Suami Perjaka Milik Aruna

Suami Perjaka Milik Aruna
Bab 36 : SPMA. Menemui Alan


__ADS_3

1 minggu sudah Aruna berlalu sejak pulang dari rumah sakit. Beberapa kali Aruna mencoba menghubungi Alan namun Alan tidak pernah mengangkatnya dan tidak pernah membalas pesannya.


Hari ini dengan meminta bantuan Reno dan Tasya, Aruna mengunjungi rumah mommy Ros. Awalnya Reno menolak untuk mengantar karena kondisi Aruna yang baru pulih, namun Aruna tetap memaksa untuk menemui Alan karena ada hal yang ingin ia ceritakan tentang kebenaran malam itu didalam hotel bersama Nadia.


Ceklek


Mommy Ros membuka pintu rumahnya dan melihat Aruna datang bersama dengan Reno dan Tasya. Mommy Ros mendekat ke arah Aruna dan langsung memeluknya dengan erat.


"Maaf sayang mommy tidak menjengukmu selama kamu dirumah sakit" ujar mommy Ros.


Mommy Ros memang sengaja tidak menemui Aruna karena Aruna pasti akan menanyakan soal Alan. Sementara Alan waktu itu terlihat begitu terpuruk dan sangat putus asa. Ia sempat berdebat dengan Alan saat putranya itu tetap memutuskan untuk berniat menceraikan Aruna. Ia memarahi putranya itu habis-habisan.


"Tidak apa-apa mom" jawab Aruna


Mommy Ros melepaskan pelukannya dan menatap wajah gadis itu.


"Runa ingin bertemu Alandra mom" ucap Aruna membuat raut wajah mommy Ros sedih.


"Tapi Alandra tidak dirumah Run" jawab mommy Ros.


"Ini kan weekend, memangnya dia pergi kemana mom?" tanya Aruna penasaran.


Mommy Ros menghela nafas panjang. Ia menatap mata gadis itu dalam-dalam.


"Alandra sudah pergi dari kota ini 3 hari yang lalu" jawab mommy Ros


Deg!!


Mata Aruna membulat, jantungnya seakan berhenti dan tubuhnya terasa lemas. Tasya memegangi pundak Aruna dari belakang saat melihat gadis itu seperti tidak bisa menopang tubuhnya saat mendengar kepergian Alandra.


"Apa... dia pergi...." lirih Aruna dengan air mata yang mulai menetes diwajahnya.


Aruna sungguh tidak menyangka jika Alan akan benar-benar pergi meninggalkannya. Seketika pandangan Aruna mulai kabur dan kepalanya terasa sangat pusing. Reno dengan sigap ikut memegangi tubuh gadis itu. Aruna pun pingsan dan langsung diangkat oleh Reno.


"Ayo bawa Aruna masuk ke dalam" perintah mommy Ros dengan panik


Reno membawa Aruna masuk dan dibaringkannya tubuh Aruna diatas sofa. Mommy Ros terlihat sangat khawatir karena kondisi Aruna yang belum cukup pulih. Tasya mencoba membangunkan Aruna sementara Reno mengintogerasi mommy Ros perihal kepergian Alan.


"Sebenarnya Alan kemana tante?" tanya Reno


"Sebenarnya Alandra melarang mommy untuk memberi tau pada kalian. tapi melihat kondisi Aruna, mommy tidak tega" Isak mommy Ros yang kemudian menceritakan semuanya pada Reno.


Setelah Aruna kembali sadar, Reno dan Tasya kembali mengantarkannya pulang kerumahnya karena khawatir dengan kondisi Aruna. Reno juga tidak langsung menceritakan tentang kepergian Alan yang sudah ia dengar dari cerita mommy Ros tadi. Reno khawatir jika Aruna tau, pasti Aruna akan menyusulnya. Sementara kondisi Aruna belum sepenuhnya pulih.


🌺🌺🌺


1 bulan kemudian


Aruna sudah kembali masuk kerja seperti biasanya. Namun ia masih banyak terdiam dan melamun. Reno yang melihatnya pun tidak tega, ia tau kalau Aruna pasti sangat merindukan Alan. Reno berniat untuk menceritakan dimana Alan sekarang, melihat kondisi Aruna yang sudah semakin membaik.

__ADS_1


"Run..." panggil Reno yang sudah berdiri didepan meja kerja sekertarisnya itu.


"Iya pak" jawab Aruna mendongakkan kepalanya menatap bosnya.


"Kamu mikirin Alan?" tanya Reno yang dijawab anggukan oleh Aruna.


"Iya, ada hal yang ingin saya ceritakan padanya tentang Nadia pak" jawab Aruna.


Reno mengangkat sebelah alisnya. "Tapi Nadia sudah meninggal, memangnya ada apa lagi Run?"


Reno menatap wajah Aruna yang terlihat sangat serius, ia pun mulai penasaran.


"Kejadian malam itu didalam hotel". Aruna menjeda ucapannya kemudian melanjutkan. "Sebenarnya tidak pernah terjadi apa-apa antara Alandra dan Nadia malam itu"


"Tapi kamu tau dari mana Run?" tanya Reno semakin penasaran.


Aruna pun mulai menceritakan apa yang ia dengar dari mulut Nadia malam itu pada Reno.


