Suamiku Bujang Lapuk

Suamiku Bujang Lapuk
Bab 50 ~ Bujang Lapuk Happy Ending


__ADS_3

“Tolong anakku, dia kejang,” teriak Luna ketika Doddy membuka pintu. Pria itu melirik sekilas lalu mendekat ke ranjang.


Tanpa dia ketahui, Luna yang berdiri di belakangnya mengambil kursi lalu dihempas ke arah kepala pria itu. Doddy mengumpat dan memegang bagian kepala yang sakit. Luna sudah merencanakan dengan baik, saat Doddy kesakitan dia semprotkan sabun pembersih lantai membuat pria itu mengamuk karena tidak bisa membuka matanya.


Tidak sampai disitu, Luna yang diliputi emosi menarik kerah baju Doddy membuat pria itu tertarik ke belakang lalu dihempas ke tembok.


“Luna.”


Luna langsung menggendong baby Kama dan berlari meninggalkan rumah tersebut. Dalam dekapan erat dan nafas terengah, terus berlari menyusuri jalan setapak. Sesekali Luna berteriak minta tolong. Tiba-tiba bayinya menangis, Luna pun menghentikan langkahnya.


“Sayang, sabar ya. Kita harus menghindar dari pria gila itu. Ada adik dan Papamu menunggu, mungkin mereka sudah khawatir.”


“Lunaaaaaa!”


Terdengar teriakan Doddy, Luna kembali berlari. Rasa perih bekas jahitan diabaikan oleh Luna, keselamatan mereka berdua prioritasnya saat ini.


“Lunaaaa, jangan kabur. Kamu tidak akan bisa ke mana pun!”


Rupanya Doddy mengejar menggunakan mobilnya dan berhasil menemukan Luna yang terduduk di tanah dengan nafas tidak beraturan. Rasa nyeri di perutnya juga Kama yang terus menangis membuatnya menyerah.


Sedangkan tidak jauh dari tempat itu, beberapa orang terkejut dengan teriakan yang mereka dengar.


“Kalian dengar ‘kan?”


Kembali terdengar teriakan dan jelas ada nama Luna.


“Luna, dia ada di sini,” ujar Teja. “Berpencar, selamatkan istriku.”


Teja berlari menuju ke arah suara.


“Tolong biarkan kami pergi.”


“Berani kamu ya, bahkan merencanakan kabur dariku.” Doddy mendekat dan mengangkat tangannya ingin menampar Luna.


Bugh.


Luna yang sempat terpejam membuka mata dan terkejut karena Doddy tersungkur.


“Luna.”


Wanita itu menoleh.


“Pak Teja.”


Teja menunduk dan memeluk istri dan anaknya. Kelegaan luar biasa Luna rasakan ketika mendapati Teja di hadapannya.


“Pak Teja, tolong aku.”


“Tenang sayang, kamu sudah aman.” Luna menangis dalam pelukan Teja, sedangkan Doddy sedang diringkus oleh orang-orang Teja.

__ADS_1


“Kita pergi dari sini.” Dengan pelan Teja membantu istrinya berdiri, tidak mengungkapkan bagaimana khawatirnya Teja melihat sang istri yang beberapa hari lalu baru saja berbaring di ruang operasi dan sekarang berlarian di tengah hutan.


“Tunggu di sini!”


Tidak lama ada mobil datang, Amar keluar dari mobil itu. Juga mobil dari kepolisian. Teja mengambil alih baby Kama membiarkan Luna memeluk Amar.


“Oh Tuhan, Luna. Jika sesuatu terjadi padamu, aku akan sangat menyesal. Ayah Surya pasti akan sangat marah denganku termasuk Ayahmu.”


***


Tujuan mereka bukan pulang, melainkan menuju rumah sakit. Luna sempat panik ketika mobil memasuki area rumah sakit, mungkin trauma karena Doddy menculiknya setelah dia keluar dari tempat itu.


“Hei sayang, dengarkan aku. Kalian perlu perawatan dan aku akan pastikan lagi keamanan kalian. Maaf kalau aku lengah dan menyebabkan kamu harus melewati ini semua,” tutur Teja sambil mengusap pipi istrinya.


“Janji?”


“Aku janji.”


Beberapa jam dalam ruang tindakan, untuk mengatasi area luka pasca operasi akhirnya Luna diantar ke kamar rawat. Sudah ada baby Kama yang digendong oleh Indah, sedangkan baby Kalila di rumah dengan Nuri. Indah sempat menangis saat melihat Luna, tidak menduga keponakannya itu bisa mendapatkan cobaan diganggu oleh pria tidak waras.


Dua hari dalam perawatan, Luna memaksa pulang. Dia rindu dengan Kalila dan pemulihan memang akan lebih cepat jika pasien bahagia. Kebahagiaan Luna adalah berada di antara keluarganya.


“Sayang, kamu pasti rindu Mama,” ucap Luna sambil mendekap Kalila.


Akhirnya kekhawatiran keluarga Luna sudah berakhir, wanita itu dan putra mereka sudah kembali selamat. Amar dan Teja semakin memastikan pada kuasa hukum mereka untuk mengawal proses hukum bagi Doddy.


Luna menunduk memastikan kedua bayinya tidur dengan nyaman. Tidak menyadari kehadiran Teja yang memeluknya dari belakang.


Teja mencium tengkuk dan menggigit telinga istrinya membuat wanita itu terkekeh kegelian.


“Pasti lagi kangen dan pengen tuhhhh. Tidak boleh, Pak Teja sedang berpuasa jadi sabar-sabar yesss.”


