Suamiku Genderuwo

Suamiku Genderuwo
episode 26


__ADS_3

*******


perlahan ku minumkan kemulut Gilang matanya sudah terpejam aku bersusah payah agar air itu dapat tertelan, beberapa menit berlalu tidak terjadi apapun pada Gilang bahkan setelah air itu berhasil membasahi kerongkongan nya.


aku bersimpuh pasrah akibat kebodohan ku aku membunuh putra ku, tak henti-henti nya aku merutuki diriku sendiri menyesal tiada guna aku hanya termangu berharap ada keajaiban untuk Gilang ku.


namun ketika aku hendak menutup tubuh Gilang dengan jarik mata Gilang melotot tubuh nya bergetar hebat aku dan ibu saling bertatapan, bingung. apa yang terjadi pada tubuh Gilang ku.?


tubuh Gilang berguncang hebat aku kembali mendekati tubuhnya ku sentuh tangannya dingin sekali seperti es mata Gilang terpejam gerakan pada tubuh nya terhenti.


hanya beberapa saat mata Gilang kembali terbuka Gilang langsung mengambil posisi duduk kemudian dia memuntahkan sesuatu dari dalam perut nya.


darah...?? banyak sekali darah yang Gilang muntahkan tidak hanya itu ada sebuah benda yang ikut keluar melewati kerongkongan nya, seperti keris kecil setelah memuntahkan semua itu Gilang kembali membaringkan tubuhnya. dia menjilati darah yang menempel pada permukaan wajahnya, lalu kembali terlelap namun kali ini kulihat dia bernafas.


aku membersihkan wajah Gilang, masih ada sisa-sisa darah yang lepas dari jilatan Gilang aku tidak terlalu memperdulikan itu aku hanya fokus pada keadaan Gilang.

__ADS_1


Gilang ku tertidur ya semoga hanya tertidur aku mengelap muntahan darah Gilang dengan gemetar aku mengambil keris kecil yang juga keluar bersamaan dengan darah.


dibadan keris itu tertulis dengan jelas sebuah nama " Gentara " gumamku pelan aku menunjukkan keris itu pada ibu.


" bu....gentara."


" simpan!! besok kita kerumah pak Yai beliau pasti tau ada apa dengan semua kejadian ini. "aku mengangguk menyobek sedikit jarik untuk membungkus keris itu.


setelah semua sudah bersih aku tak lupa mengganti pakaian Gilang, kemudian aku duduk disamping nya mata Gilang perlahan terbuka.


" bunda disini nak. "aku menggenggam jemari Gilang yang sudah kembali hangat ku elus pucuk kepalanya wajahnya menampakkan senyum manis Gilang seperti biasanya.


" Gilang sayang bunda. "anak itu mencium punggung tanganku, manis sekali


" maafin bunda Gilang bunda udah jahat sama Gilang, bunda juga sayang sama Gilang. "kembali isak tangis yang tak mampu ku bendung membasahi jemariku dan Gilang.

__ADS_1


" bunda ngak salah Gilang yang salah maaf karena Gilang udah bikin bunda susah dan bikin bunda malu. "dengan polosnya anak itu berucap membuat ku semakin malu karena sudah melakukan hal yang tidak seharusnya, masih pantaskah aku disebut bunda nak? batinku.


********


pagi hari nya aku terbangun karena guncangan pada lengan kanan ku, samar terdengar suara seseorang dengan mata setengah tertutup aku melihat nya, ternyata Gilang yang berusaha membangunkan ku.


" bunda....bangun ayo shalat subuh. "


" Gilang udah sehat? . " melihatnya yang sudah mulai ceria kembali membuat batinku sedikit lega


" Gilang sudah sembuh bun, ayo bangunin nenek kita shalat bareng."antusias sekali putra ku ini


" yuk..... "aku dan Gilang menghampiri kamar ibu dan membangunkan nya kemudian kami shalat bersama


" bun....apa ayah Gilang bukan manusia.? "ucap nya setelah shalat telah usai, aku bergeming apa yang harus aku jawab.

__ADS_1


#segini dulu y kk maaf gk bsa up banyak²😊


__ADS_2