Suamiku Genderuwo

Suamiku Genderuwo
episode 21


__ADS_3

*********


" bayi ini belum memiliki dosa andini, sama seperti bayi pada umumnya tapi ketika dia semakin menuju dewasa akan ada sesuatu dari bapak nya yang turun kepada keturunannya. "aku tidak mengerti maksud dari perkataan pak Yai, sepertinya pak Yai menyadari hal itu.


" begini bayi ini tumbuh normal seperti anak yang lain tapi ketika berangsur dewasa dia akan menunjukkan sifat atau fisik yang menyerupai bapaknya. bisa jadi bulu nya akan tumbuh lebat walau tak selebat genderuwo itu, namun lebih lebat dari bulu manusia pada umumnya. atau bahkan sesekali dia akan menampakkan tanduk nya. "aku terperangah keraguan kembali menyelimuti ku.


apa aku musnahkan saja anak ini, tapi wajahnya yang lucu tanpa dosa membuat ku tak tega melakukannya.


" bu...... "aku menatap nanar pada ibu menunggu keputusan yang akan ibu sarankan..

__ADS_1


" dia anak mu din, keputusan ada ditangan mu ibu pasti mendukung apapun keputusan yang akan kamu ambil. jika ingin merawat bayi ini rawatlah tidak usah menghiraukan ucapan tetangga nanti, tapi jika ingin memusnahkan nya lakukanlah. "ibu menatap ku iba air mata nya perlahan menetes, sembari menatap cucunya yang ia gendong.


aku tau apa yang sedang ibu rasakan, pasti sama yang seperti aku rasakan bingung


aku menatap bayi itu kuamati setiap jengkal wajahnya, dia sangat tampan hidung dan matanya mewarisi wajah gentara sedangkan bagian bibir dan dagu nya persis seperti aku.


" apa aku masih layak disebut seorang gadis? sedangkan aku sudah melahirkan seorang bayi. "aku menatap pak Yai dan ibu bergantian


" kamu melahirkan secara gaib, walau wujud bayi ini manusia tapi sebagian dari nya tetap ada jiwa gentara. jika kau mendidik nya dengan agama yang baik, perlahan jiwa gentara yang bersemayam dalam raga anak mu akan menghilang dan anak mu akan hidup normal seperti anak pada umumnya. "penjelasan pak Yai panjang lebar aku mengerti sekarang tapi apakah aku bisa mendidik anak ku dengan baik.

__ADS_1


" bu..boleh dini rawat bayi ini dini ingin memusnahkan nya tapi hati dini ngak tega bu. "aku mengiba kulihat bibir ibu mengulum senyum begitu juga dengan pak Yai.


" kamu yakin dengan keputusan mu nduk?


" InsyaAllah ibu bantu dini ya, ingatkan dini jika kembali lalai. kata pak Yai kalau anak ini beragama akan tumbuh seperti anak pada umumnya iya kan Pak Yai. ?"aku menatap ibu dan pak Yai bergantian


" iya agama yang baik bisa menghilangkan jiwa gentara perlahan dari raga bayimu. " kembali penegasan pak Yai


" ibu mendukung apapun keputusan mu bayi ini memang tidak memiliki dosa jika kamu yakin dengan keputusan mu. kamu juga harus kuat akan konsekuensi nya yang kamu dapat dari sekeliling mu. "ibu mengusap-usap punggung ku dengan lembut.

__ADS_1


" dini yakin bu dini pasti bisa, harus bisa ngedidik anak dini. dini ngak peduli sama omongan orang karena hidup ini dini yang ngejalanin mereka mana tau susah senang nya. "aku benar-benar antusias serasa semangat baru datang pada diriku.


__ADS_2