
“Luna,” tegur Teja. Namun, gadis itu masih terkikik geli karena berhasil membuat Teja kikuk dengan candaannya.
“Tumben hari ini Pak Teja perhatian.”
“Lalu aku harus perhatian dengan siapa?”
“Luna, sudah selesai … Loh Pak Teja Dewangga?”
Tanpa Teja menoleh dia sudah tahu siapa yang datang, tentu saja Doddy.
“Kebetulan sekali kita bertemu di sini,” ujar Doddy basa basi, sedangkan Teja hanya mengangguk pelan.
“Hm, permisi ya Pak. Saya harus lanjut lagi,” seru Luna lalu meninggalkan Teja dan sempat mengerlingkan matanya menggoda Teja saat melewati pria itu.
Urusan Luna dan Doddy pun berakhir, keduanya sudah berada di lobby dan akan menuju basement. Luna fokus pada ponselnya menanyakan pada Teja di mana pria itu menunggu.
“Dekat sini ada café yang lagi viral, mampir yuk,” ajak Doddy. Luna hendak menolak, tapi pandangannya tertuju pada pasangan yang baru saja keluar dari lift.
“Ayolah Mas, sebagai tanda terima kasihku kemarin sudah bantu aku.”
“Maaf saya tidak bisa, lagi pula kamu kemari bersama asisten kamu.”
“Dia bisa aku suruh duluan, gampanglah itu.”
Langkah Teja terhenti, ia menatap gadis di hadapannya bersama pria brengs3k. Doddy sempat menganggukan kepala, mungkin karena profesionalitas. Berbeda dengan Luna yang memasang wajah cemberut dan Teja tahu gadis itu pasti akan merajuk.
“Maaf, saya tidak bisa. Istri saya sudah menunggu.” Teja pun langsung berbelok ke arah basement.
__ADS_1
Juli berdecak kesal karena usahanya gagal, saat berjalan menuju pintu lobby mulutnya bergumam tidak jelas.
“Ayo,” ajak Doddy menunjuk mobilnya, karena Luna malah berdiri seperti orang bingung.
“Maaf Kak, kayaknya ….”
“Kamu pulang dengan saya.”
Luna terkejut, tidak menduga kalau Teja sudah berada di sana dan mengajaknya pulang. Apa pria itu akan mengakui hubungan pernikahan mereka? Luna sebenarnya tidak masalah, justru masalahnya ada pada Teja.
“Maksudnya Luna bareng Bapak?”
“Iya,” sahut Teja.
“Kalian ada hubungan apa?”
“Kami satu arah, keluarga kami ada hubungan. Saya kenal dengan keluarga besarnya,” ungkap Teja, tidak mengakui secara langsung kalau dia memang ada hubungan dengan Luna.
“Pak Teja bikin orang sport jantung aja.” saat ini Luna dan Teja sudah berada dalam mobil, perlahan meninggalkan basement.
“Kenapa? Kamu takut kalau orang tahu kita sudah menikah?” Teja melihat Doddy masih berdiri menatap kepergian mereka.
“Bukan gitu, Pak Tejanya aja yang mau hubungan kita dirahasiakan.”
Teja tidak menjawab, fokus dengan kemudian dan jalanan yang mulai padat merayap. Sama halnya dengan Luna yang melayangkan pandangannya ke luar jendela.
“Perempuan yang bareng pak Teja, kayaknya ngikut terus deh.”
__ADS_1
“Maksud kamu Juli?”
“Yang tadi ngajak Bapak pergi. Mau dia Juli, Juni, desember kek, pokoknya yang seneng nempel kayak perangko.”
“Hanya kebetulan. PT X ternyata kerja sama dengan perusahaan ku juga tempat Juli bekerja.”
“Bakal sering ketemu dong, kayaknya dia masih ngarep banget. Kelihatan dari gestur tubuhnya.”
“Yang jelas aku nggak.”
Luna mendengus kesal lalu menggeser duduknya agak menyerong menghadap Teja. Padahal pria itu sudah cukup umur, lebih dari dewasa tapi seenaknya saja menghadapi masalah dengan perempuan.
“Pak Teja, jangan takabur. Sekarang bilang nggak, mana tahu besok beda cerita. Batu keras pun kalau terus ditempa lama-lama retak dan hancur. Bisa jadi si Juni atau April ini gigih untuk dekati Pak Teja, sampai akhirnya Bapak juga cinta hidup sama dia.”
Teja menoleh sekilas dengan dahi berkerut lalu kembali fokus dengan jalanan di depannya. Saat berhenti karena lampu lalu lintas, Teja memanfaatkan untuk mengomentari ucapan istrinya.
“Itu bisa berlaku, tapi bukan dari Juli. Aku yang seperti batu, lama-lama bisa luluh karena mulut kamu yang bawel dan asal bunyi,” tutur Teja sambil menjepit bibir Luna dengan tangannya.
“Maksudnya luluh ini cinta? Jadi Pak Teja mulai cinta aku ya?”
Teja kembali memegang roda setir dan mengabaikan Luna yang terus mengejeknya sambil terkekeh.
“Suka bilang Pak, jangan dipendam. Nanti jerawatan loh.”
Sedangkan di tempat berbeda, Doddy memikirkan hubungan antara Luna dan Teja. Menduga segala kemungkinan ada urusan apa diantara mereka.
“Apa Teja sengaja menjauhkan Luna dari aku karena dia tahu aku menyukai gadis itu? Rese banget tuh orang, ikut campur aja masalah gue.”
__ADS_1
“Mau Luna gue apain juga bukan urusan dia. Kayaknya gue harus bergerak lebih cepat. Luna pasti akan aku dapatkan.” Doddy tersenyum sinis dengan rencana jahat di kepalanya.