Suami Perjaka Milik Aruna

Suami Perjaka Milik Aruna
Bab 39 : SPMA. Buka segel


__ADS_3

1 minggu kemudian


Tak ingin menunggu lama, hari ini juga Alan melakukan pernikahan ulang dengan Aruna. Papi Alan sengaja tidak hadir karena ia tau kalau Rossa masih sangat membencinya dan tidak ingin melihatnya. Walaupun begitu Rossa tidak pernah melarang Alan untuk berbakti pada papinya.


Pak Umar dan Ratih pun kembali merestui hubungan putri semata wayangnya itu dengan Alan.




Acara pun berlangsung cukup meriah, kali ini pernikahan mereka dilangsungkan disebuah gedung. Tampak rona wajah bahagia di pasangan pengantin itu. Mommy Ros pun menangis bahagia, ia berharap putranya bisa menjadi pria yang bertanggung jawab dan tidak akan pernah menyakiti hati istrinya.


Malamnya Alan dan Aruna langsung kembali ke apartement, setelah dua bulan lebih mereka meninggalkan ruang apartement itu akhirnya malam ini mereka bisa kembali kesana.


Aruna mengalungkan tangannya dileher Alan, sementara Alan memegangi pinggang istrinya itu hingga jarak diantara mereka cukup dekat.


"Aku sangat bahagia sekali" ucap Aruna


"Aku juga" balas Alan


Alan mendekatkan wajahnya dan memberikan kecupan dibibir istrinya itu. kini mereka saling menatap dan berpandangan.


Aruna mulai nampak gugup karena Alan terus memandanginya.


"A..aku akan mandi dulu" ucap Aruna dengan gugup.


"Bagaimana kalau kita mandi berdua?" goda Alan membuat wajah Aruna merona merah.


"Tidak!! Aku akan mandi sendiri" Aruna menarik tangannya dari leher Alan dan mendorong mundur tubuh suaminya itu.


Aruna bergegas melangkahkan kakinya kekamar mandi dan menutup pintunya.


Braakkk


"kenapa sekarang dia yang jadi mesum? Ini pasti ajaran pak Reno" gumam Aruna.


Sementara Alan hanya tersenyum saat melihat tingkah Aruna. Ia pun melepas jas dan sepatunya lalu berjalan ke arah ranjang dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Pikiran Alan melayang jauh, ia kembali teringat setiap pertemuannya dengan Aruna. Ia benar-benar tidak menyangka jika ia akan melabuhkan cintanya pada gadis seperti Aruna.


🎡Du...Du...Du...🎡


Suara ponsel Alan menyadarkan lamunannya. Ia merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya. Ia melihat ada panggilan masuk dari Fiona. Beberapa kali Fiona mencoba menelfon namun Alan terus mengabaikannya hingga Fiona mengirimkannya sebuah pesan.


"Aku dengar kamu menikah hari ini? Selamat ya... Wanita itu pasti sangat beruntung bisa mendapatkanmu" pesan dari Fiona.


Ceklekkkkk


Aruna membuka pintu kamar mandi dan mengintip sedikit dari balik pintu.

__ADS_1


"Sayang, aku lupa tidak membawa handuk dan baju ganti" panggil Aruna.


Alan yang mendengarnya pun langsung tersenyum dan bergegas bangun, ia meletakkan ponselnya diatas meja dan berjalan ke arah pintu kamar mandi.


"Apa kamu sedang menggodaku?" ledek Alan saat sudah berdiri tepat didepan pintu kamar mandi.


"Berhenti bicara seperti itu! Cepat ambilkan handuk dan pakaian ganti untukku!" perintah Aruna dari dalam sana.


Alan menyunggingkan senyum diwajahnya, kemudian ia berjalan ke arah lemari dan mengambil handuk dan baju ganti untuk Aruna.


Alan kembali melangkahkan kakinya kedepan kamar mandi.


"Ulurkan tanganmu" perintah Alan


Aruna segera mengulurkan satu tangannya dan Alan menaruh handuk dan baju yang ia ambil tadi ditangan istrinya itu. Aruna menerimanya dan kembali menutup pintu kamar mandi.


Aruna membulatkan matanya melihat apa yang Alan berikan padanya. Ia kembali membuka sedikit pintu itu dan mengintip Alan yang masih berdiri disana dengan senyum-senyum.


"Kenapa kamu mengambil yang ini? Ambilkan baju yang lain!" perintah Aruna lagi.


"Tidak! Malam ini kamu harus memakainya atau kamu mau tidur dikamar mandi saja" ucap Alan.


"Yaa!! Alandra!!!" teriak Aruna


Alan tak menghiraukan teriakan Aruna dan berjalan pergi ke arah ranjang. Aruna pun tidak bisa protes lagi. Padahal ia pernah memakai lingerie itu untuk menggoda Alan, tapi sekarang ia merasa malu untuk memakainya lagi.


