
******
" nanti siang kita kerumah Pak Yai nanti Gilang bakal tau sendiri jawabannya sekarang Gilang beresin bekas shalat nya trus mandi ya, mandi pagi itu sehat lo. " aku mencolek hidung nya saat ini aku belum bisa menjawab pertanyaan Gilang perihal ayahnya, biarlah nanti perlahan Gilang akan tau kebenaran nya.
aku ibu dan Gilang berjalan menyusuri jalanan kecil menuju rumah Pak Yai sepanjang perjalanan Gilang ku terlalu lincah berlari melompat kesana kemari seperti tak pernah ada kata lelah dalam hidup nya aku dan ibu yang melihat nya hanya tersenyum bahagia.
kampung ku dan kampung pak Yai berjarak tidak terlalu jauh namun harus melewati jalanan yang sepi hanya pepohonan sebelum akhirnya bertemu dengan perkampungan Pak Yai. rumah ku sendiri sedikit menjauh dari rumah warga yang lain karena berada diujung jalan sebelah hutan.
saat berjalan aku hanya akan menemukan rumah warga jika sudah memasuki perkampungan Pak Yai.
" bu..itu anak genderuwo yang kemaren keluar tanduk pas aku main dilapangan. " salah seorang anak yang mungkin ada dilapangan kemaren menunjuk-nunjuk Gilang ketika kami melintasi jalanan didepan rumahnya.
__ADS_1
" anak setan kok dipelihara jangan bikin geger kamu mending kamu Kurung itu anak setan, jangan sampai menyakiti warga lain. "sang ibu berucap tak kalah menusuk dari perkataan anaknya mereka berlalu masuk dan membanting pintu dengan keras hingga membuat Gilang terlonjak.
aku mendekap tubuh Gilang menutup telinganya ketakutan dapat kurasakan dari badan yang sedikit gemetar ibu mengelus punggung ku.
" ayo kita jalan lagi. " ibu menepuk pundak ku aku menggandeng tangan Gilang dan kami pun melanjutkan perjalanan.
banyak warga yang kami temui dikampung Pak Yai sudah banyak pula hinaan dan cacian yang kami dengar sepanjang perjalanan, bahkan sampai ada yang melempari kami dengan botol bekas air mineral. aku berusaha sabar tetap berjalan tanpa memperdulikan mereka sesekali aku memeluk Gilang agar tidak terkena lemparan dari mereka.
*****
" assalamu'alaikum Pak Yai, assalamu'alaikum. " sesampainya dirumah Pak Yai ibu mengetuk pintu berkali-kali muak dengan tatapan yang tidak bersahabat dari tetangga-tetangga Pak Yai.
__ADS_1
" waalaikumsalam.. "Pak Yai menyembul keluar senyum hangat nya mengembang seolah beliau tau kami akan datang menemuinya.
" Pak Yai kasih tau tuh anak setan jangan diasuh nanti ngebahayahin orang lain. "salah seorang tetangga Pak Yai berucap dengan tatapan sengit kepada kami.
" iya malah jadi setan kayak bapak nya trus bisa ngebunuh orang ada-ada aja sudah tau hamil sama setan, anak nya dipelihara pula ngak mikir apa ya nanti bisa bikin orang celaka. "sahut tetangga yang lain.
apa yang kurasakan mendengar nya? marah, sedih ya sangat marah dan sangat sedih tapi mau bagaimana aku tidak memiliki keberanian untuk membalasnya. aku takut Gilang ku semakin terluka mendengar nya aku hanya bisa memeluk tubuh Gilang dan menutup kedua telinganya.
" astaghfirullah bu kita ini hanya manusia biasa jangan memandang rendah orang lain dengan mudah, derajat kita semua dimata Allah tetaplah sama niat hati nak dini yang mau merawat anaknya biarlah menjadi tanggungan nya jangan mudah menilai seseorang hanya dari luar belum tentu mereka yang kalian hina lebih hina dari kalian sendiri. "
#hy kak kalau aq up nya lma aq mnta maaf krna aq dri pagi smpai sore sklh kadang gk ad wktu untuk up, jdi tlong dimengerti ya kk😊
__ADS_1