Suamiku Bujang Lapuk

Suamiku Bujang Lapuk
Bab 25 ~ Kaluna !!!


__ADS_3

Doddy tidak menduga begitu mudahnya membuat Luna tidak sadar karena mabuk. Awalnya gadis itu menolak alkohol yang disodorkan untuknya, setelah mencicipi malah ketagihan. Gelas ketiga dia sudah mabuk. Aneh memang, tapi memudahkan rencana Doddy.


Rencana memberikan obat pembangkit gair@h, kalau tidak berhasil membuat Luna mabuk.0 Nyatanya gadis itu sudah bicara sembarangan dan tertawa bahkan kadang terbahak.


“Luna, kamu mabuk. Sebaiknya kita pergi,” ajak Doddy, pria itu merangkul bahu Luna. Namun, sang gadis menepis.


“Ssttt. Aku tidak mabuk. Jangan pegang-pegang.”


Mengakui dirinya tidak mabuk, padahal berdiri tegak pun tidak bisa. Bahkan wajahnya yang putih sudah merona merah karena pengaruh alkohol juga kepala yang terasa berat.


Ketika melangkah, Luna selalu menabrak orang-orang disekitarnya. Doddy tersenyum smirk lalu memeluk lengan gadis itu, mengajaknya dengan paksa meninggalkan ballroom. Tidak percuma dia sudah mengatur semua, memesan kamar sejak tadi siang.


“Ternyata tidak sesulit yang aku bayangkan.”


“Kak Doddy, kita mau ke mana?” tanya Luna yang mulai kehilangan kesadaran.


Doddy tidak menjawab, keduanya berdiri di depan lift. Luna sudah tidak bisa berontak berada dalam rangkulan Doddy, karena kesadarannya minim.


Beberapa jam sebelumnya.


Teja berada di parkiran kantor Seloka Design. Pandangan pria itu tidak lepas dari lalu lalang orang di lobby. Luna yang mengabaikan pesan membuat pria itu kesal sendiri. Menjelang malam, akhirnya yang ditunggu pun terlihat. Luna bersama tiga orang rekannya dengan setelan pesta keluar dari kantor.


“Apa-apaan ini, aku bilang jangan dandan yang cantik. Kenapa malah … ck. Luna memang harus aku training jadi istri yang baik.”


Semakin emosi, melihat Luna dan Doddy duduk di kabin depan. Teja mengikuti mobil di mana istrinya berada. Bahkan ketika tiba di hotel tempat acara, pria itu terus mengejar meski dengan jarak yang tidak begitu dekat. Sebenarnya Teja tidak mengerti mengapa bisa bersikap aneh sampai dengan sengaja mengawasi Luna.


“Sshitt.”


Suasana pesta yang ramai membuat pria itu kehilangan Luna yang sudah membaur di tengah acara. Tertahan di meja tamu karena tidak memiliki undangan, beruntung Teja bertemu dengan teman yang pernah menjadi rekanan datang sendiri.


“Kemana dia?”

__ADS_1


Teja sudah mendekat ke arah pelaminan, Luna pasti menemui tuan rumah. Namun, tidak terlihat di sana. Bahkan ketika Teja menuju meja hidangan, tidak melihat Luna juga. Hampir menyerah karena tamu undangan semakin ramai dan masih belum melihat istrinya.


Sampai ….


“Aku tidak mabuk. Jangan pegang-pegang."


Teja mengernyitkan dahinya, dia kenal betul suara itu.


Siapa yang berani pegang-pegang istriku, batin Teja. Perlahan pria itu menoleh dan mencari keberadaan Luna. Tidak menduga ada kalau Luna berada dalam rangkulan Doddy, gadis itu berjalan terhuyung.


“Kenapa dia bod0h sekali, mabuk di acara seperti ini.”


Teja mempercepat langkahnya, apalagi menyadari kalau Doddy dan Luna sudah berada di depan lift bukan keluar dari hotel.


“Lepaskan tanganmu dari tubuhnya!” Teja meraih tubuh Luna ke dalam pelukannya dan mendorong Doddy  hingga tersungkur karena dalam keadaan tidak siap.


“Bangs4t, jangan ikut campur urusan gue. Luna milik gue. Lo bisa tanya nanti, dia juga suka sama gue.”


“Teja, mending lo cari perempuan lain dan move on,” pekik Doddy. “Luna milik gue.”


“Milik lo? Maksudnya calon korban lo kayak Andin. Dibikin mabuk, kasih obat lalu kalian habiskan malam bersama dan tinggalkan. Saat ini lo salah orang, Luna bukan mainan dan korban lo.”


“Hm, berisik. Aku mau tidur. Eh, pak Teja ya. Kok ada Bapak di sini sih.” Luna menjawil pipi Teja, tidak menyadari bahwa dia suaminya sudah menyelamatkannya dari pria lakn4t. “Kangen aku ya,” ejek Luna lalu terkekeh.


“Luna,” panggil Doddy. “Ikut aku!”


“Eh ada Kak Doddy juga, aku nggak mau ikut kamu. Kan sudah ada Pak Teja.” Luna mengalungkan tangannya di leher Teja bahkan menyandarkan kepalanya di dada pria itu.


“Kamu lihat sendiri bukan? Dia memiliki.”


“Itu karena dia mabuk. Aku akan panggil keamanan kalau kamu membawa pergi gadis ….”

__ADS_1


Teja terkekeh. “Sebaiknya kamu pergi, atau aku laporkan pada Arta pimpinanmu. Mengganggu istri rekan bisnisnya. Luna dan aku sudah menikah.”


“Apa?”


“Pergi!” bentak Teja.


Meskipun tidak percaya dengan ucapan Teja, Doddy memilih pergi karena sudah menjadi pusat perhatian. Melihat istrinya yang mabuk berat, Teja akhirnya membuka kamar di hotel itu.


“Hah berat juga.” Luna sudah dibaringkan di ranjang. Pria itu menggelengkan kepala sambil memijat dahinya pelan. Penampilan Luna memang menggoda, bukan karena pakaian yang tidak pantas tapi karena memang gadis itu cantik.


“Pak Teja.”


Teja hanya memandang istrinya yang meracau memaki dan memarahinya seakan Teja dan Luna memang sedang berhadapan.


“Nyebelin, aku ‘kan nggak tahan tiap hari harus lihat Bapak yang ganteng dan macho. Status istri, tapi dicium juga belum pernah.”


Mendengar pengakuan Luna dalam keadaan tidak sadar, bisa dipastikan hal itu adalah hal yang mengganjal di hidupnya. Teja bahkan terkekeh mendengar keluhan istrinya.


“Dasar istri mesum,” pekik Teja.


Teja melepaskan jas yang dia pakai dan dilempar ke atas sofa lalu menggulung lengan kemejanya. Menggeser posisi Luna agar ada tempat untuknya ikut berbaring. Siapa sangka Luna malah beranjak duduk di tepi ranjang lalu memegang kepalanya.


“Pusing. Aku mau pulang.”


“Tidurlah, akan lebih lama kalau kita pulang.”


Tiba-tiba LUna membungkuk membuat Teja mendekati dan menangkup wajah itu.


“Kenapa?”


Tanpa diduga, gadis itu malah menyemburkan isi perutnya. Mengotori dress yang dia kenakan juga pakaian Teja.

__ADS_1


“Kaluna!!!”


__ADS_2