereka pun saling menatap dan tersenyum bahagia.


Menjelang petang, Aruna berjalan menghampiri ke arah Alan yang tengah berdiri termenung menghadap ke arah matahari terbenam.



Alan membalikkan tubuhnya dan menghadap ke arah istrinya itu.


"Aku selalu berharap bisa memiliki keluarga yang utuh seperti yang lainnya. Namun perceraian kedua orang tuaku membuatku tidak bisa merasakan kasih sayang mereka secara bersamaan" ucap Alan dengan mata berkaca-kaca.


Aruna berhambur kepelukan Alan dan memeluknya dengan sangat erat. Alan pun membalas pelukan istrinya itu dan menciumi rambutnya.


"Jangan bersedih lagi, aku akan selalu berada disampingmu dan menemanimu" ucap Aruna dalam dekapan suaminya.


Alan pun tersenyum mendengar ucapan istrinya itu, ia kembali menciumi rambut istrinya.


"Terimakasih sayang..." ucap Alan.


🌺🌺🌺


1 minggu kemudian...


Reno kembali berkunjung ke rumah Mbah Marjan. Kini ia pun tengah duduk berhadapan dengan Mbah Marjan.


"Jadi begini Mbah, saya ingin menanyakan tentang hubungan saya dengan pacar saya. Menurut Mbah kami berjodoh atau tidak? Karena saya ingin melamarnya untuk menjadi istri saya" ucap Reno mengatakan perihal kedatangannya.


Mbah Marjan hanya manggut-manggut mendengar ucapan Reno tadi. Mereka pun saling terdiam. Reno merasa tidak sabar menunggu jawaban dari Mbah Marjan.


Seorang gadis keluar dari balik gorden, Reno dan Mbah Marjan menoleh ke arah gadis itu. Reno langsung bangun dan berdiri saat melihat gadis itu.


"Loh yang, kamu kok disini?" tanya Reno saat melihat gadis itu adalah Tasya pacarnya.


Tasya pun tak kalah kaget melihat Reno disana.


"Kamu sendiri ngapain disini? Ini kan rumah orang tuaku" jawab Tasya membuat Reno membulatkan matanya.

__ADS_1


"Apa??? orang tua kamu?" tanya Reno memastikan.


"Iya, kenalin ini bapak aku" ucap Tasya menunjuk ke arah Mbah Marjan.


"Jadi Mbah Marjan ini bapak kamu??" tanya Reno tak percaya


Tasya menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Iya dia bapakku"


Reno pun membulatkan matanya. badannya tiba-tiba terasa lemas.


"Mati aku!" Reno menepuk jidatnya, kemudian ia jatuh pingsan kesofa.


Tasya dan mbah Marjan pun berhambur ke arah Reno untuk menolongnya.


Tasya memang belum pernah mengajak Reno kerumahnya. Karena selama ini ia tinggal di kosan dekat kampusnya hingga Reno belum pernah mengunjungi rumahnya.


🌺🌺🌺


Negeri Sakura, Jepang...



Alan tengah berdiri sendirian sambil menunggu kedatangan istrinya.



Tak lama Aruna pun datang sambil berlari kecil ke arahnya. Kini Aruna sudah berdiri tepat dihadapannya dengan senyum yang mengembang diwajahnya. Alan pun ikut tersenyum dan meraih kedua tangan istrinya itu, digenggamnya erat tangan itu dan ditatap dalam mata istrinya itu.



"Terimakasih..." ucap Alan


"Terimakasih untuk apa? Harusnya aku yang berterima kasih karena kamu telah memberikan banyak kejutan dan bulan madu yang sangat romantis" ucap Aruna.


"Terimakasih karena sudah berada disisiku. Aku tidak akan menjanjikan apapun, tapi aku akan selalu berusaha untuk membuatmu bahagia dan tersenyum" ucap Alan.


"Aku mencintaimu, Alandra" ucap Aruna


"Aku juga mencintaimu, Aruna" balas Alan


Mereka saling tersenyum bahagia. Alan menempelkan keningnya di kening Aruna, lalu mereka saling mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka bertemu dan saling berciuman mesra.



- The End -


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Terimakasih untuk pembaca setia "Suami Perjaka Milik Aruna" yang sudah mengikuti dari awal sampai end


Terimakasih juga untuk visual pendukung Pon & Bua yang sudah ikut meramaikan karya ini.





Aruna dan Alan pamit undur dulu ya...


Terimakasih untuk dukungan dari kalian semua yang sudah ikut meramaikan karya ke 3 saya ini. Sampai bertemu di karya saya berikutnya.


By. Fajar Riyanti

__ADS_1


__ADS_2