Suamiku Genderuwo

Suamiku Genderuwo
episode 12


__ADS_3

*******


" konsentrasi dini! jangan sampai kau terperdaya lagi. "


bruaakkkk


nampan bekas tadah minum terlempar jauh dari tempatnya, ibu menguatkan genggaman nya mbok ijah menunggu dengan was-was.


kini dari arah dapur seperti perkakas yang diporak-porandakkan semua terbanting menimbulkan suara yang berisik. aku beristighfar ku lihat paman kyusuk dalam do'a nya begitu juga dengan ibu.


" manusia bodoh! kamu tidak akan bisa menghancurkan aku hahahahahaha. "suara yang lebih mirip geraman muncul bersamaan dengan rasa mulas yang kembali hadir. semakin lama semakin sakit aku sudah tidak bisa menahan nya.


" aaaaaahhhhhhhh. "jeritku melengkung bersamaan dengan keluar nya bayi dalam kandungan ku.

__ADS_1


yah bayi itu telah ku lahirkan, setelah nya aku tidak merasakan sakit di bagian badan mana pun. darah ku banyak sekali yang keluar kini hanya lemas yang kurasakan.


" anaknya laki-laki Mbak tapi..... " ucap mbok ijah terjedah, ibu langsung menghampiri dan melihat keadaan bayi yang baru ku lahirkan.


" mbah bayi nya hidup, ap..apa ritual nya tidak berhasil.? "pertanyaan ibu membuat mbah menghampiri dan melihat langsung.


" genderuwo itu ternyata kuat sekali, saya hanya bisa membantu mengeluarkan nya saja. anak ini dijaga oleh mahluk itu, letakkan disini biar saya coba sekali lagi. "perintah nya menunjukkan kotak besar agar bayi itu diletakkan disana.


ritual kedua dimulai, berbeda seperti tadi ketika ritual dimulai hawa pengap menyeruak. kini angin berhembus kencang, kilat petir saling menyambar aku, ibu dan mbok ijah merapatkan duduk kami.


mbah melihat kedalam kotak bayi itu masih hidup tidak terjadi apapun kepadanya.


" maaf Bu anak ini dijaga oleh genderuwo itu, bayi ini tidak akan menyakiti siapa pun. karena belum memiliki ilmu yang berbahaya, saya hanya bisa membantu sampai disini. saya tidak sanggup melanjutkan nya lagi. tenaga saya hampir habis melawan genderuwo itu, jaga saja nak dini jangan sampai melamun. nak dini hampir terbawa genderuwo itu. "mbah itu membereskan barang-barangnya lalu pamit pulang.

__ADS_1


untuk kedua kalinya kegagalan yang didapat saat melawan gentara.


aku takut menyentuh anak itu, anak itu terus menangis ingin di gendong, perlahan aku beranikan diri mendekati bayi itu.kuamati wajahnya mirip sekali dengan gentara


matanya kecoklatan, hidung yang mancung, serta bibir yang kemerahan. bayi itu manis dan lucu, baru saja aku mengulurkan tanganku hendak menggendongnya. aku dikejutkan dengan tanduk yang mendadak keluar dari kepalanya.


aku beringsut mundur tidak percaya apa yang barusan yang aku lihat. perlahan kuatur kembali nafasku, hilang?? kemana perginya tanduk itu. ? bayi bertanduk itu kembali menjadi bayi yang manis dan menggemaskan.


kini bayi itu sudah berada dalam gendongan ku, seperti bayi pada umumnya dia menggeliat menangis dan tersenyum. aku mulai menyayangi bayi mungilku, semoga tanduknya tidak pernah muncul lagi ibu dan mbok ijah menghampiri ku.


" rawat anak mu dulu nduk besok kita kerumah kyai Shodiq lagi. " ibu yang juga merasakan kasih sayang, sama seperti ku pada bayi mungil ini.


" sejatinya bayi ini tidak berdosa, tapi karena separuh dari bayi ini adalah jin maka harus tetap dirukiyah ya nduk. "

__ADS_1


" iya bu jika memang harus kurawat, aku ikhlas asalkan bayi ini bisa seutuhnya menjadi manusia. "aku benar-benar gila, aku menyayangi anak ku dengan genderuwo itu.


__ADS_2