Suami Perjaka Milik Aruna

Suami Perjaka Milik Aruna
Bab 40 : SPMA. Alvin pamit


__ADS_3

Di rumah sakit....


"Untung pria ini tidak apa-apa, ternyata dia hanya mabuk. bikin khawatir saja" gumam Jessica.


Alvin mulai terbangun dan membuka matanya perlahan, ia memegangi kepalanya yang masih terasa berat akibat pengaruh alkohol yang ia minum sebelumnya.


"Aku dimana? Dan siapa kamu?" tanya Alvin pada Jessica yang tengah berdiri disampingnya.


"Baguslah kamu sudah sadar, dengan begitu aku bisa cepat-cepat pulang" Jessica hendak berbalik namun Alvin memegangi pergelangan tangannya.


"Tunggu, temani aku mengambil mobilku dulu. Nanti aku akan mengantarmu pulang" ucap Alvin


"Hhhmmm baiklah" jawab Jessica


Alvin pun bergegas bangun dari ranjang rumah sakit dan mereka melangkahkan kakinya keluar dari ruang rawat itu.


🌺🌺🌺


Dengan masih memakai handuk yang melilit pinggangnya, Alan berjalan menghampiri Aruna yang tengah berdiri didepan cermin kamar mandi. Aruna pun berbalik dan menghadap ke arah suaminya itu. Alan langsung meraih pinggang istrinya dan mendekatkan wajahnya.


"Memangnya kamu harus pergi kekantor hari ini?" tanya Aruna sambil memanyunkan bibirnya.


"Aku hanya pergi sebentar, setelah itu aku akan pulang untuk menjemputmu" ucap Alan saat melihat kekecewaan diwajah istrinya.


"Kalau begitu aku akan sendirian disini" ucap Aruna


"Apa perlu aku mengantarmu kerumah mommy atau kerumah orang tuamu dulu selama aku kekantor?" tanya Alan


Aruna menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, aku akan menunggumu disini sampai kamu pulang"


Alan tersenyum dan menatap dalam mata istrinya itu.


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu" ucap Alan


"Aku juga..." balas Aruna


Satu jam kemudian Alan pun pergi meninggalkan apartement dan meninggalkan Aruna sendirian disana. Kini Aruna tengah duduk menonton tv sendirian karena ia tidak punya kesibukan apapun hari ini dan telah mengambil cuti kerja.


🎡Du...Du...Du...🎡


Ponsel Aruna berbunyi dan terdapat panggilan masuk dari Alvin disana. Aruna pun mengangkat telefonnya.


"Aruna.. bisakah kita bertemu sebentar?" tanya Alvin dari balik sambungan telefon.


"Tapi pak...?"


"Aku ingin bertemu sebentar saja kok Run" pinta Alvin


Aruna nampak berfikir sejenak. Mungkin ada baiknya ia menemui Alvin sebentar hari ini.


"Hmmmm baiklah..." jawab Aruna


Aruna kembali mematikan sambungan telefonnya dan ia pun bersiap untuk menemui Alvin. Mungkin ini terakhir kalinya ia akan menemui Alvin. Ia juga tidak ingin terus-terusan menyakiti hati dan perasaan pria itu.


Aruna turun dari dalam taxi dan berjalan masuk ke sebuah taman, tapi ia tidak melihat Alvin disana. Aruna mencoba menghubungi Alvin lagi namun tidak diangkat.


__ADS_1


Beberapa kali Aruna mencoba tetap tidak ada jawaban, hingga ia melihat sosok yang ingin menemuinya tengah berdiri tak jauh dihadapannya.



Alvin pun berjalan mendekat ke arah Aruna. Ia tersenyum tampan saat sudah berdiri tepat dihadapan wanita itu.


"Terimakasih karena sudah mau menemuiku" ucap Alvin


"Pak Alvin....tolong bapak jangan salah paham, saya..." ucap Aruna terpotong.


"Aku tau Run, kamu tenang saja. Aku tidak akan memaksamu lagi untuk menerima perasaanku padamu" ucap Alvin


"Maafkan saya pak..." ucap Aruna tertunduk


"Kamu tidak perlu meminta maaf, aku senang melihat kamu bahagia" Alvin menjeda ucapannya. "Oya, aku boleh meminta sesuatu dari kamu?"


"Apa itu pak?" tanya Aruna kembali menatap mata Alvin


"Kamu jangan memanggilku bapak lagi, panggil saja kakak biar lebih akrab" pinta Alvin membuat Aruna tersenyum.


"Baiklah, kak Alvin..."


Mereka pun melangkahkan kakinya menyusuri taman itu sambil asyik mengobrol.


"Oya Run, besok aku akan terbang ke Singapura untuk liburan" ucap Alvin membuat Aruna menghentikan langkahnya dan kembali menatap Alvin.


"Maafkan saya kak" ucap Aruna merasa bersalah


"Aku hanya ingin pergi liburan dan kembali kok Run, jadi kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Suatu saat nanti aku pasti akan bertemu dengan wanita yang bisa mencintai aku dengan tulus" ucap Alvin


"Kakak pria yang sangat baik dan tampan, aku yakin kak Alvin pasti akan mendapatkan wanita yang baik juga" balas Aruna.


