
***********
" ini kejutan yang saya katakan semalam bayimu berkembang dengan cepat ini anak mu din, dia tumbuh dengan cepat. hari ini masih satu tahun besok akan lebih besar seperti anak dua tahun begitupun seterusnya. "aku terperangah mendengar ucapannya.
" sa..sampai usia berapa? atau sampai dewasa? "pertanyaan ku tersampaikan oleh rasa penasaran ibu.
" tidak hanya lima hari setelah usia nya lima tahun dia akan tumbuh normal seperti anak lainnya. " timpal pak Yai
" apa tidak apa-apa jika seperti ini pak? " bu Aminah ikut andil dalam bertanya, ternyata dia penasaran juga.
" ndak papa bu sampai usianya lima tahun dia mulai bisa diajari agama. agar pertumbuhan jiwa genderuwo itu semakin terhambat dan perlahan akan musnah. biasakan diri jangan kaget jika besok menemui anak yang lebih besar dari ini. "
" bagaimana dengan abu ini pak Yai? apa mau dikuburkan sekarang."ibu kembali berucap
" boleh kemarikan abunya. "aku pergi mengambil abu semalam kedalam kamar. dan kembali bersama wadah kecil yang berisi abu gentara
__ADS_1
pak Yai menggali sejengkal tanah dipojok rumah setelah diberikan do'a abu itu telah dikubur dengan sempurna.
*********
sudah empat malam setelah mengubur abu gentara tidak ada lagi gangguan apapun darinya. dan anak itu kini sudah berusia lima tahun sudah besar dan sangat lincah.
" bunda.. apa aku boleh keluar rumah, aku mau bermain diluar bun?"rengek gilang mengejutkan ku yang termenung, apakah ini saatnya gilang berbaur pasalnya setelah perjalanan ku kerumah pak Yai tempo hari. gilang bayi itu pertama dan terakhir gilang keluar rumah.
" boleh tapi jangan jauh-jauh ya jangan nakal kalau ketemu anak lain. "aku mencoba berdamai dengan keadaan. kasihan gilang jika harus terus menerus ku kurung dalam rumah.
**********
aku mencari gilang ke tempat-tempat biasa anak bermain dari kejauhan aku melihat segerombolan anak di dekat lapangan. bergegas ku percepat jalanku berharap ada gilang diantara mereka.
semakin dekat aku mendengar suara tangis anak kecil dibarengi dengan cacian dan hinaan terus menerus.
" anak genderuwo kok main sama manusia "
__ADS_1
" pulang kamu sana nanti bapakmu setan itu datang lagi"
" wuuuu gilang anak setan "
Degh......
semakin jelas caci maki terdengar hatiku pedih bisa kupastikan suara tangis itu pasti suara gilang, aku semakin berlari namun sedikit lagi aku sampai anak-anak yang tadi berkerumun lari kocar-kacir kesegala arah.
" genderuwo cilik........ "
" mama ada setannnnnn...... "
aku tertegun lajuku terhenti melihat semua anak itu berlari membuat aku bisa melihat gilang ku.
gilang berdiri tegap badannya menampakkan bulu-bulu halus, tanduk itu muncul bahkan lebih panjang dari yang terakhir kulihat saat gilang masih bayi ya Allah putra ku.
" bu..bun...da me...mereka menghina gilang, gi..gilang ngak ngerti kenapa gilang punya tanduk dan berbulu, ta..tadi ngak ada bun. "gilang ku berjalan menghampiri ku sambil menangis memegangi tanduk dikepalanya.
__ADS_1
Ya Allah apa aku sanggup merawatnya hingga dewasa, hatiku perih melihat dia di hina, di olok-olok seperti itu dan kini separuh wujud gentara. gilang tampakkan. akan semakin susah ia berbaur, apa jalan ku sudah benar untuk merawatnya?