
*******
sesuai permintaan para pembaca saya akan lanjutkan cerita nya, jangan lupa dukungan nya ya kk. saya selaku author biar tambah semangat 😄😄
" bunda kok nangis lagi, Gilang mau masuk pondok biar Gilang sama bunda Terus, pondok itu dimana bun?"Gilang mengusap pipiku yang kembali basah
" pondok Pak Yai lumayan jauh dari sini nanti kita berpisah sementara tapi bunda sama nenek bakal sering main ke pondok jenguk Gilang. "berat sekali melihat Gilang menahan senyum nya ketika mengetahui akan ada perpisahan
" nanti Gilang jauh sama bunda siapa yang bakal jagain bunda.? "polos sekali anak itu berbicara
" kita berpisah cuma sementara nak, kan nanti bunda sering jengukin Gilang bunda bisa jaga diri kok kan ada nenek juga sayang. "aku mengecup pipi nya
Gilang menatap seluruh halaman matanya mencari-cari sesuatu aku yang kebingungan mencoba menyentuh bahunya.
" Gilang cari apa nak.? "
" ayah, ayah tadi ada disitu tapi sekarang kemana ya.? " Gilang menunjuk pojokan belakang rumah dimana abu gentara dikubur di dalamnya
__ADS_1
" masuk yuk udah mau magrib Gilang mandi nanti shalat bareng trus kita makan. "ku gandeng tangan nya masuk berharap tidak ada lagi sebutan ayah yang kelua dari mulut Gilang
malam semakin larut Gilang sudah tertidur pulas didalam kamar dengan hati-hati aku mencoba merebahkan tubuhku di samping nya, perlahan Gilang yang semula membelakangi berbalik ke arah ku
" Gilang bangun? kaget ya karena gerakan bunda"aku mengelus pucuk kepala ny membelai nya hingga ke pipi
" Gilang belum tidur kok bun mata Gilang udah merem tapi ngak tidur-tidur. "
" ya udah sekarang kita tidur yuk, kan udah malam. "kubenarkan selimut nya kupeluk hangat Gilang ku
" kenapa nak...? "
" kata ayah Gilang ngak boleh masuk pondok nanti Gilang ngak bisa ketemu ayah lagi. Gilang disini aja ya bun biar Gilang bisa ketemu ayah juga. "
" ayah dimana...? "dengan perasaan cemas aku melontarkan pertanyaan yang tak ku niatkan sebelum nya
" dibelakang bunda. "Gilang menunjukkan arah dibelakang ku tubuh ku langsung panas dingin dibuat nya
__ADS_1
perlahan aku membalikkan badan tidak kudapati siapa pun disana, Tiba-tiba buku yang sejak dulu tersimpan diatas lemari jatuh. lembaran demi lembaran terbuka dengan sendirinya tidak ada terpaan angin sedikit pun kemudian berhenti di lembaran terkhir.
ku pungut buku itu terdapat tulisan dengan tinta merah sangat jelas sekali"JANGAN PISAHKAN GILANG DARI KU, ATAU KAU YANG AKAN KU PISAHKAN DARI NYA. "
ya Allah siapa yang menulis nya, gentara ya Allah lindungi hamba dan Gilang. batinku menengadah
" bun.... kenapa kok ngelihatin buku itu terus? "Gilang menghampiri ku aku berbalik menatap nya namun ketika aku melihat buku itu lagi tulisan dengan tinta merah hilang entah kemana. bolak balik aku membuka lembaran itu tetap tidak aku temukan tulisan tadi
" ngak papa sayang, Gilang katanya mau hidup normal kayak bunda dan nenek, kok sekarang ngak mau masuk pondok. gini nak kalau Gilang ngak masuk pondok nanti ayah mu bisa membawa kamu pergi dari bunda dan kita akan berpisah selamanya Gilang mau itu terjadi.? "
" bunda sayang sama Gilang bunda ngak mau pisah sama Gilang, makanya bunda mau masukin Gilang ke pondok, biar kita bisa sama-sama terus. "kutahan bulir bening yang ingin menetes, aku berusaha kuat dihadapan Gilang.
" tapi apa nanti Gilang ngak bisa ketemu ayah lagi.? "
"bukannya Gilang tau kalau ayah mu bukan manusia kaya kita, bukankah lebih baik Gilang ngak pernah ngelihat ayah mu. kalau Gilang terus berinteraksi sama ayah nanti makin susah buat Gilang jadi manusia seutuhnya nak.
"sekarang Gilang boleh milih mau terus sama bunda dan nenek atau hidup bersama ayahmu.? "
__ADS_1