Suamiku Genderuwo

Suamiku Genderuwo
episode 8


__ADS_3

*******


" ya allah dini apa ini karena mimpi mu? apa anak di perutmu anak genderuwo itu? astaghfirullah ya Allah. " ibu semakin meraung-raung sampai kedua tetanggaku masuk karena takut terjadi hal buruk menimpa ku.


" bu isyah, dini kenapa kok pada nangis? Bu dini kenapa toh bu. " ucap pak toto meredakan tangis ibu.


" ndak papa pak kata bu dokter lambung dini kumat dan darah itu karena dini sedang menstruasi pertama. "ibu berbohong karena ini adalah aib,yang sangat memalukan gadis yang belum bersuami tengah mengandung.


aku merasa telah berdosa pada ibu mencoreng wajahnya, membuatnya malu, tapi mau bagaimana lagi ini juga bukan keinginan ku.


setelah dokter meberikan obat kami semua pulang sudah lewat tengah malam, kedua tetanggaku juga sudah berpamitan. sampai dirumah aku dan ibu merebahkan badan dikamar ibu karena terlalu lelah kami langsung tertidur.

__ADS_1


*****


pagi hari nya ketika aku bangun aku terkejut melihat perut ku yang sudah mulai membuncit layaknya kehamilan yang sudah menginjak usia empat bulan. padahal semalam belum sebesar ini dengan panik aku membangunkan ibu yang masih terlelap disamping ku.


" bu.. ibu bangun, bu lihat perut dini kenapa semakin besar padahal semalam masih kecil. "aku mengguncang lengan ibu sambil menunjukkan perut ku yang membuncit.


" ya Allah dini sepertinya kamu memang mengandung anak genderuwo itu nduk,kamu harus segera diobati. nanti ibu tanyakan pada paman mu mungkin dia punya kenalan buat nyembuhin kamu. " ibu membuka matanya tak kalah kaget dengan ku, saat melihat perut yang semalam masih datar tiba-tiba pagi hari nya sudah membesar.


" kita cari jalan keluarnya ya nduk,kamu sabar, kamu pasti sembuh nduk. "ibu membelai ujung rambut ku hingga pipi pun tak lupa ia belai, menenangkan tapi hanya ketenangan sesaat.


*******

__ADS_1


aku yang malu keluar rumah karena perut ku yang mulai membuncit akhirnya memutuskan untuk menunggu dirumah. ibu pergi ke rumah paman dan saudara ku yang lain untuk mencarikan bantuan medis atau non medis untuk mengobati ku.


cukup lama ibu pergi suasana rumah mendadak berubah aku merasakan ada angin yang melewati Tengkuk ku begitu saja. merinding!!!! padahal pintu dan jendela tertutup rapat entah dari mana datangnya angin tadi.


" andini mau kau apakan anak kita sayang? jangan berani-berani kau menyakiti keturunan ku. haha haha. "suara itu, aku mengenal suara itu. itu adalah suara milik gentara.


" siapa kau tolong jangan ganggu aku, aku tidak menginginkan anakmu bawa saja anak mu ini. " aku meracau entah sama siapa karena suara itu tak berwujud, aku menangis dan memukul-mukul perut ku sendiri.


" sayang nikmatilah kehidupan mu jika aku membawa anak ku, kau pun harus ikut bersama ku kau permaisuri ku Andini. " aku merasa suara itu semakin mendekat tapi masih tak kudapati si empunya suara.


" bu tolong andini bu, pergi kamu! jangan pernah mengganggu ku lagi aku bukan permaisuri mu pergi. "aku terus memukuli perut ku berharap janin diperut ku segera keluar dan mati, pergi bersama genderuwo itu.

__ADS_1


Tiba-tiba aku merasa tangan ku membeku, tak bisa ku gerakkan sama sekali. aktivitas memukuli perutku sendiri terhenti, tangan ku kaku, suara ku tercekat di tenggorokan.


__ADS_2