Suamiku Genderuwo

Suamiku Genderuwo
episode 9


__ADS_3

******


" bu cepatlah kembali andini takut bu. " batinku bersama dengan air mata yang mengalir semakin deras.


" sudah aku katakan jangan sakiti keturunan ku. "braakkk, badan mungil ku terpental cukup keras, suara yang begitu lembut seketika berubah keras dan penuh amarah.


aku meringkuk dilantai menahan sakit pada punggungku, tanganku masih belum bisa digerakkan aku hanya bisa menangis tanpa mengeluarkan suara yang masih tercekat ditenggorokan ku.


" bu tolong dini bu. " air mata ku semakin deras membasahi pipi


" assalamu'alaikum, ya allah dini kamu kenapa nduk.? "kedatangan ibu bersama saudara-saudaraku dan dengan orang yang baru kulihat perlahan tangan yang semula kaku bisa ku gerakan kembali, kupikir mungkin mahluk itu sudah pergi.

__ADS_1


" bu dini takut bu ta..tadi mahluk itu datang, dini dilempar ke dinding bu dini takut bu jangan tinggalin dini sendirian lagi. "aku menangis tersedu-sedu badan ku masih terasa sakit akibat terlempar tadi.


" pak ustadz tolong bantu anak saya lepas dari genderuwo itu pak. "


"permisi bu biar saya lihat dulu. " ustadz yang dibawa ibu mulai mendekati ku, dia letakkan tangan nya diatas perutku tanpa menyentuh nya mulutnya mulai melantunkan bisik-bisik do'anya


" aaaahhhhh,ibu sa..sa..sakit perut dini sa..sakit bu. "suara ku tersenggal-senggal menahan gejolak dalam perutku, seperti ditusuk-tusuk dan ditendang-tendang dengan kencang dari dalam seolah-olah seperti ada yang mau keluar menembus kulitku.


" kemarin saya sudah kerumah Kyai Shodiq tapi beliau sedang tidak dirumah, kemungkinan lusa baru pulang tolong bantu kami sebisanya atau dengan siapa pun kenalan ustadz. "ibu menangis mengiba agar aku tetap dibantu.


" saya akan berusaha sebisa saya bu, saya permisi dulu besok saya kembali lagi kesini bersama ustadz dan santri di pondok untuk membantu mendoakan nak dini, assalamu'alaikum. "

__ADS_1


" terimakasih ustadz saya tunggu kedatangan nya, waalaikumsalam. "


ibu mengantar kepergian ustadz dan beberapa saudara yang juga ikut berpamitan tinggal paman yang masih ada di rumah.


" dini yang sabar ya kamu harus berpikir positif jangan sampai melamun, nanti kamu bisa semakin terpedaya. semua akan ada jalan keluar nya kamu pasti sembuh besok paman kesini lagi membawa orang pintar kenalan paman semoga beliau bisa membantu kamu. "


paman pun pamit pulang aku dan ibu memutuskan untuk tidur dan beristirahat karena pengobatan tadi membuat tenaga ku terkuras


ibu telah tidur nyenyak disamping ku terdengar dari dengkuran halusnya, aku yang sudah bersusah payah memejamkan mata tapi enggan terpejam. pikiran ku berkelana jauh memikirkan bagaimana nasib ku kedepannya. apakah anak ini akan sirna? atau justru akan aku lahirkan.


" kau akan melahirkan anak kita sayang sekuat apapun kau membinasakan anak kita itu tak akan berhasil. aku akan selalu menjaga anak kita untukmu, sayangilah anak kita seperti kau menyayangiku saat di ranjang. "bisikan halus terdengar aku yakin itu suara milik gentara tapi tak kudapati keberadaan nya.

__ADS_1


aku semakin merapatkan tidur ku pada ibu memeluk nya erat takut jika badan ku harus kembali terhempas karena ulahnya. Mataku ku pejamkan walau sulit akhirnya mataku terpejam.


__ADS_2