Suamiku Genderuwo

Suamiku Genderuwo
episode 22


__ADS_3

maaf ya kkk baru up, soalnya baru siap ujian 😊😊


********


" kalau begitu nanti pagi kamu kuburkan abu ini dipojokan rumah agar tidak ada lagi yang menganggu kehidupan kalian. abu ini akan menjadi benteng bagi mahluk gaib, agar tak bisa menganggu pemilik rumah ini. besok saya akan datang lagi kesini masih ada satu tugas lagi yang belum terselesaikan dan akan saya selesaikan besok. jangan kaget ketika bangun tidur besok pagi, masih ada kejutan yang masih belum terjadi. " ucap pak Yai


" ma..maksud pak Yai? "aku dan ibu hampir berucap bersamaan


" nanti kalian akan tau sendiri kalau begitu saya pamit dulu, jangan lupa melakukan kewajiban untuk shalat. "setelahnya pak Yai dan kedua santrinya pulang.


aku dan ibu bergeming masih mencerna Ucapan terakhir pak Yai, kejutan seperti apa lagi yang beliau maksud? semoga bukan hal yang mengerikan. aku dan ibu bergantian untuk shalat isya, yang sempat tertunda karena gangguan demi gangguan tadi. selesai shalat aku dan ibu langsung tidur dengan posisi bayi ku ditengah aku dan ibu sebelah sisinya.

__ADS_1


subuh sudah menyapa aku dan ibu bangun hendak melakukan kewajiban seorang muslim. bayi kecil itu kini sudah memiliki nama GILANG. itu nama yang kuberikan padanya.


ketika mata berhasil terbuka aku melihat kesamping tempat dimana gilang tidur, kosong. tidak kudapati keberadaan nya kemana gilang ku pergi? siapa yang membawa gilang? ibu pun sama kagetnya seperti ku ketika tidak menemukan keberadaan cucunya.


aku dan ibu mencari ke setiap penjuru rumah tapi tidak kutemukan bayi kecilku. dari dalam bilik terdengar khas air yang dipukul-pukul hingga menimbulkan suara cipratan, suara tawa renyah anak kecil samar terdengar karena suara pukulan air


aku dan ibu saling menatap siapa yang ada didalam, perlahan dengan tangan gemeter aku membuka pintu bilik kamar mandi ku. kutemukan anak laki-laki berumur sekitar satu atau dua tahun sedang bermain air. ia menengok ketika pintu terbuka senyumnya mengembang.


" bun-da... " dengan badan basah kuyup anak itu mendekati ku, menarik-narik ujung baju ku. siapa anak ini, bajunya seperti baju gilang semalam batinku.


" bun-da...gilang main ail boleh ya... "suara cedelnya semakin membuat ku bingung, GILANG katanya?? GILANG ku? mungkinkah sebesar ini.?

__ADS_1


" Gi.. gilang? " aku mentap ibu dan anak kecil ini bergantian, wajah ibu menunjukkan garis kebingungan sama sepertiku.


" bun-da.. lupa sama aku? gilangkan anak bunda, kan bunda yang kasih nama aku gilang. " anak ini pandai sekali berbicara nya, benarkah dia anakku.?


" sudah lebih baik kita shalat dulu nanti pagi kita tanyakan pada pak Yai, kamu cepat mandi nya gilang ganti baju nanti sakit kalau basah-basahan terus. "ibu berlalu mengambil wudhu, meninggalkan aku yang tetap bergeming menatap anak laki-laki dihadapan ku ini.


matahari semakin meninggi ketukan pintu terdengar dari arah depan.


" Assalamu'alaikum ... "


" Waalaikumsalam.... " ibu bergegas membukakan pintu wajah pak Yai terlihat dari balik pintu yang perlahan terbuka.

__ADS_1


" silahkan masuk pak Yai, ehh ibu maninah ikut mampir juga ayo mari silahkan masuk bu. "ibu mempersilahkan Pak Yai dan istrinya masuk. tak lupa menyuguhkan minum dan beberapa cemilan khas kampung.


" dini apa kabar, loh ini.....? "sapa bu Aminah pada ku ucap nya terhenti ketika matanya tertuju pada bocah kecil yang asik duduk dipangkuan ku.


__ADS_2