
*********
" sudahlah jangan terlalu difikirkan lebih baik sekarang kita masuk, sudah mau magrib. "ibu berjalan mendahului aku, aku tetap bergeming. masih penasaran tangan siapa yang ku gandeng sedari tadi.
kembali kudengar panggilan ibu, segera menyusul nya masuk kedalam rumah. pintu kututup semua lampu dinyalakan oleh ibu karena waktu sudah hampir magrib.
" nduk sekarang kamu mandi bersihkan badan mu setelah nya ambil air wudhu lakukan kewajiban mu sebagai seorang muslim. jangan bermalas-malasan seperti kemarin-kemarin. lihatlah dampak dari perbuatan mu yang menjauh dari Tuhan mu. memohon ampun darinya agar segala masalah mu segera berakhir nduk. " ibu mengusap-usap ujung kepala ku hingga punggung ku
aku sadar aku sudah sangat lalai setiap hari ibu selalu mengingatkan qu untuk sholat tapi entah mengapa rasa nya malas melakukan kewajiban selalu menggelayutiku. sampai-sampai aku sering melawan ibu yang menasehati ku untuk melakukan ibadah.
__ADS_1
sebelumnya aku tidak pernah meninggalkan sholat ku, bahkan tak jarang aku mengaji setelah sholat telah usai. tapi entah mengapa beberapa bulan ini aku enggan melakukan kewajiban ku. guncangan ibu saat subuh tak pernah ku hiraukan, saat siang aku disibukkan oleh pekerjaan ketika menjelang sore badanku sangat lelah
ibu tak pernah lelah menasehati ku tapi aku yang selalu menghindari dan melawan ucapannya. aku membangkang jika ibu menyuruh ku beribadah hatiku seakan tertutup.
" maaf karena selama ini dini ngak dengerin nasehat ibu, maaf karena dini selalu melawan jika disuruh sholat. dini malu bu, apa Allah akan mengampuni hamba seperti dini. apa dini masih layak meminta pertolongannya. "aku terisak dalam dekapan ibu, ibu mencoba menenangkan ku diusap nya pucuk kepala ku kembali.
" Allah Maha Pemaaf, Allah Maha Baik dini jangan pernah berputus asa. sholatlah minta pengampunannya,biar ibu yang menjaga anak mu. "ibu melepaskan dekapan ku dengan langkah penuh keraguan aku berjalan kekamar mandi.
melahirkan anak ini tidak seperti melahirkan anak normal pada umumnya. setelah bayi itu keluar tak lagi ku rasakan sakit dibagian ******** ku, semuanya masih normal seperti tidak terjadi apapun.
__ADS_1
kini untuk pertama kalinya setelah sekian lama tak ku kenakan mukena penghantar Do'a-do'a ku. aku melakukan kembali kewajiban ku sebagai seorang muslim. dalam sujud qu tumpahkan segala kesedihan ku, tak kuat ku membendung tangis aku berserah, dan aku memohon pengampunan penciptaku.
bruuaaakkkkkk!!!
seperti suara pintu yang sengaja dibanting sangat keras, aku terlonjak kaget dari do'a ku. nertaku menatap sekeliling. sunyi tidak ada keributan apa pun, ku bereskan kembali peralatan ibadah. aku melenggang keluar kamar tapi tak kudapati ibu dan bayi ku. kemana mereka pergi? padahal diluar sudah petang.
aku mencari disemua penjuru rumah, tapi tak ku temui keberadaan mereka. kucari diluar depan hingga kebelakang tetap tak kutemui keberadaan ibu dan bayi ku.
lelah aku mencari, kuputuskan untuk kembali masuk kedalam. mencoba berfikir positif mungkin sedang di rumah tetangga. cukup lama aku menunggu tapi tak ada tanda-tanda kedatangan ibu. kembali aku berdiri hendak mencari keberadaan ibu dan bayiku lagi. tapi baru saja hendak membuka pintu terdengar ketukan pintu dari luar, segera aku membukakan pintu.
__ADS_1
dan....