Ceklekkkkk


Alan bangun dan berjalan ke arah Aruna yang masih nampak diam tertunduk karena malu. Aruna menutupi bagian depan tubuhnya dengan handuk yang ia pegang.


"Mulai sekarang, kamu bisa memakainya didepanku. Karena aku sangat menyukainya" ucap Alan membuat wajah Aruna kembali merona


Alan langsung mengangkat tubuh Aruna hingga membuat Aruna kaget dan menjatuhkan handuknya.


"Turunkan aku!" protes Aruna


"Tidak akan..." jawab Alan


Aruna pun akhirnya mengalungkan tangannya dileher Alan. Alan melangkahkan kakinya menuju ke arah ranjang tanpa melepaskan pandangannya dari wajah istrinya itu.


Alan membaringkan tubuh Aruna diatas ranjang dan ia pun mengungkung tubuh istrinya. Dibelainya lembut wajah cantik itu. Alan mendekatkan wajahnya dan hendak mencium bibir Aruna namun Aruna menahan dada bidang milik Alan hingga membuat Alan mengernyitkan keningnya.


"Ada apa?" tanya Alan.


"Setelah malam ini, kamu tidak perjaka lagi" ucap Aruna membuat Alan tersenyum manis.


"Tidak masalah, asalkan denganmu" jawab Alan.


Alan kembali mendekatkan wajahnya dan mencium mesra bibir ranum Aruna. Aruna pun langsung membalas ciuman suaminya itu. Ciuman mereka pun berlangsung cukup lama hingga mereka mulai kehabisan nafas. Alan melepaskan ciumannya sebentar agar mereka bisa mengambil nafas. Ditatapnya wajah Aruna, lalu pandangannya turun ke leher putih milik istrinya itu dan berhenti disana. Disibakkannya rambut istrinya itu kebelakang dan Alan pun mengarahkan wajahnya ke leher itu untuk memberikan ciuman disana.

__ADS_1


"Aaahhhhh...." Aruna mulai mendesah akibat permainan Alan.


Mendengar suara desah lembut Aruna membuat Alan semakin bersemangat untuk memberikan sentuhan disetiap lekuk tubuh istrinya itu hingga meninggalkan banyak tanda disana. Diturunkannya lingerie yang dipakai oleh istrinya itu dan ia pun siap menjajahi tubuh istrinya. Aruna pun mulai membantu suaminya itu membuka kancing kemejanya satu persatu dan membuka kemeja itu kemudian melemparkannya entah kemana.


Mereka kembali menghentikan aktivitasnya dan kembali saling menatap.


"Aku mencintaimu..." ucap Alan lalu kembali mencium bibir ranum istrinya.


Kamar apartement itu menjadi saksi persatuan cinta mereka malam ini.


🌺🌺🌺


Alvin keluar dari dalam sebuah club dengan keadaan mabuk, ia berjalan gontai ke arah mobilnya dan masuk kedalamnya.


"Aruna... kamu terlihat sangat cantik sekali memakai gaun pengantin" ucap Alvin setengah sadar.


Alvin memang sempat datang ke acara pernikahan Aruna dan Alan, namun ia hanya bisa melihat dari jauh wajah cantik gadis yang sangat ia cintai itu.


Alvin melajukan mobilnya dalam keadaan mabuk. Mobil yang dikendarainya pun berbelok ke kanan dan ke kiri. Sebuah taxi datang dari arah berlawanan dan mobil Alvin hampir menabraknya.


Seeettttt


Alvin mengerem mendadak mobilnya begitupun dengan taxi didepannya itu.


"Aduuhhh!! Ada apa sih pak?" tanya penumpang didalam taxi itu.


"Itu mobil didepan sepertinya sedang mabuk yang mengendarainya" jawab supir taxi itu.


Mereka pun melihat tidak ada yang keluar dari dalam mobil itu dan membuat mereka semakin panik.


"Kita turun dan lihat yuk pak, takutnya kenapa-kenapa orang yang didalam mobil itu" ucap wanita itu.


"Baik, ayo..." jawab supir taxi itu.


Mereka pun bergegas turun dan menghampiri ke arah mobil itu. Supir taxi itu mengetuk-ngetuk kaca pintu mobilnya.


Tok.. tok... tok...


"Mas buka mas...!!" ucap supir taxi itu.


Alvin yang membenamkan wajahnya disetir mobilpun mulai mengangkat wajahnya. Samar-samar ia melihat dua orang disamping mobilnya. Ia pun membuka pintu mobilnya dan keluar dari dalam mobil masih dalam keadaan mabuk.


Bruuukkk


Alvin ambruk dan langsung dipegangi oleh supir taxi itu.


"Bawa ke dalam taxi saja ayo pak, kita bawa ke rumah sakit" ucap wanita itu dengan panik.


Mereka pun memapah Alvin masuk ke dalam taxi dan taxi itu melaju pergi meninggalkan mobil Alvin disana.

__ADS_1


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


__ADS_2