Teja tidak menjawab ucapan Luna, tapi mendengar wanita itu berceloteh dengan asal membuatnya semakin lega. Artinya kejadian sebelumnya tidak menyebabkan trauma mendalam.


“Lebih baik mandi, biar pikiran segar. Dari pada terus dekat aku dan harus berahir bermain solo. Nggak boleh tahu.”


“Astaga Luna!!!!”


***


“Mama, aku mau Mama,” rengek Kalila.


“Kita tunggu di sini ya, Mama sedang di dalam mengeluarkan dede bayi. Kalila mau adik ‘kan?” tanya Indah membujuk Kalila yang tidak bisa terpisah dari Luna. Bocah itu hanya mengangguk pelan, tapi bibirnya mengerucut.


“Lila, es krim,” ujar Kama yang baru dari kantin bersama Amar.


Indah menggelengkan kepalanya karena kalau Luna tahu kedua anaknya jajan sembarangan, sudah pasti mengoceh. Kama dan Kalila sudah berumur empat tahun dan sedang menantikan kelahiran adik mereka. Luna berada di ruang operasi, sedangkan Teja tampak frustasi berjalan kesana kemari tidak tenang sama seperti kelahiran pertama anak mereka.


“Teja, kemarilah!”

__ADS_1


Teja menoleh lalu mendekat dan duduk di samping Kalila.


“Papa, aku mau Mama.”


“Papa ….”


“Keluarga Ibu Kaluna!” teriak seorang perawat. Teja bergegas menghampiri


Indah dan Amar menggandeng tangan Kalila dan Kama ikut mendengarkan penjelasan kondisi Luna dan bayinya.


“Ayo, kita ke kamar. nanti Mama dan adik kalian diantar ke sana,” ajak Indah.


Keluarga kecil Teja dan Kaluna semakin bahagia dan hangat dengan kehadiran anggota keluarga baru. Teja begitu antusias dengan anak ketiganya yang begitu mirip dengannya dan berjenis kelamin laki-laki.


“Hei boy, jangan tidur terus. Ini Papamu,” seru Teja sambil mengusap pelan pipi bayi itu.


“Sayang, jangan diganggu nanti bangun.”


Teja pun memastikan kelambu box bayinya sudah rapat tidak memungkinkan ada nyamuk nakal yang masuk. Lalu menatap ranjang pendamping pasien di tempati anak kembarnya. Kebahagiaan yang tidak terbayangkan akhirnya dia raih. Istri cantik dan selalu menjadi obat dikala lelah serta tiga anak yang akan meramaikan hidupnya.


Sempat merasakan kecewa atas nama cinta, tapi cinta pulalah yang membuat hidupnya berwarna. Meski sempat ada riak di biduk rumah tangganya kala pria yang pernah menyakiti kekasih di masa lalunya juga menyakiti Luna bahkan menculik wanita itu. Namun, kini pria itu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di jeruji besi.


Teja duduk di samping ranjang di mana Luna masih berbaring, menggenggam dan mencium punggung tangan ratu di hidupnya.


“Terima kasih, sayangku. Terima kasih hadir di hidupku dan mau menerima segala kekuranganku.”


“Ih, ngomong apa sih. Pak Teja nggak minta aku hamil lagi ‘kan?”


“Oh Tidak. Sudah cukup tiga saja. Lagi pula umurku sudah empat puluh, ketika mereka remaja bisa jadi aku sudah renta.”


Luna memukul pelan bahu suaminya.


“Nggak mungkinlah, sekarang aja masih gagah begini. Kalau lagi main aku yang kewalahan, padahal aku pikir karena Pak Teja sudah berumur pasti nggak tahan lama.”


“Kalau hal itu, aku masih sanggup buat kamu ketar ketir.”


“Dasar mesum,” ejek Luna.


“Kamu juga senang aku mesumin.”


“Ya mana tahanlah, sama bujang lapuk yang gantengnya kayak oppa-oppa korea. Aku dulu ngebayangin Pak Teja tuh Om-om gendut dan kepala botak, yang kalau ngomong nafasnya senin kamis dan bentar-bentar hapus keringat di keningnya. Ternyata ganteng kayak Ji Chang Wook, ya nggak nolak lah,” tutur Luna membuat Teja ikut terbahak.


“Bujang lapuknya sudah jadi bapak anak tiga,” seru Teja.


“Suaminya Kaluna Zena.” Teja dan Luna tersenyum lalu terkekeh bersama.


...~~ TAMAT ~~...


Hai, akhirnya Bujang lapuk happy ending ya. Terima kasih yang sudah baca sampai akhir dan meninggalkan jejak, apalagi yang sudah ikut semua karya-karya aku love se kebon sampe luber-luber untuk kalian.

__ADS_1


Special thanks untuk Hearty dan semua akunnya, Tiara, Farida, Reni Sadilah, mariammarife, Defi (follow ig aku kak), Mama_JCG, hiro_yoshi, SakhaNya, Halluuu, Tarik R., Dian, Purnama Pasedu, Aditya, Dewi Purnomo, Dhinok F, Hestin, Rambe Najogi, dee 21(ini pembaca dari karya pertama nih, thanks ya kak),  Diah paramita, Indy, Diastin, Ahmad Suryadi dan yang lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.


Sehat-sehat untuk kalian semua, semoga NT tetap jaya dan kita masih bisa bertemu di karya2 yang lain. Jangan lupa follow IG aku ya dan ramaikan Arya ~ Sarah \=\= BOSKU PERAWAN TUA


__ADS_2