
********
suara yang lemah lembut milik gentara pada wujud tampan nya seolah menghipnotis diriku. aku terlena suara nya memabukkan sekali, gemuruh cinta didalam dada semakin mekar berseri.
dengan mata terpejam aku bisa melihat ketampanan yang dimiliki gentara, senyum manisnya benar-benar memabukkan. membuat gadis mana pun yang melihat pasti akan jatuh cinta padanya.
dalam bayangan aku mendekati gentara aku menyambut peluk sapanya. nyaman sekali rasanya sudah terlalu lama aku merindukan dada bidang nya, aku bersandar penuh cinta
kurasakan pucuk kepala ku dielus dengan lembut aku mengeratkan pelukan ku.
" hiduplah bersama ku Andini aku mencintaimu, sangattt mencintaimu, jangan berpaling dariku dan jangan menghianati ku. "aku menatap sendu wajah gentara manis sekali pria di hadapan ku ini, siapa yang akan rela meninggalkan pria sesempurna gentara.
__ADS_1
wajah gentara semakin mendekat sedikit lagi bibir manisnya menyentuh bibirku. aku tersadar dari hayalan atau mimpi? ketika terbangun aku melihat ibu sedang menangis memanggil-manggil nama ku.
pak Yai duduk didepan ku tangan nya diletakkan di ujung kepala ku. aku melihat gentara berdiri tepat dibelakang pak Yai. tangan nya terulur senyum manisnya menghiasi wajah tampan nya.
ku ulurkan tangan ku hendak menerima uluran tangan gentara, namun aku terhenyak bola mataku membulat sempurna. wajah tampan gentara perlahan berubah.
semakin tinggi dan terus meninggi hingga aku harus menengadah melihat nya. bulu hitam lebat nya perlahan memenuhi tubuhnya, wajahnya memerah seringaian itu masih dengan lidah yang menjuntai-juntai. bola matanya merah menyala tidak ada lagi keindahan dalam menatap wajahnya. kini berubah ke wujud aslinya, wujud yang sangat mengerikan
bau busuk menyeruak didalam rumah, hujan yang mulia mereda kini kembali deras petir kembali bersahutan saling menyambar.
hilang entah kemana perginya gentara atau genderuwo itu, aku kembali duduk tegak karena sebelumnya duduk ku setengah terbaring dipangkuan ibu. ibu menangis memeluk ku menciumi pucuk kepala ku dengan terus mengucap syukur.
__ADS_1
" Dini....ya allah nak, sadar nak jangan sampai terpedaya sama mahluk itu lagi. "tangis ibu mulai mereda
" nak dini apa genderuwo itu pernah memberimu sesuatu? dia tidak mau melepaskan mu karena merasa telah membeli mu dengan sesuatu. "pak Yai menatap ku penuh selidik, aku mengingat- ingat kembali sesuatu apa yang pak Yai maksud.
" ya dini ingat setelah bermimpi melakukan hubungan dengan nya, dini menemukan uang didalam bantal. " aku menuturkan kejadian tempo hari dan uang yang kutemukan.
" apa uang itu masih ada? boleh berikan kepada saya. "
" masih tapi jumlah nya sudah berkurang karena dini pernah memberikan nya pada ibu tempo hari. " ibu menatap ku tak percaya
" apa uang nya hanya kamu kasih ke ibu? tidak kamu pakai untuk yang lain nduk?. "kini ibu yang bertanya
__ADS_1
" iya dini ngak pake uang itu dini cuma kasih ke Ibu aja. "
" uang nya masih ada belum ibu pakai, kumpulkan ambil uang mu dan berikan pada Pak Yai. "pak Yai mengangguk-anggukkan kepalanya, aku bergegas masuk ke dalam kamar mengambil uang yang telah ku simpan di bawah pakaian ku.