"Jadi Alan benar-benar masih perjaka??" tanya Reno yang dijawab anggukan lagi oleh Aruna.


Reno mengusap wajahnya, ia ikut merasa senang mendengar cerita dari Aruna jika sahabatnya itu ternyata masih perjaka.


"Kalau begitu ayo kita susul Alan sekarang Run" ajak Reno


"Memangnya bapak tau dia ada dimana?" tanya Aruna


"Tapi kerjaan saya?"


"Udah tinggal aja, ada hal yang lebih penting" Reno menarik tangan Aruna hingga gadis itu berdiri dan mengikuti langkah kaki Reno.


Reno melajukan mobilnya ke kota S. menurut cerita mommy Ros waktu itu, Alan pergi kesana untuk membantu papinya menghandle perusahaan papinya untuk sementara waktu karena papinya sedang sakit. Tapi sudah sebulan Alan tidak kunjung pulang. Reno pikir pasti Alan memang sengaja belum kembali karena ingin menghindari Aruna dulu. Tapi setelah mendengar bahwa Alan masih perjaka, dengan semangat Reno menawarkan diri untuk mengantarkan Aruna menemui Alan. Sebelum Alan kembali dan benar-benar menceraikan Aruna.


Sementara itu disebuah ruangan, Alan tampak tengah duduk dengan gelisah. Sebenarnya ia sudah bisa kembali ke kota A karena papinya sudah kembali sehat. Namun ia masih belum siap untuk mengurus perceraiannya dengan Aruna nanti saat ia kembali.


"Aku sangat merindukanmu Aruna" ucap Alan pada dirinya sendiri.


Alan menyenderkan tubuhnya di punggung kursi, bayangan Aruna terus menari-nari dipikirannya. Ia benar-benar sangat merindukan gadis itu. Walaupun ia sudah mencoba untuk menghindarinya selama sebulan ini, namun rasa rindu yang teramat sangat terus melanda dirinya.


"Bagaimana keadaanmu sekarang? apa kamu baik-baik saja?" ucap Alan lagi pada dirinya sendiri.


Ceklek


Pintu dibuka oleh seseorang wanita cantik dengan tinggi semampai. wanita itu melihat ke arah Alan.


"Sudah waktunya pulang, kenapa malah melamun?" ucap wanita itu dengan suara yang sangat lembut.


Alan kembali tersadar dari lamunannya dan melihat ke arah wanita itu yang adalah sekertaris papinya. Ia melihat jam ditangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 malam.


"Maaf... baiklah ayo kita turun" Alan bergegas bangun dari kursinya dan menghampiri ke arah wanita itu.

__ADS_1


Mereka melangkahkan kakinya keluar dan menuju ke lantai bawah.


"Aku antar sekalian saja, lagi pula ini sudah malam dan kebetulan kita searah ini" ajak Alan saat sudah berada didepan gedung itu.


"Apa tidak merepotkanmu?" tanya wanita itu


"Tidak sama sekali" jawab Alan.


Mereka tidak menyadari kalau sedari tadi dua pasang mata tengah memperhatikan mereka dari dalam mobil tak jauh dari sana.


Reno menoleh ke arah Aruna yang duduk disampingnya. Gadis itu nampak diam saja sambil menatap tajam ke arah Alan yang sedang asyik mengobrol bersama wanita yang berdiri bersamanya.


"Kita pulang saja pak" ucap Aruna dengan mata berkaca-kaca.


"Ta... tapi Run...."


"Saya mohon pak" pinta Aruna tanpa mengalihkan pandangannya dari Alan didepan sana.


"Oke baiklah" jawab Reno yang akhirnya menyetujui.


Reno melajukan mobilnya kembali untuk meninggalkan tempat itu. Tak sengaja Alan menoleh ke arah mobil yang baru saja melaju pergi itu.


"Itu seperti mobil Reno. Tapi sedang apa Reno disini? Kenapa dia tidak turun dan menghampiriku? Atau jangan-jangan....?" batin Alan


Alan kembali menoleh ke arah wanita yang berdiri disampingnya.


"Fio sepertinya aku tidak bisa mengantarmu pulang. Aku ada urusan, tidak apa-apa kan?" tanya Alan.


"eh tapi..."


Alan bergegas masuk kedalam mobilnya tanpa mendengar jawaban dari Fiona terlebih dahulu. ia yakin Reno datang bersama dengan Aruna tadi hingga Reno tidak turun dari dalam mobil saat melihatnya keluar bersama dengan Fiona.


Alan segera melajukan mobilnya menyusul mobil Reno.


Sementara itu didalam mobil Reno, beberapa kali Aruna mencoba menyeka air matanya. Hatinya kembali hancur saat melihat Alan pergi menjauhinya dan malah berduaan dengan wanita lain.


"Aruna pasti cemburu melihat Alan dengan wanita tadi" batin Reno.


Sesekali Reno menoleh ke arah Aruna yang masih nampak murung dan terdiam sambil terus mengusap air matanya.


"Aku membencimu... sangat membencimu.. hiks.. hiks..." batin Aruna


Sementara dibelakang sana mobil Alan terus berusaha mengejar mobil Reno yang sudah melaju cukup jauh didepan sana.


"Aruna... aku tau itu pasti kamu yang datang bersama dengan Reno" batin Alan sambil terus fokus menyetir.


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


__ADS_1


__ADS_2