🌺🌺🌺


Sorenya sepulang dari kantor, Alan menelfon Aruna dan dan menunggunya di depan halaman apartement. Aruna pun bergegas turun untuk menemui suaminya itu.



Alan berdiri disamping mobilnya, sore ini ia akan mengajak Aruna pergi ke kota S, ia ingin memperkenalkan Aruna dengan papinya dan keluarga papinya disana. Tak lama istri tercintanya itu pun muncul dengan senyum yang mengembang diwajahnya.



"Jadi kamu tadi menemui Alvin?" tanya Alan saat Aruna sudah berdiri tepat dihadapannya.


Aruna mengalungkan tangannya dileher suaminya dan menganggukkan kepalanya.


"Iya, dia hanya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan kita, sekaligus ia ingin pamit karena akan pergi ke Singapura untuk sementara waktu" jawab Aruna


"Apa kamu sedih karena dia akan pergi?" tanya Alan yang dijawab gelengan kepala oleh Aruna.


"Kenapa aku harus sedih? Aku sekarang sangat senang dan bahagia karena bisa terus bersamamu" jawab Aruna membuat Alan tersenyum senang.


"Ya sudah ayo naik, kita harus berangkat sekarang sebelum malam" ucap Alan.


Aruna pun menurunkan tangannya dari leher Alan. Alan membukakan pintu mobil untuk Aruna kemudian ia ikut masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju kota S.


Sesampainya di kota S, Alan membawa Aruna ke hotel dan memesan sebuah kamar untuk mereka bermalam.

__ADS_1


"Kamu bilang ingin kerumah papi kamu? Kenapa kita malah menginap di hotel?" tanya Aruna saat mereka sudah berada didalam kamar hotel.


Alan berjalan mendekat dan melingkarkan tangannya dipinggang istrinya itu.


"Aku takut kamu tidak nyaman jika tinggal disana, jadi malam ini kita menginap disini saja dan besok kita akan berkunjung kesana" jawab Alan.


"hhhmmm baiklah" ucap Aruna mengangguk.


"Aku akan mandi dulu, apa kamu mau ikut?" tawar Alan


"Tidak! Kamu saja dulu yang mandi, aku mau tiduran dulu sebentar. Aku lelah" jawab Aruna


"Baiklah" Alan mengecup bibir Aruna sebentar dan melepaskan tangannya dari pinggang istrinya. kemudian ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


Jam terus berputar dan waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Alan dan Aruna tengah duduk diatas ranjang, namun mereka nampak masih belum ada yang mengantuk.


"Sudah malam kenapa kamu belum tidur?" tanya Alan saat melihat Aruna terus memainkan ponselnya sejak tadi.


"Aku sedang mencari tempat untuk bulan madu yang romantis" jawab Aruna tanpa melepaskan pandangannya dari ponselnya.


Alan menghela nafas panjang dan merebut ponsel Aruna. Ia melemparnya entah kemana. Aruna pun nampak kaget dan membulatkan matanya.


"Kenapa kamu melempar poselku?!!" kesal Aruna.


"Sudah tidak perlu mencari lagi, aku sudah dapat tempatnya. Lebih baik sekarang kita melakukan olah raga malam dulu" goda Alan


"Tidak!!" tolak Aruna yang merasa kesal karena ponselnya di lempar.


"Kalau begitu aku akan memaksamu!" ucap Alan sambil mendekatkan tubuhnya


Aruna melemparkan bantal ke arah Alan dan mengenai wajah Alan. Aruna pun tertawa puas melihatnya. Alan mengambil kembali bantal itu dan melemparnya ke arah Aruna. Mereka pun saling bercanda dengan melempar bantal hingga mereka merasa lelah.



"Sudah... Sudah.. aku lelah" ucap Aruna lalu tidur tengkurap diatas ranjang.


Alan pun ikut tengkurap disampingnya. "Iya aku juga lelah".


Aruna menoleh ke arah Alan. "Jadi kemana kamu akan membawaku berbulan madu?"


"Itu rahasia" jawab Alan.


"Cepat beri tau" pinta Aruna


"Tidak! Beri aku ciuman dulu" ucap Alan.


Aruna mendekatkan wajahnya dan mencium bibir suaminya sebentar.


"Sudah, sekarang beri tau aku kemana kita akan bulan madu?" ucap Aruna


"Nanti kamu juga akan tau"


Alan membalikkan tubuh istrinya dan kini ia berada diatasnya. Dipandanginya wajah cantik itu dan diciumnya mesra bibir istrinya. Aruna hanya bisa pasrah menerima perlakuan suaminya yang siap menjajahinya kembali. Mereka pun kembali melakukan olahraga malam sebelum tidur.


Setelah terjadi pergulatan yang cukup lama, Aruna pun merasa lelah dan tidur dipelukan suaminya. Alan tersenyum memandangi wajah istrinya dan mencium mesra kening istrinya.


__ADS_1


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


__ADS_2